Skuat timnas Indonesia yang diarsiteki oleh pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-Yong, akan kembali bertarung di panggung babak play off Piala Asia 2023. Pada laga yang digelar di Buriram Thailand, 7 Oktober dan 11 Oktober 2021 tersebut, Indonesia akan melakoni dua kali laga melawan negara asal Asia Timur, Taiwan.
Kemenangan mutlak diperlukan oleh Evan Dimas dan kolega demi mengamankan satu slot bagi Timnas Indonesia, agar lolos ke babak kualifikasi grup nanti.
Menyadur dari laman resmi federasi PSSI, skuat Indonesia saat ini sudah siap menjalani laga dengan skuat terbaik dan juga suasana tim yang kondusif. Berbeda dengan sang calon lawan yang tengah timpang karena permasalahan pencoretan pemain karena tindakan indisipliner.
Skuat Garuda berada dalam kondisi yang siap tempur. Selain lebih diunggulkan dari sisi materi pemain dan juga kondisi tim, Indonesia ternyata juga menang dari sisi sejarah pertemuan kedua negara.
Menyadur dari laman 11v11.com, Indonesia dan Taiwan sudah bertemu sebanyak 12 kali di level senior. Dari 12 pertemuan tersebut, Indonesia mampu meraup 8 kali kemenangan dan hanya 4 kali menelan kekalahan.
Bahkan, dalam catatan tersebut, Indonesia pernah mempermalukan Taiwan dengan skor telak, 10-1, kketika kedua negara bertemu di ajang Turnamen Merdeka Games pada tahun 1968.
Sementara kekalahan terbesar Indonesia, terjadi pada pertemuan perdana kedua negara, yakni di Asian Games tahun 1954. Saat itu Indonesia menelan kekalahan 2-4 dari Taiwan.
Belum lagi jika ditambah dengan rekor pertemuan antara kedua negara di kelompok umur. Tentu kita masih ingat dengan gelaran Asian Games yang diselenggarakan di Indonesia tahun 2018 lalu.
Kala itu, Indonesia yang berada di grup A, juga satu grup dengan Taiwan. Pada pertarungan kedua negara, Indonesia saat itu mampu memenanginya dengan skor telak 4-0 melalui gol yang dicetak oleh Stefano Lilipaly (2 gol), Alberto Goncalves dan juga Muhammad Hargianto.
Bahkan, beberapa pemain yang diboyong oleh Shin Tae-Yong pada laga melawan Taiwan kali ini juga turut pula merasakan kemenangan Timnas Indonesia atas Taiwan di Asian Games lalu, seperti Evan Dimas dan juga Irfan Jaya.
Catatan Pertemuan antara Indonesia vs Taiwan di level senior:
- Asian Games 1954: Indonesia 2 – 4 Taiwan (6/5/1954)
- Asian Games 1958: Indonesia 0 – 1 Taiwan (30/5/1958)
- Asian Games 1966: Indonesia 3 – 1 Taiwan (11/12/1996)
- Turnamen Merdeka 1967: Indonesia 2 – 1 Taiwan (16/8/1967)
- Kualifikasi Piala Asia 1967: Taiwan 3 – 2 Indonesia (03/8/1967)
- Turnamen Merdeka 1968: Indonesia 10 – 1 Taiwan (19/8/1968)
- Turnamen Merdeka 1971: Indonesia 1 – 0 Taiwan (20/8/1971)
- Turnamen Quoc Khanh 1974: Indonesia 2 – 0 Taiwan (9/11/1974)
- Kualifikasi Piala Dunia 1981: Indonesia 1 – 0 Taiwan (15/6/1981)
- Kualifikasi Piala Dunia 1981: Taiwan 2 – 0 Indonesia (28/6/1981)
- Piala Kemerdekaan 2000: Indonesia 1- 0 Taiwan (30/8/2000)
- Uji Coba: Indonesia 2 – 0 Taiwan (24/11/2010)
Tag
Baca Juga
-
April Mop: Selain Bukan Budaya, Juga Tak Cocok dengan Rakyat Indonesia yang Nanggung Literasinya
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
-
Tak Perlu Branding Berlebihan, Kualitas Herdman Terbukti Lebih Baik Ketimbang Kluivert
-
John Herdman, Timnas Indonesia, dan Formasi Laga Debutnya yang Amat Intimidatif
-
Otak-atik Skuad Timnas di FIFA Series Tanpa Gelandang Serang: Apa Siasat John Herdman?
Artikel Terkait
News
-
Simbol Kehidupan Baru: Mengapa Telur Menjadi Pusat Perayaan Paskah?
-
Nasib Pejuang Pelayanan Publik: Tanpa Privilege WFH, Tetap Siaga Demi Warga
-
Dunia Maya Rasa Dunia Nyata: Tetap Sopan dan Jaga Etika itu Wajib!
-
Edho Zell Bercanda soal Kematian, Langsung Diperingatkan: Nggak Lucu Ah
-
Satu Klik Menentukan Nasib: Cara Menguji Link Biar Data Digitalmu Tetap Aman
Terkini
-
Effortless Glow: 3 Cleanser Ekstrak Tangerine untuk Kulit Lebih Fresh
-
Bahas Makna Penyembuhan Sejati, MONSTA X Resmi Comeback dengan Lagu 'heal'
-
Uninstall Spotify? Duh, Nanti Kenangan Lofi dan Wrapped-ku Gimana?
-
Merawat Luka, Menemukan Harap dalam Rangkaian Kata di Buku Sebatas Mimpi
-
Jangan Paksa Kreativitas Tunduk pada Logika Birokrasi