Usaha induk sepak bola Indonesia, PSSI dalam melakukan negosiasi dengan FK Senica tampaknya menemukan jalan buntu. Klub asal Slovakia tersebut menyatakan, tak bisa melepaskan pemain andalan tinas Indonesia, Egy Maulana Vikri untuk memperkuat timnas Indonesia di ajang kualifikasi Piala Asia U-23 akhir Oktober ini. Hal ini tak lepas dari pentingnya peran sosok Egy Maulana bagi klub, sehingga merupakan hal wajar bagi FK Senica untuk menolak permintaan PSSI.
Nah, jika Egy Maulana Vikri benar-benar tak bisa memperkuat timnas Indonesia U-23 di ajang kualifikasi mendatang, opsi terbaik adalah mempersiapkan para pemain yang memiliki tipikal permainan mirip dan fasih untuk menempati posisi yang ditinggalkan oleh Egy. Siapa sajakah mereka? Mari kita bahas!
Saddil Ramdani menjadi salah satu opsi pertama bagi Shin Tae-yong untuk mengisi posisi yang ditinggalkan loleh Egy Maulana Vikri. Sama-sama bermain dengan dominan kaki kiri, Saddil juga fasih bermain di sayap, baik kiri ataupun kanan, dan memiliki tendangan mematikan yang akurat. Sayangnya, Saddil kurang fasih jika harus bermain di lapangan tengah karena memiliki pola permainan cenderung sebagai sayap pengumpang atau inverted winger.
Pemain Lechia Gdansk ini juga mampu bermain di beberapa posisi. Witan Sulaeman yang mencetak gol ketiga timnas Indonesia di leg kedua melawan Taiwan pada play-off kualifikasi Piala Asia 2023, mampu ditempatkan di sayap kanan, sayap kiri, dan juga gelandang serang tengah.
Namun sayangnya, Witan masih belum fasih jika diplot sebagai pemain tengah karena kecenderungannya dalam bermain yang mengandalkan kecepatan. Namun, untuk menggantikan posisi Egy, pemain kelahiran Palu ini memang layak untuk dicoba.
Pemain Kelantan FA ini memiliki posisi bermain yang kompleks. Sama seperti Witan Sulaeman, Natanael mampu bermain di kedua posisi sayap, dan bisa juga bermain di lapangan tengah. Dengan tipikal permainan yang flamboyan, Siringo-ringo tampaknya lebih cocok bermain di sektor sayap, walau tak menutup kemungkinan untuk bermain di tengah.
4. Ronaldo Joybera Junior (Ronaldo Kwateh)
Pemain muda asal Madura United ini tampaknya akan menjadi pemain yang paling ditunggu skill dan permainannya di timnas U-23. Pasalnya, selain tercatat sebagai salah satu pemain muda yang dipanggil oleh Timnas U-23, pemain ini juga bisa bermain di beberapa posisi, seperti sayap serang, penyerang lubang, dan penyerang utama. Mungkin bisa jadi opsi untuk menggantikan Egy Maulana karena pemain dengan tipe petarung ini juga memiliki speed mumpuni.
Meski posisi utamanya adalah sebagai penyerang, tetapi pemain asal Papua ini juga kerap bermain melebar di posisi sayap atau posisi sayap serang. Nah, dengan mengandalkan skill, teknik mumpuni dan kecepatan yang dimiliki, pemain ini bisa menggantikan posisi yang ditinggalkan Egy di sisi kanan permainan Indonesia.
Nah, itu dia, 5 pemain yang bisa menggantikan posisi Egy Maulana Vikri di timnas U-23. Ada yang lain?
Tag
Baca Juga
-
Penolakan LCC Ulang oleh SMAN 1 Pontianak dan Versi Lite Pemberontakan Kaum Pintar
-
Gulir Panas LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar: Memandang Wajah Indonesia dalam Satu Ruangan
-
LCC 4 Pilar MPR dan Relasi Kuasa yang Menjadi Penyakit Akut Pemilik Kewenangan di Indonesia
-
Kampanye Less Waste More Future dan Cara Yoursay Kirimkan Paket yang Bikin Saya Pengin Meniru
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
Artikel Terkait
News
-
The Alana Yogyakarta Hadirkan "Alana Langgam Rasa", Destinasi Kuliner Authenthic Jawa di Yogyakarta
-
Petir Cup 2026 Usai, Semangat Menendang Masih Menggelegar
-
Tak Sekadar Riding, Begundal War Wer Tunjukkan Sisi Positif Komunitas Motor
-
Generasi Peduli Iklim, Komunitas yang Ubah Keresahan Jadi Aksi Nyata
-
Bukan Sekadar Seni: Bagaimana Teater Jaran Abang Mengubah Remaja Jogja Menjadi Sosok Berdaya
Terkini
-
Membaca Kilah: Saat Pelarian dari Realita Justru Menghancurkan Segalanya
-
Jalan Bandungan: Kritik Sosial Sastra Feminis Nh. Dini atas Orde Baru
-
4 Parfum Sandalwood Lokal Pas Buat Ngantor, Wanginya Sopan di Ruang Ber-AC
-
Pocong yang Menggantung di Teras Rumah Mas Dandi Malam Itu....
-
Konten Edukasi Semakin Banyak, tetapi Mengapa Polarisasi Tetap Tinggi?