Di tengah jutaan massa yang hadir dalam acara Mlaku Bareng AMIN di Sidoarjo Jawa Timur pada Minggu (15/10/2023), calon wakil presiden (cawapres), Muhaimin Iskandar, berjanji akan menyelamatkan Palestina dari penjajahan Israel jika pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) menang dalam Pilpres 2024.
"Ya Allah, menangkanlah AMIN. Ya Allah, jadikanlah bangsa ini bangsa yang makmur, bangsa yang adil, dan bangsa yang sejahtera. Ya Allah, jadikanlah bangsa ini bangsa yang kuat, kuat, dan kuat, sehingga bisa menolong bangsa-bangsa yang lain, khususnya menolong bangsa Palestina. Amin," ucap Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akrab disapa Cak Imin itu, seperti dikutip dari cuplikan video unggahan Instagram @lamputerangofficial pada Rabu (18/10/2023).
Cak Imin berdoa agar Indonesia menjadi negara yang kuat. Sebagai negara yang besar dan kuat, Cak Imin yakin Indonesia mampu menolong negara lain yang kesusahan seperti Palestina.
"Kita mampu menolong, betul? Karena kita kuat, karena kita berdaya, karena kita bangsa yang besar," tambah Cak Imin.
Pernyataan sekaligus janji Cak Imin tersebut mendapat berbagai respon dari warganet. Sebagian setuju, sementara sebagian yang lain tidak.
"Kok negara orang? Negara sendiri masih banyak yang perlu dibantu, Pak," tulis @hendripu*** di kolom komentar.
"Selametin bangsa sendiri dulu deh, Pak. Urus dulu kemiskinan sama korupsi," saran @rizky_***.
BACA JUGA: Ditetapkan sebagai Cawapres bersama Ganjar Pranowo, Mahfud MD Banjir Dukungan dari Para Tokoh
"Amiiin, niat saja sudah berarti berdoa, Pak," timpal @abdias***.
Sejak Sabtu (7/10/2023) ribuan warga Palestina dikabarkan tewas dalam perang antara Hamas versus Israel. Perang itu dipicu oleh tentara Hamas yang melakukan serangan mendadak dari segala penjuru.
Ketika itu, Hamas melakukan serangan serentak terhadap Israel, termasuk peluncuran roket dan penyusupan ke Israel lewat jalur darat, laut, dan udara, sehingga banyak korban dari warga Israel yang berjatuhan akibat serangan tersebut.
Tidak terima diserang ketika kondisi tidak siap, Israel pun membalas serangan Hamas sehingga perang tidak bisa lagi dibendung sampai saat ini.
Konflik Palestina-Israel kini bertambah panas. Perang tersebut membentuk dua kubu. Dukungan yang diberikan tersebut tidak lepas dari kepentingan politik dan sentimen setiap negara terhadap Palestina dan Israel.
Negara yang terang-terangan mendukung Israel antara lain Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Perancis dan Australia. Sedangkan negara yang mendukung Palestina adalah Iran, Qatar, Arab Saudi, Afrika Selatan, dan lain-lain.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Menghentikan Lingkaran Geng Pelajar: Tanggung Jawab yang Tak Bisa Ditunda
-
Bye-Bye Powerbank! Redmi Siapkan HP dengan Baterai Raksasa 12.000 mAh
-
Rel Padat dan Sistem Renggang: Catatan Kritis dari Kecelakaan KRL di Bekasi Timur
-
Era Baru Smartphone: 5 HP 2026 dengan Daya Tahan 3 Hari dan Performa Ngebut
-
Andrie Yunus dan Bayang-Bayang Marsinah: Sejarah yang Terasa Berulang
Artikel Terkait
News
-
Sisi Gelap Internet: Ketika Privasi Menjadi Ruang Nyaman bagi Para Predator
-
Rekor Baru! Sabastian Sawe Jadi Manusia Pertama Lari 42 Km di Bawah 2 Jam
-
Kurangi Ketergantungan Diesel, IESR Desak Prioritaskan PLTS di Daerah Terpencil
-
Dari Gubuk Seng di Pinggir Rawa ke Universitas Glasgow: Perjalanan Hengki Melawan Keterbatasan
-
5 Moisturizer Paling Sering Direkomendasikan Dermatolog, Andalan untuk Skin Barrier Sehat
Terkini
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
-
Jejak Intelijen dan Napas Pancasila: Belajar Keteguhan dari Seorang Asad Said Ali
-
5 iPhone Turun Harga Mei 2026, Mana yang Paling Worth It?
-
Joget Kicau Mania di Hari Buruh: Apa yang Sebenarnya Dirayakan?
-
Prahara Iman di Balik Cadar Prasangka: Luka Kemanusiaan dalam Novel Maryam