Dalam permainan sepak bola, lini tengah menjadi lini yang paling vital peranannya. Selain menjadi tempat dikreasikannya serangan, lini tengah juga memiliki peran penting ketika sebuah tim harus bertahan. Pemain tengah yang handal dalam bertahan, akan menjadi penyaring jika tim lawan melancarkan serangan dan setidaknya akan mampu meminimalisir peluang kebobolan. Maka tak ayal, memiliki pemain tengah yang kreatif dan skill full, menjadi salah satu prasyarat bagi sebuah tim agar permainan yang mereka kembangkan menjadi lebih hidup.
Indonesia pun sejatinya memiliki stok pemain tengah yang melimpah. Namun, dari sekian banyak stok pemain tengah yang ada, mungkin nama Evan Dimas patut untuk menjadi yang terdepan di era ini.
Kemampuannya dalam mengolah bola di lini tengah Indonesia yang mumpuni, membuat pemain ini menjadi langganan pemanggilan Timnas semenjak berada di kelompok umur.
Kali ini, saya akan membahas beberapa alasan mengapa Evan Dimas harus kembali menjadi pemain utama di laga melawan Taiwan di laga play off kualifikasi Piala Asia 2023. Apa sajakah itu? Mari kita simak bersama!
1. Mampu berperan sebagai metronome permainan
Telah diakui oleh berbagai kalangan, Evan Dimas merupakan pemain tengah yang mampu untuk menjadi pengatur permainan. Perannya sebagai metronome permainan Indonesia seringkali menentukan pola pergerakan seluruh tim. Evan Dimas bahkan mampu mengatur dengan baik, kapan Timnas Indonesia harus menyerang, kapan harus melakukan delay, dan kapan harus melakukan serangan balik.
2. Memiliki skill bermain diatas rata-rata
Sudah bukan menjadi rahasia lagi jika seorang Evan Dimas memiliki skill mengolah si kulit bundar di atas rata-rata pemain lainnya. Sejak berada di bawah asuhan coach Indra Sjafri di usia muda, kapasitas Evan sebagai pemain dengan visi ciamik telah terlihat. Dan semakin bertambahnya usia, kemampuan itu terus terasah dan semakin meningkat. Bahkan, Evan Dimas selalu menjadi langganan di Timnas Indonesia meski teman seangkatannya meredup dan kalah bersaing.
3. Mampu memainkan berbagai peran di lapangan tengah
Sebagai pemain tengah, Evan Dimas ternyata tak hanya fasih memainkan satu peran saja. Ketika berada dalam asuhan coach Indra Sjafri, Evan Dimas sering bermain sebagai gelandang serang, atau bahkan penyerang lubang di belakang striker. Selain itu, Evan juga mampu dengan baik memainkan role sebagai deep lying playmaker seperti saat berada dalam asuhan coach Luis Milla, dan mampu juga memainkan peran sebagai gelandang tengah murni.
4. Memiliki caps terbanyak kedua
Dari nama-nama yang dibawa oleh coach Shin Tae Yong ke Thailand untuk melawan China Taipei, Evan Dimas tercatat memiliki caps terbanyak kedua dalam skuat. Dikutip dari laman transfermarkt, Evan Dimas saat ini memiliki 29 caps, hanya kalah 6 caps dari pemain belakang senior, Fachrudin Ariyanto yang memiliki 35 caps hingga pemanggilan ini.
Nah, itu dia 4 alasan mengapa Evan Dimas harus kembali menjadi pemain utama di laga play off melawan Taiwan. Ada alasan lain? Silakan ditambahkan.
Baca Juga
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Kembali Gendong Marwah Persepakbolaan Asia Tenggara
-
Timnas Indonesia, Gelaran Piala Asia dan Bulan April yang Selalu Memihak Pasukan Garuda
-
4 Skema Warisan STY di Timnas U-17 yang Sukses Jungkalkan Korea Selatan, Apa Saja?
-
Piala Asia U-17: Ketika Anak-Anak Garuda Tak Sengaja Permalukan Pundit Sepak Bola Senior
-
Piala Asia U-17: Saat Strategi ala STY Kembali Permalukan Raksasa Sepak Bola Asia
Artikel Terkait
-
Akhirnya! Kevin Diks Blak-blakan Dosa Besar Gagal Penalti Hingga Dibantai Australia
-
Didikan Klub Top Bundesliga, 3 Pemain Keturunan Jerman Eligible Bela Timnas Indonesia
-
Mees Hilgers Cedera Lagi!
-
Kalahkan Korea Selatan, Hal Ini Masih Perlu Dievaluasi dari Timnas Indonesia U-17
-
Bakal Tampil di Liga Champions, Bologna Tertarik Gaet 2 Bek Timnas Indonesia
News
-
Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini, Hadirkan Hadiah Menarik dan Seru
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa yang Menyentuh dan Memotivasi
-
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
Terkini
-
Bikin Hati Adem, Ini 3 Novel Jepang Berlatar Toko Buku dan Perpustakaan
-
Membedah Perjuangan Politik Ki Hadjar Dewantara dalam Pendidikan Bangsa
-
Review Film A Minecraft Movie: Petualangan Konyol dan Penuh Imajinasi
-
Demokrasi atau Diktator? Brutalisme Aparat di Balik Demonstrasi UU TNI
-
Review Article 370: Film Thriller yang Bikin Kamu Nggak Mau Berkedip!