Menyebarluaskan konten yang bermanfaat di jejaring media sosial merupakan salah satu cara berdakwah yang baik di era digital. Hal itu sudah dilaksanakan secara konsisten oleh Ekstrakurikuler Multimedia & Broadcasting yang berkolaborasi dengan Ekstrakurikuler Ikatan Remaja Masjid yang sudah dimulai sejak beberapa tahun silam.
Konten tersebut diunggah di setiap harinya menjelang berbuka puasa dan diproduksi 30 video untuk disebarkan melalui media sosial, yakni YouTube, Instagram, dan WhatsApp. Tetapi, pada tahun ini terdapat perubahan, baik tempat dan pendakwah yang ditampilkan.
Syuting konten ODOV dilaksanakan selama tiga kali berturut-turut yaitu pada hari Rabu (26/2/2025) hingga Jumat (28/2/2025) di Masjid Agung Baing Yusuf dan Alun-Alun Purwakarta. Setiap materi yang dipaparkan berbeda-beda, seperti melakukan tausiah dan murottal dengan perwakilan 25 orang berasal dari IRMA dan 5 orang dari MMBC.
"Alhamdulillah, tahun ini ODOV kembali hadir dengan konsep yang lebih segar. Kami berharap melalui dakwah digital ini, semakin banyak generasi muda yang mendapatkan manfaat dan inspirasi untuk mendekatkan diri kepada Allah, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah," ucap Iqbal, Ketua Ikatan Remaja Masjid SMA Negeri 1 Purwakarta.
Sebagai contoh konten ODOV yang sudah diproduksi, video itu sudah diunggah pada hari pertama di bulan Ramadan. Pemateri tersebut adalah Haidar Chandra Lesmana yang memaparkan tausiah mengenai menyambut Ramadan dengan hati yang bersih.
Video tausiah berdurasi minimal 2 menit dan maksimal sekitar 4 menit dengan menggunakan pakaian khas khaki. Dengan penyampaian singkat namun bermakna, diharapkan video ini dapat memberikan wawasan dan motivasi bagi para penonton dalam menyambut bulan suci dengan hati yang bersih dan penuh kesadaran spiritual.
Oleh karena itu, adanya konten inspiratif yaitu One Day One Video (ODOV) dapat dijadikan sebagai nasihat dan kata-kata motivasi sembari ngabuburit menjelang berbuka puasa. Konsistensi ini dilakukan oleh kedua eskul untuk menghadirkan konten yang bermanfaat dan relevan bagi para penonton, khususnya generasi muda.
Harapannya ODOV dapat tetap terlaksana di kemudian hari pada bulan Ramadan selanjutnya. Mungkin bisa saja dengan ide kreatif lain yang terus mengalir dalam pembuatan konsep videonya.
Baca Juga
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Janji Kampanye dan Realitas Politik: Menakar Jarak Antara Prabowo dan Pascabowo
-
PPDB Jabar 2026 Kacau, Dedi Mulyadi Semprot Dinas Pendidikan: Seperti Ikan Gurame di Laut!
-
Evaluasi Barikade Demonstrasi: Belajar Merawat Demokrasi dari Korea Selatan
-
Maraknya Buzzer Pemburu Receh: Antara Miskin Ekonomi dan Miskin Harga Diri
Artikel Terkait
News
-
Ratusan Warga Antusias Ikuti Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Sunrise Mall Mojokerto
-
Lari dari Adiksi Gawai dan Stres Domestik: Para Ibu di Klabu Temukan Kewarasan Lewat Literasi
-
RM Cempaka Sari: Oase Kuliner Minang di Jambi yang Menjaga Keaslian Resep Turun-Temurun
-
Pesta 15 Tahun MAPPA: Banjir Pengumuman Anime Kelas Berat yang Wajib Masuk Daftar Tonton!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
Review Film Cocktail 2: Racikan Ego, Kesetiaan, dan Badai Asmara di Sisilia
-
Kejutkan Publik! Anne Hathaway Pamer Baby Bump untuk Anak Ketiga
-
Tuhan, Aku Ingin Sembuh: Buku Healing Bernuansa Spiritual yang Menguatkan
-
Piala Dunia 2026: Tunduk di Tangan Jepang, Tunisia Jadi Tim Ketiga yang 'Mudik'
-
Sisi Lain Piala Dunia 2026: Mengapa Fanwar di Media Sosial Susah Diredam?