Bulan Ramadan adalah waktu di mana semangat kedermawanan umat muslim sedang berada di puncaknya. Fenomena bagi-bagi hadiah, zakat, hingga bantuan tunai menjadi pemandangan yang lazim dan sangat dinanti. Namun, di balik kemuliaan tradisi berbagi ini, terselip sebuah ancaman nyata yang kian canggih: kejahatan siber berkedok bantuan sosial.
Pelaku kriminal digital kini tidak lagi hanya menyerang secara acak, melainkan menggunakan narasi keagamaan dan nama-nama tokoh besar untuk menjerat korbannya melalui teknik phishing.
Bagi-bagi Uang di Bulan Ramadan
Baru-baru ini, beredar pesan berantai di platform pesan singkat yang mencatut nama pengusaha besar untuk membagikan bantuan tunai dalam jumlah tertentu. Modusnya klasik namun tetap mematikan; korban diminta mengeklik sebuah tautan mencurigakan untuk mengklaim hadiah tersebut.
Padahal, tautan tersebut adalah pintu masuk bagi pelaku untuk mencuri data pribadi, mengambil alih akun perbankan, hingga menyisipkan malware ke dalam perangkat kita. Fenomena ini menunjukkan bahwa di era digital, kewaspadaan kita sering kali luruh saat dihadapkan pada iming-iming keuntungan finansial yang dibalut label "berkah Ramadan".
Secara psikologis, penipu memanfaatkan kondisi emosional masyarakat yang sedang senang atau sedang membutuhkan biaya tambahan untuk keperluan hari raya. Dalam sosiologi digital, fenomena ini disebut sebagai eksploitasi kepercayaan publik.
Para pelaku sangat paham bahwa di bulan suci, orang cenderung lebih berpikiran positif dan kurang skeptis terhadap tawaran bantuan. Inilah yang membuat konten penipuan tersebut menyebar lebih cepat daripada verifikasi faktanya.
Untuk menghindari jebakan ini, kita perlu menerapkan prinsip "Saring sebelum sharing":
- Pertama, jangan pernah mudah percaya pada bantuan yang datang dari nomor atau sumber yang tidak resmi, meskipun mencatut nama tokoh terkenal.
- Kedua, perhatikan alamat tautan (URL) yang dikirimkan; instansi resmi tidak akan pernah menggunakan domain gratisan atau alamat yang terlihat acak.
- Ketiga, selalu ingat bahwa tidak ada bantuan resmi yang mengharuskan kita membagikan data rahasia seperti kode OTP atau kata sandi perbankan.
Ramadan seharusnya menjadi momen untuk mempertebal spiritualitas, bukan justru menambah kerugian materi akibat kelalaian kita. Menjadi cerdas secara digital adalah bagian dari tanggung jawab diri di masa kini.
Mari kita jaga kesucian bulan ini dengan tidak membiarkan diri kita maupun orang-orang terdekat terjatuh ke dalam lubang penipuan yang sama. Berbagi itu baik, namun tetap waspada adalah sebuah keharusan.
Baca Juga
-
Ramadan Anti Boncos! 3 Trik Kelola Uang via Aplikasi di Awal Puasa
-
Anti Kesiangan! 3 Trik Alarm Smartphone Biar Gak Bablas Sahur Pertama
-
Ramadan Lebih Berkah! 3 Cara Cerdas Manfaatkan Teknologi saat Jalani Puasa
-
Makin Seru! 3 Fitur Canggih di Smartphone untuk Abadikan Momen Imlek 2026
-
Awas Angpao Digital Palsu! 3 Cara Kenali Modus 'Phishing' di Momen Imlek
Artikel Terkait
-
Phishing Marak, IPOT Jamin Punya Sistem Keamanan 3 Lapis Lewat xRDN
-
Serangan Email Berbahaya di Tahun 2025 Naik 15 Persen
-
Awas Angpao Digital Palsu! 3 Cara Kenali Modus 'Phishing' di Momen Imlek
-
Waspada! Modus Phishing hingga Social Engineering Masih Intai Nasabah Bank
-
Keamanan Siber Indonesia Masuki Babak Baru, Konvergensi IT dan OT Jadi Sorotan
News
-
Blacklist hingga Denda! Purbaya Tegaskan Sanksi Bagi Penerima LPDP yang Hina Negara
-
Setelah Affan Kurniawan, Pelajar Ini Menyusul Gugur di Tangan Aparat: Kapan Trauma Ini Berakhir?
-
Berapa Jumlah Zakat Fitrah yang Wajib Dibayarkan? Ini Waktu dan Niatnya
-
Kritik Buka Puasa Mewah: Menghapus Sekat Antara Wagyu dan Nasi Bungkus
-
Imbas Polemik Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Sebut 600 Awardee Tengah Diselidiki
Terkini
-
Simak! Inilah 5 HP Xiaomi Terbaik 2026 dengan Spek Dewa dan Harga Merakyat
-
Gen Z dan Tradisi Ramadan yang Mulai Bergeser: Nilai Lama vs Gaya Baru
-
Kritik Dibungkam atas Nama HAM: Salahkah Rakyat Menentang MBG?
-
Menjalin Cinta yang Sehat di Buku Bu, Pantaskah Dia Mendampingiku?
-
Berulangnya Kekerasan Anak: Bukti Negara Absen di Level Daerah?