Anak Machica Mochtar dan Letnan Jenderal TNI (Purn) Moerdiono, Iqbal Ramadhan belakangan ini menjadi sorotan publik usai diamankan aparat kepolisian saat ikut berdemonstrasi Kawal Putusan MK di depan Gedung DPR/MPR RI, Kamis (22/8/2024).
Iqbal Ramadhan menjadi salah satu korban dugaan penganiayaan dan kekerasan aparat dalam unjuk rasa itu. Namun, selama menjalani proses pemeriksaan dan pengamanan tersebut, Iqbal sama sekali tak pernah terpikirkan untuk menggunakan nama besar ayahnya yang merupakan seorang Jenderal TNI pada masa Orde Baru.
Dalam acara Rakyat Bersuara bersama Aiman Witjaksono, Iqbal membeberkan dugaan kekerasan yang dialaminya dari oknum petugas, tetapi ia sama sekali tak mencari perlindungan di balik nama besar ayahnya saat berada di situasi mengerikan tersebut.
"Memang benar ayah saya seorang Jenderal TNI dan pejabat tinggi di era Orde Baru. Namun, saya terlahir dari rahim seorang perempuan, seorang ibu yang penuh dengan perjuangan," ujar Iqbal, dikutip dari potongan video yang diunggah kembali oleh akun X @MichelAdam7__, Rabu (28/8/2024).
Iqbal Ramadhan mengaku tidak sedikit pun terpikir untuk memanfaatkan nama besar ayahnya agar diberikan pengampunan oleh aparat yang sedang menyiksanya. Ia menerangkan jika dirinya merasa seperti bagian dari masyarakat kecil saat ditangkap.
"Saya tidak pernah menggunakan nama besar almarhum ayah saya untuk kepentingan pribadi. Saya menjaga rapat latar belakang kedua orang tua saya," beber Iqbal.
"Bahkan, ketika saya berada pada situasi yang sangat mengerikan di hadapan aparat bersenjata yang melecehkan, memukul, dan menendang kepala saya, tidak sedikit pun terpikirkan untuk memanfaatkan nama besar ayah saya, agar diberikan pengampunan oleh aparat yang sedang menyiksa saya," imbuhnya.
Iqbal menjaga rapat latar belakang kedua orang tuanya ketika berada di hadapan aparat tersebut, sebab ia ingin merasakan secara langsung menjadi masyarakat kecil saat ditangkap dan ditahan.
"Hanya satu yang saya ingin ketahui, bagaimana rasanya menjadi masyarakat kecil saat mereka ditangkap dan ditahan oleh aparat keamanan karena menuntut hak-haknya. Hak untuk bebas dari penyiksaan adalah hak semua anak bangsa di atas bumi manusia," terang Iqbal.
Lebih lanjut, pada kesempatan tersebut Iqbal menambahkan, dirinya dilahirkan di tengah keluarga yang tidak bergelimang harta maupun kekuasaan. Ia diharapkan kelak menjadi anak yang berguna bagi masyarakat dan mampu membela orang-orang lemah.
"Saya bukan seorang anak yang hidup dalam kemewahan dan kekuasaan. Sejak kecil saya berjuang melawan ketidakadilan. Ibu saya selalu menanamkan nilai-nilai keadilan dan welas asih. Harapan terbesar ibu saya adalah agar saya bisa berguna bagi masyarakat dan berpihak kepada mereka yang terpinggirkan," tandas Iqbal.
Sebagaimana diketahui, Letnan Jenderal TNI (Purn) Moerdiono adalah Menteri Sekretaris Negara Indonesia pada Kabinet Pembangunan V (1988–1993) dan Kabinet Pembangunan VI (1993–1998).
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Humor Jurnalistik: Belajar Menulis Tajam Tanpa Harus Mengernyitkan Dahi
-
Samsung Galaxy A07s Resmi Meluncur, Bawa Helio G99+, Baterai 5.000 mAh dan Update OS 6 Tahun
-
Ingin Beli Galaxy S26 FE Lebih Hemat? Ini Cara Dapat Potongan Rp500 Ribu
-
Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?
-
Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?
Artikel Terkait
-
Profil Iqbal Ramadhan, Tak Gunakan Nama Besar Orangtua Meski Dipukuli Aparat
-
Warganet Serukan Darurat Kekerasan Aparat, Polisi Kian Dimusuhi?
-
Lazim Digunakan Aparat untuk Membubarkan Massa Aksi, Ini 3 Bahaya Terkena Gas Air Mata
-
Profil dan Karier Machica Mochtar, Anaknya Sempat Hilang dan Cidera Usai Ikut Aksi #KawalPutusanMK
-
Hidung Patah Gegara Ditendang Aparat Saat Demo, Bagaimana Keadaan Iqbal Anak Machica Mochtar Sekarang?
News
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
Terkini
-
5 Peptide Sheet Mask untuk Samarkan Garis Halus dan Bikin Kulit Kenyal
-
Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah
-
Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang
-
Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta
-
Tidak Semua Harus Dibagikan, Ini Alasan Pentingnya Membangun Batas Privasi di Dunia Maya