Etos ID wilayah Majene kembali menggelar kegiatan pelatihan karya tulis ilmiah bertempat di Gedung Tasha Center, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), pada hari Minggu, 29 Mei 2022.
Kegiatan dihadiri oleh peserta dari penerima manfaat beasiswa Etos ID Majene angkatan 2018 dan 2021, serta peserta dari mahasiswa lain karena memang dibuka secara umum. Adapun pelatihan tersebut mengusung tema, "Kreatif Berpikir dan Menulis."
Inspirasi tema yang diangkat agar mahasiswa tidak sekadar mampu berpikir dengan kreatif, tetapi mampu kreatif untuk menulis. Dua keahlian itu mesti dimiliki seorang mahasiswa agar tidak menjadi mahasiswa yang biasa-biasa saja, tetapi mampu menjadi mahasiswa yang luar biasa.
Artinya bahwa mahasiswa mesti mampu menampakkan eksistensinya, yaitu salah satunya terlibat dalam program penulisan karya ilmiah. Mengingat penulisan karya ilmiah dapat diikuti dengan terlibat dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) maupun mengikuti lomba-lomba penulisan karya ilmiah.
Acara dimulai sekitar pukul 14.00 WITA yang dimoderatori oleh Budi. Usai Budi mengantar sedikit terkait dengan tema pada kegiatan tersebut, selanjutnya Mahsyar Taufik Abr, S.Pi dipersilahkan untuk menyampaikan materinya.
Sedikit gambaran bahwa kak Mahsyar sapaan akrabnya juga alumni penerima beasiswa Etos ID Bogor tahun 2014. Namun, sekarang kak Mahsyar sudah menjadi fasilitator Etos ID wilayah Majene.
Mahsyar saat memberikan materi banyak membahas terkait karya tulis ilmiah, seperti Skripsi dan Essay ilmiah. Dalam penyampaiannya, Mahsyar menjelaskan tentang karya Ilmiah, pentingnya menulis karya ilmiah, struktur penulisan karya ilmiah, dan cara menggali ide dalam penulisan karya ilmiah.
Menurutnya, bahwa karya ilmiah mesti kreatif dan mempunyai kebaruan ketimbang dengan ide-ide yang sebelumnya. Artinya bahwa ide bisa bersandarkan pada ide-ide sebelumnya, sehingga menghasilkan ide baru yang lebih kreatif dan unik. Bahkan penemuan ide pun bisa berangkat dari hal-hal yang sederhana sekalipun.
Di akhir penyampaian materi, para peserta diajak untuk memunculkan ide-ide kreatifnya dengan mengangkat topik tertentu. Misalnya mengangkat tentang persoalan sampah, maka peserta diajak memunculkan ide kreatifnya untuk mengatasi problem tersebut.
Kak Mahsyar juga memberikan contoh essay yang pernah ia lombakan dulu saat masih menjadi mahasiswa. Essay tersebut berhasil menyabet juara sehingga layak sebagai bahan percontohan untuk pembuatan essay. Menurutnya bahwa ketika ingin membuat karya ilmiah mesti banyak membaca karya ilmiah yang sebelum-sebelumnya sudah ada, baik itu essay maupun skripsi.
Baca Juga
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
-
Menonton Sirkus Kemiskinan: Sisi Gelap Konten Sedekah di Media Sosial
Artikel Terkait
-
5 Manfaat Hobi Menulis yang Harus Kamu Tahu, Baik untuk Kesehatan Otak
-
Mengetik Skripsi Matematika Tidak Semudah Ketik Skripsi Soshum
-
3 Alasan Kenapa Judul Proposal Skripsimu Tak Kunjung Diterima
-
Almetshaming: Ketika Memilih Kampus Berdasarkan Warna Almamater
-
Bikin Nangis! Anonim Ini Curhat Ibunya Diindikasi Kena Serangan Jantung Gara-gara Tahu Anaknya Benasib Buruk di Kampus
News
-
Ritel Adalah Cermin Sosial: Membaca Karakter Pelanggan dari Gaya Belanja Mereka
-
Urban Eco Journey: Cara Seru Trash Ranger Rayakan Ulang Tahun Sambil Menyelamatkan Bumi
-
FH UNY Berdayakan UMKM Desa Galuhtimur Lewat Legalitas Hukum & Inovasi Produk
-
Tim FIP UNY Bekali Guru PCM Tonjong Modul Ajar Berbasis Deep Learning
-
FH UNY Gelar PkM di MIM Tonjong, Kenalkan Pendekatan 'Deep Learning' untuk Guru Muhammadiyah
Terkini
-
Cerah Seketika! 5 Rekomendasi Serum Korea Kaya Vitamin C
-
Drakor Agent Kim Reactivated Ungkap Pakai AI untuk Adegan Misi Korea Utara
-
Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Perjuangan Swiss yang Dikhianati Pemainnya Sendiri
-
5 Tips Ampuh Memulai Percakapan Saat MPLS, Dijamin Gak Bakal Canggung!
-
Piala Dunia 2026: Norwegia Pulang dengan Kepala Tegak, Kok Bisa?