Beberapa waktu yang lalu, masyarakat luas sempat dihebohkan dengan ekspresi dingin seorang Puan Maharani saat membagikan kaus kepada kerumunan pendukungnya. Dalam sebuah video pendek yang viral tersebut, puteri dari Megawati Soekarnoputri tersebut kedapatan berwajah cemberut saat bagi-bagi kaus.
Setelah beberapa waktu tak merespon beragam sentilan warganet, Puan Maharani akhirnya buka suara mengenai hal tersebut. Baru-baru ini, melalui channel YouTube Kompas TV, cucu presiden pertama Republik Indonesia tersebut menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Dalam sebuah program ekslusif yang dipandu oleh jurnalis senior Rosianna Silalahi tersebut, Puan Maharani yang hadir sebagai bintang tamu menjelaskan secara rinci mengenai kecemberutan yang dilakukan olehnya.
"Nah, karena mbak Puan bilang cemberut, ada yang sangat viral sekali soal kecemberutannya mbak Puan," komentar Rosi yang kemudian disusul dengan pemutaran video Puan membagi-bagikan kaus dengan mimik wajah cemberut di Bekasi medio bulan September 2022 lalu.
BACA JUGA: Profil dan Biodata Lengkap R'Bonney Gabriel, Miss Universe 2022 dari AS yang Punya Darah Filipina
"Mbak Puan, judes amat? Apa sih yang terjadi sebenarnya?" Tanya Rosi.
Mendapatkan pertanyaan seperti itu, Puan Maharani menghela nafas panjang sebelum pada akhirnya memberikan jawaban.
"Ya pokoknya, atas kejadian itu, pada kesempatan ini saya minta maaf kalau kemudian kok judes banget, kok cemberut banget saya minta maaf," ujar Puan mulai memberikan jawaban.
"Karena apa? situasinya pada saat itu panas banget, terik, kemudian rakyat banyak. Ada yang mau salaman, ada yang mau minta kaus. Tapi kemudian tim yang ada di lapangan itu harusnya lebih sigap dalam membantu saya untuk membagi-bagi kaus, tapi ternyata tidak sesuai dengan harapan, jadi kemudian terjadilah hal seperti itu," lanjutnya.
BACA JUGA: Waktu Peluncuran Xiaomi 13 Ultra Diprediksi Molor
"Sebagai manusia ada juga kadang kala bad-mood lah, karena panas lah, rakyat banyak, kemudian situasinya tidak mendukung. Tapi intinya adalah saya minta maaf kalau kemudian itu bikin sepertinya kok gini sih gitu aja, saya katakan pada kesempatan kali ini. Karena nggak ada kata lain," jelasnya panjang lebar.
Selain menyampaikan permohonan maaf, Puan juga menjelaskan bahwa sejatinya sasaran kemarahannya waktu itu adalah timnya, bukan rakyat. Karena menurutnya, dalam kondisi yang sudah sangat terik seperti itu, seharusnya timnya bisa bekerja lebih cepat agar massa yang berkumpul di sana juga bisa lebih cepat untuk berteduh.
Nah, itu dia penjelasan dari Puan Maharani. Kalau menurut teman-teman pembaca gimana, nih?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
FIFA Series 2026: Ajang Debut yang Sudah Pasti Bakal Menguras Pemikiran John Herdman
-
Dilepas FC Utrecht, Ada 3 Alasan yang Seharusnya Bisa Bikin Ivar Jenner Memilih Tetap di Eropa
-
Minim Menit Bermain di Eropa, Marselino Harus Berani Membuat Keputusan Besar Demi Kariernya!
-
Dear Ivar Jenner, Meskipun Tak Miliki Klub, Tolong Jadikan Liga Indonesia sebagai Opsi Terakhir!
-
Maarten Paes, Ajax Amsterdan dan Beban Pembuktian Julukan Mewah yang Dia Umumkan Sendiri
Artikel Terkait
News
-
Niat Cari Jajanan Kaki Lima, Turis di Tailan Malah Disuguhi Makanan di Acara Duka
-
Mengenal Legenda Putri Mandalika di Balik Tradisi Bau Nyale 2026 di Lombok Tengah
-
Krisis Demografi Mereda? Angka Kelahiran Korea Selatan Tertinggi dalam 18 Tahun
-
Cara Mengaktifkan 2FA: Langkah Mudah Lindungi Akun Media Sosial dari Peretas
-
Cara Mendapatkan Cicilan HP 0 Persen: Tips Cerdas Ganti Ponsel Tanpa Boncos
Terkini
-
Harga Terjun Bebas! 5 Flagship Ini Makin Masuk Akal Dibeli
-
4 Serum Anti-Aging Tanpa Pewangi dan Alkohol yang Gentle untuk Kulit Sensitif
-
Membaca Lebih Putih Dariku: Perjuangan Identitas di Tengah Rasisme
-
Bikin Tensi Naik! Ini 5 Biang Kerok Anime Hobinya Nge-Prank Teman Sendiri
-
4 Daily Mask Korea Panthenol, Rahasia Skin Barrier Sehat Setiap Hari