Setelah kurang lebih selama enam bulan virus korona menyerang Indonesia, pemerintah menerapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilanjutkan dengan kebijakan baru yaitu New Normal. Kebiasaan hidup baru ini disambut dengan beberapa perubahan yang harus diterima di setiap kegiatan sehari-hari, seperti menerapkan protokol kesehatan ketika berpergian keluar rumah salah satunya di pusat perbelanjaan (mall).
Demi membantu kemudahan penerapan protokol kesehatan, perlu adanya teknologi yang mendukung. Salah satu contoh teknologinya adalah penggunaan alat yang dapat menghitung jumlah keramaian suatu tempat berbasis IoT (internet of things) yang kemudian dapat memudahkan petugas untuk mengkontrol dan membatasi pengunjung suatu tempat.
Teknologi ini menggunakan mikrokontroler dan sensor sederhana seperti NodeMCU dan Ultrasonik serta ditambah dengan LCD atau Display lainnya. Alat ini dapat terbilang hemat daya, berukuran kecil dan harganya relatif murah. Perangkat ini pada dasarnya adalah Counter dan dapat diimplementasikan pada Metal Detector atau Disinfection Chamber yang sekarang sudah banyak terdapat di setiap pintu masuk Mall.
Perangkat ini juga dapat diintegrasikan dengan server sehingga dapat terhubung ke internet dan nantinya dapat digunakan untuk menginformasikan masyarakat tentang situasi keramaian di beberapa titik pusat perbelanjaan di suatu daerah. Dengan adanya alat ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat ketika beraktivitas di luar rumah dengan menghindari kerumunan di tempat-tempat umum.
Oleh: Oktaviandra Putra Editya, Ridwan Siskandar M,Si
Baca Juga
Artikel Terkait
News
-
Bekal Penting Sebelum ke Luar Negeri: Cara Calon Pekerja Migran Hindari Jeratan Love Scam
-
Di Balik Viral Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Ada Psikiater yang Ikut Mengawal Cerita
-
Lewat Lensa Kamera, APC Angkat Cerita Kaum Marginal dalam Pameran Fotografi
-
Dari Novel ke Layar Lebar, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Bawa Pesan Penting soal Kesehatan Mental
-
25 Tahun Berdiri, Apa Rahasia Komunitas Indo Harry Potter Tetap Eksis di Era Gen Z?
Terkini
-
Ulasan Novel Periculo, Citra Sempurna, Pengkhianatan, dan Misteri Kematian
-
Polemik Kurban 1.098 Sapi dari APBN Rp100 Miliar: Uang Presiden atau Rakyat?
-
Senja dan Cinta yang Berdarah: Ketika Sastra Jadi Cara Melawan Pembungkaman
-
Mahoni: Lelaki yang Mengajakku Mencuri Jambu dan Berkeliling Naik Sepeda
-
Tahan dan Tenang, Nanti Datang Senang: Pelukan Hangat saat Hidup Berat