Jessica Kumala Wongso sebagai terpidana pembunuh Wayan Mirna Salihin hari ini merayakan ulang tahun ke-35 tahun di balik jeruji besi. Sosoknya sendiri belakangan ini ramai diperbincangkan setelah film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso viral.
Usai film tersebut tayang, tak sedikit yang meragukan jika Jessica Wongso adalah pembunuh Mirna. Terlepas dari itu, ia telah menjalani tahanan selama 7 tahun dari hukumnan yang dijatuhkan 20 tahun penjara.
Jessica Wongso pada saat pertama kali mendekam di tahanan atas kasus kopi sianida masih berusia 28 tahun. Tak terasa hari ini Senin (9/10), ia telah bertambah usia ke 35 tahun.
Berikut potret Jessica Wongso selama menjadi tahanan di penjara:
1. Sel Tahanan Jessica Wongso
Kamar berukuran sempit ini adalah sel tahanan yang ditinggali Jessica Wongso. Ranjang kecil yang muat untuk satu orang menjadi tempatnya beristirahat.
Jesssica Wongso dalam foto itu terlihat menyunggingkan senyum sumringah dengaan tampil mengenakan pakaian sederhana kaos oblong warna hijau tosca, celana jin panjang, serta sandal jepit. Ia mengingkat rambutnnya ke belakang.
2. Menerima Kunjungan
Masih dengan pakaian yang sama, Jessica Wongso di ruang berbeda di penjara tampak sedang menerima kunjungan. Raut wajah ceria tetap ia perlihatkan saat berhadapan dengan orang lain.
Sahabat Mirna ini juga tak segan berpose menggenggam tangan seperti mengisyaratkan semangat dalam diri.
3. Menjalani Kegiatan Merajut
Jessica Wongso selama menjadi tahanan di penjara mengisi hari-harinya dengan kegiatan positif. Salah satu kegiatan yang dilakukannya yaitu merajut.
Ia begitu piawai merajut satu per satu benang untuk dijadikannya kerajinan bernilai. Ia juga tampak senang menjalani kegiaran ini.
Otto Hasibuan sang pengacara sempat menuturkan bahwa Jessica Wongso menjalani berbagai kegiatan yang bermanfaat baginya dan tahanan lain.
"Di pintar, dia di sana memberikan perlajaran bahasa Inggris pada tahanan. Dia menjadi desainer bisa desain, dia dapat pujian di sana, positif sekali," kata Otto dalam podcast bersama Deddy Corbuzier.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Harga Sebuah Peluang: Mengapa Pengambil Risiko Lebih Sering Menang dalam Perlombaan Karier?
-
Sianida di Balik Topeng Kesopanan Bangsawan Inggris dalam An English Murder
-
Jeng Yah dan Perlawanan Sunyi Merebut Ruang Sejarah dalam 'Gadis Kretek'
-
Melindungi Anak, Melindungi Masa Depan: Mengapa Imunisasi Tak Bisa Ditawar?
-
Terluka Bertubi-tubi di Novel Asavella Karya Alfida Nurhayati Adiana
Artikel Terkait
News
-
Majelis Pendidikan Dasar & Menengah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tawangsari Gelar Penguatan Ideologi
-
Kerumunan Terakhir: Ketika Harga Diri Runtuh di Hadapan Penghakiman Netizen
-
Waspada Spyware! Ciri HP Kamu Sedang Disadap dan Cara Ampuh Mengatasinya
-
Sudah Tahu Belum? 7 Tradisi dan Pantangan Imlek Pembawa Keberuntungan
-
Valentine Kelabu: Mengenali Gejala Mati Rasa atau Emotional Numbness dalam Hubungan
Terkini
-
Harga Sebuah Peluang: Mengapa Pengambil Risiko Lebih Sering Menang dalam Perlombaan Karier?
-
Sianida di Balik Topeng Kesopanan Bangsawan Inggris dalam An English Murder
-
Jeng Yah dan Perlawanan Sunyi Merebut Ruang Sejarah dalam 'Gadis Kretek'
-
Melindungi Anak, Melindungi Masa Depan: Mengapa Imunisasi Tak Bisa Ditawar?
-
Terluka Bertubi-tubi di Novel Asavella Karya Alfida Nurhayati Adiana