Kenaikan harga terjadi di semua makanan, barang, logam mulia, bahkan properti. Tidak heran jika orang sekarang cenderung mencari harga yang lebih rendah untuk semua pembelian termasuk sewa kamar kos.
World Of Buzz melansir, membayar RM 300 atau sekitar Rp 1 juta untuk kamar kos terdengar memiliki luas dan fasilitas memadai. Namun, itu semua tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.
Baru-baru ini viral seorang pengguna media sosial Twitter flwrsxB membagikan cuitan foto kamar kos dengan biaya sewa per bulan sebesar RM 300 atau sekitar Rp 1 juta.
"Selamat pagi untuk semua orang kecuali orang yang menyewakan kamar ini," tulis pengunggah sebagai keterangan unggahannya seperti dikutip oleh Yoursay.id, Senin (01/08/2022).
Kos dengan harga semahal itu tidak sebanding dengan ukuran kamar dan fasilitasnya. Pasalnya kamar kos tersebut berukuran sangat sempit sekitar 1 kali 2 meter saja.
Kamar kos tersebut hanya menyediakan fasilitas kasur busa tipis dan kipas angin. Pemilik akun flwrsxB mengungkapkan jika kamar kos yang sempit, fasilitas minim, dan harga sewa selangit berada di Maluri, Cheras, Kuala Lumpur.
Katanya, kamar kos itu paling dekat jaraknya dengan stasiun LRT, Pavilion dengan dilengkapi pemandangan menara KLCC.
Cuitan yang dibagikan oleh akun Twitter flwrsxB viral, hingga kini sudah mendapatkan 14,6 ribu retweet dan 25,3 ribu suka. Cuitan ini mencuri perhatian warganet Malaysia.
Kamar Kos Lainnya
Beberapa dari mereka tidak menyukai apa yang harus mereka lihat dan menggambarkan kamar kos itu bak kuburan.
"Apakah kamar kos itu mengikuti ukuran kuburan?" komentar salah satu warganet.
"Kamar di Maluri seharusnya tidak semahal itu. Tapi unit dalam gambar terlihat seperti ukuran kuburan," sahut yang lain.
Beberapa warganet berbagi pengalaman mereka menyewa kamar dengan harga selangit tetapi ukuran sempit dan fasilitas minim.
"Milik saya memiliki tempat tidur dan saya membayar RM 350 atau sekitar Rp 1.169.000 tetapi hanya bertahan sebulan. Membawa aku pergi ke tempat yang lebih baik. Saya masih tidak mengerti mengapa kamar di Maluri seperti ini," ungkap warganet dengan menyertakan foto kamar kos lamanya.
"Tidak hanya di KL, saya dulu bekerja di Segmar, Johor di mana 1 lot toko memiliki 10 kamar terisolasi dengan hanya 1 kamar mandi bersama. Kami seperti ikan sarden," cerita yang lain.
Seorang warganet membagikan foto kamar kos di Hongkong yang sama-sama sempit seperti kamar kos di Maluri.
"Orang-orang di KL akan segera menjadi seperti orang-orang dari Hongkong," keterangan cuitannya.
Baca Juga
-
Ganteng Kali Mas Dhimas Prasetyo, Kru Denny Caknan saat Cek Sound Bikin TerDhimas-Dhimas
-
Trend Sound 'Aku Ada Type' di TikTok, Profil Meerqeen Si Aktor Tampan yang Bikin Candu Gegara Konten Swipenya
-
Wanda Hamidah Tiba-Tiba Tulis Surat Terbuka untuk Presiden Jokowi, Ada Apa?
-
Petinggi Dunia Kenakan Batik Dihina saat Jamuan Gala Dinner KTT G20, Netizen Pasang Badan: Ini Pakaian Indonesia
-
Cek Besar Belanjaan Dewi Perssik, Aurel, dan Nagita Slavina di Shopee, Fuji: Wih Borong Abis Ibu-Ibu
Artikel Terkait
-
Wisatawan Injak Pedestrian Malioboro yang Dicor Jadi Sorotan, Sekda DIY: Perilakunya Tak Pantas
-
Keajaiban Tangan MUA Ini Rias Wajah ala Make Up Pengantin Tahun 80-an Bikin Melongo
-
Gegara Om dan Temannya Tinggal Seenak Jidat di Rumah, Hubungan Ibu dan Anak ini Jadi Retak, Publik: Usir Ajalah
-
Cuma Habis Rp3.000 untuk 2 Hari, Cowok Ini Ungkap Tips Makan Hemat ala Anak Kos
News
-
Ritel Adalah Cermin Sosial: Membaca Karakter Pelanggan dari Gaya Belanja Mereka
-
Urban Eco Journey: Cara Seru Trash Ranger Rayakan Ulang Tahun Sambil Menyelamatkan Bumi
-
FH UNY Berdayakan UMKM Desa Galuhtimur Lewat Legalitas Hukum & Inovasi Produk
-
Tim FIP UNY Bekali Guru PCM Tonjong Modul Ajar Berbasis Deep Learning
-
FH UNY Gelar PkM di MIM Tonjong, Kenalkan Pendekatan 'Deep Learning' untuk Guru Muhammadiyah
Terkini
-
Menelisik Sisi Gelap Kejiwaan Manusia dalam Film Obsession
-
Jelajahi Jakarta Lewat Stamp Hunting MRT, Seru dan Ramah di Kantong
-
Mengejar Koruptor Tak Perlu ke Antartika! Cukup Penegakan Hukum Konsisten
-
Argentina ke Semifinal! Rating Pemain Jadi Sorotan Usai Tumbangkan Swiss
-
Budaya 'Kondangan Akademik' Mahasiswa: Bentuk Dukungan atau Tekanan Sosial?