Mendapatkan kejutan ulang tahun menjadi kebahagiaan bagi seseorang. Apalagi kejutan ulang tahun diberikan oleh ayah tercinta.
Dalam unggahan video akun TikTok lailalaily01 memperlihatkan suasana keluarga di Malaysia yang sedang kumpul. Keluarga besar ini sedang asyik bercengkrama di teras rumah yang luas.
Tiba-tiba seorang ayah datang membawa kue ulang tahun dan buket jajan untuk merayakan bertambahnya usia anak perempuannya. Anak perempuan yang rambutnya diikat itu menghampiri sang ayah.
Lagu Happy Birthday dinyanyikan oleh sang ayah bersama dua pria dari keluarganya yang ikut membawakan hadiah. Sebelum memberikan kejutan ulang tahun, sang ayah menanyakan lebih dulu kepada putrinya ingin diberi kado apa.
Ayah bertanya lagi putrinya ingin diberi kado apa. Terdengar suara yang bilang kado 'boneka' tetapi anak perempuan ini hanya menggelengkan kepala.
Begitu pula saat ada yang bilang kado 'bicycle', ia juga tidak mau. Anak perempuan itu tampak berat ingin mengatakan kado apa yang diminta di hari ulang tahunnya kepada sang ayah.
Ia kemudian dengan malu dan bersuara lirih mengungkapkan kado yang diinginkannya, "Kakak mau ayah dan ibu bisa kembali bersama." Setelah mengungkapkan kado yang diinginkan, anak perempuan ini bergegas pergi menjauhi sang ayah.
Ingin Ayah dan Ibunya Bersatu Kembali
Ia pergi dengan wajah sedih dan menangis. Namun, sang ayah langsung memeluk erat putri kecilnya tersebut. Suasana yang semula ramai dengan sorak mendadak hening.
Semua orang yang ada di sana terharu mendengar ucapan dari anak perempuan ini. Bahkan, beberapa orang sampai meneteskan air mata.
Kado yang diinginkan oleh putrinya membuat ayah dan ibu nyesek mendengarnya. Kado itu sulit untuk diwujudkan oleh ayah dan ibu yang sudah berpisah.
"Bagaimanapun ibu ayah, tetap memberi kasih sayang pada anak-anak tidak kurang sedikit saja, kami berjanji," janji ayah dan ibu seperti dikutip oleh Yoursay.id, Senin (11/7/2022).
Warganet yang menonton video tersebut ikut terharu mendengar ucapan polos anak perempuan ini yang ingin ayah dan ibunya bersatu kembali.
"Dan aku nangis sekali," kata warganet.
"Aku pun ikut menangis," imbuh yang lain.
"Saya pun nangis sis, saya berpisah, anak bersama ibu. Terbayangkan bila anak saya berada ditempat kakak tuh," ungkap lainnya.
"Paham perasaan kakak, paham sangat," tanggapan warganet yang lain.
Baca Juga
-
Ganteng Kali Mas Dhimas Prasetyo, Kru Denny Caknan saat Cek Sound Bikin TerDhimas-Dhimas
-
Trend Sound 'Aku Ada Type' di TikTok, Profil Meerqeen Si Aktor Tampan yang Bikin Candu Gegara Konten Swipenya
-
Wanda Hamidah Tiba-Tiba Tulis Surat Terbuka untuk Presiden Jokowi, Ada Apa?
-
Petinggi Dunia Kenakan Batik Dihina saat Jamuan Gala Dinner KTT G20, Netizen Pasang Badan: Ini Pakaian Indonesia
-
Cek Besar Belanjaan Dewi Perssik, Aurel, dan Nagita Slavina di Shopee, Fuji: Wih Borong Abis Ibu-Ibu
Artikel Terkait
-
Video Viral Cewek di KRL Ini Mirip Nagita Slavina, Warganet: Itu Memang Dia
-
Masa Libur Berakhir, Wagub DKI Larang Anak Sekolah Nongkrong di Dukuh Atas Saat Jam Belajar
-
Pedofil Asal Klaten Gabung di Grup WhatsApp dan Facebook, Polisi Temukan Ribuan Video dan Foto Anak-Anak
-
Video Viral Karyawan Ekspedisi Secara Kasar Lempar Paket Barang Konsumen, Publik Murka!
-
Periksa Psikologis Pedofil Asal Klaten, Polda DIY: Dia Sadar Melakukan Sebuah Kejahatan
News
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
Terkini
-
Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?