Tidak bertahan lama setelah status pembatasan sosial dilonggarkan, Indonesia kini dihadapkan dengan serangan Covid-19 varian Omicron. Gelombang ketiga pandemi yang tampak nyata tentu membuat berbagai sektor berjuang menghadapi segala kemungkinan. Khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM).
Hal ini tentu tidak ingin menghadapi ragam persoalan yang telah terjadi seperti tahun lalu. Para pegiat UMKM telah mempersiapkan berbagai strategi dalam mempertahankan geliat usahanya. “Biar bagaimanapun, usaha harus terus berjalan, karena karyawan punya keluarga yang harus diberi makan," ungkap Fuad pelaku usaha UMKM di Jawa Timur.
Berbagai peraturan ketat yang diterapkan kepada para pelaku UMKM pada prinsipnya dirasa sangat memberatkan. Terlebih antara modal dan omset seringkali tidak dapat menutupi selama masa diberlakukannya aturan pembatasan sosial. Realitasnya, para customer lebih suka membeli secara langsung, dibandingkan melalui aplikasi berbasis online.
Khususnya bagi para pelaku UMKM yang bergerak di area kuliner. Dampak yang signifikan di tahun lalu nyatanya telah membuat banyak para pelaku UMKM gulung tikar. Sudah seharusnya hal ini dapat menjadi catatan penting bagi semua pihak terkait.
Selain daripada interaksi sosial yang terbangun, sistem budaya ramah tamah masyarakat Indonesia dirasa mulai aktif kembali dari masa istirahatnya. “Budaya kita kan suka ramah tamah dengan siapapun, nah, dari hal itulah kepercayaan pelanggan dapat terbangun," ungkap Afif pelaku UMKM lainnya.
“Strategi tentu ada dan telah dipersiapkan, karena kita akan selalu terima peraturan yang diberlakukan. Asal juga dapat mengerti kondisi para pelaku UMKM yang sudah puasa selama covid ini terjadi. Tahun 2022 baru saja mau bangkit lagi, kok malah rame kopad kopid maneh," tutup Fuad.
Semua sektor kehidupan tentu merasakan dampak yang signifikan. Namun, optimis adalah kunci utama dari sebuah perjuangan. Khususnya di masa pandemi kali ini. Semua harus dapat bertahan dengan solusi terbaik yang tidak saling merugikan.
Gelombang ketiga Covid-19 ini tentu akan sangat berat dihadapi, apabila para pemangku kebijakan publik tidak mengevaluasi dari berbagai persoalan yang terjadi pada masa lalu. Dengan harapan pemulihan ekonomi Indonesia dapat lekas kembali seperti sedia kala pasca pandemi nanti.
Tag
Baca Juga
Artikel Terkait
News
-
Darurat Karhutla Kalimantan, Jepang Kirim 600 Pasukan Khusus dan Kapal Amfibi
-
Udaranya Sudah di Tingkat Berbahaya, Korban ISPA di Kalimantan Tembus Ratusan Ribu Jiwa
-
Saatnya Ganti Provider agar Dunia dalam Genggaman
-
Pemasangan Spanduk Dilarang di Gedung Agung, Mahasiswa dan Polisi Berdebat
-
250 Polisi Kawal Demo Forum BEM DIY, Massa Diperkirakan 100 Orang
Terkini
-
Erick Thohir Bicara Target Indonesia di Asian Games 2026, Berapa Emas?
-
Ulasan Gadis Minimarket: Ketika Menjadi Berbeda Bukan Berarti Salah
-
Mesin Meledak di Sprint Race GP Aragon, Fabio Quartararo: Saya Sudah Tahu
-
Perempuan dan Beauty Fatigue: Saat Tren Kecantikan Mulai Terasa Melelahkan
-
Makin ke Sini Makin Banyak Istilah Baru, Memangnya Kita Paham Konteksnya?