Scam bukan lagi sekadar penipuan kecil-kecilan. Menurut Reski Damayanti, aktivis yang kini mengetuai GASA (Global Anti Scam Alliance) dalam Executive Talk Suara.com, fenomena ini sudah berubah menjadi sebuah industri dengan sistem yang rapi.
“Scam sudah menjelma menjadi industri,” ujar Reski dalam wawancara dengan Suara.com. Ia menekankan bahwa pelaku kini bekerja dengan modal besar, strategi canggih, dan bahkan perhitungan keuntungan yang rinci.
“Mereka sudah invest dengan segala macam teknologi dan tools. Terus mereka juga udah ngeliatin P&L-nya. Nanti profitnya diinvestasikan lagi,”ujarnya.
Bagaimana Scam Bekerja?
Saat ini pelaku scam semakin lincah dalam operasinya. Mereka pintar dalam memanfaatkan psikologi korban. Saat ini website-website profesional, testimoni palsu, serta iklan yang menarik digunakan untuk memancing perhatian. Bahkan kadang mereka menciptakan perasaan mendesak agar orang cepat untuk mengambil keputusan.
“Scam itu bentuknya bisa macam-macam,” jelas Reski. Mulai dari investasi bodong, penawaran kerja palsu, hingga modus telepon yang paling sering dijumpai.
Seiring berkembangnya teknologi, maka akan semakin mudah dan kreatif pula scammer melakukan aksinya, sehingga kita juga harus semakin berhati-hati.
”Kalau misalnya ada nomor aneh ya mbak, tadi telepon ke mbak, bisa kelihatan bahwa ini nomor modus, atau mungkin nomor tidak dikenal, atau ada potensi scam,” kata Reski.
Cara Menghindari Scam
Melalui pengalamannya dalam membangun aliansi anti scam GASA, Reski membagikan beberapa cara mudah untuk melindungi diri dari potensi scam:
Periksa kredibilitas, jangan mudah percaya, segera cari ulasan, dan pastikan bahwa ada bukti resmi.
Jangan terburu-buru, biasanya kalau ada tawaran mendesak itu justru jadi lampu merah. Kamu harus luangkan waktu terlebih dahulu untuk berpikir.
Waspada dengan tawaran yang terlalu bagus, biasanya imbalan yang tinggi dengan risiko rendah itu penipuan.
Lindungi data pribadimu, kamu tidak boleh sembarangan kasih nomor KTP, rekening, password atau OTP ke siapapun.
Gunakan platform yang aman, kamu harus pintar-pintar memilih marketplace atau aplikasi yang sudah terverifikasi dan punya jaminan proteksi untuk konsumennya.
Laporkan! “Setiap ada scam yang penting adalah lapor. Karena kita perlu data untuk belajar. Pattern-nya seperti apa. Enggak usah malu untuk lapor. Itu yang paling penting lapor,” tegas Reski.
Reski juga menceritakan bahwa melawan scam tidak dapat dilakukan seorang diri. Menurutnya, berbagai komponen dalam masyarakat dan sosialnya perlu bekerja sama agar rantai ini dapat terputus.
Yang paling penting, perlu kamu ingat bahwa scam bukan hanya urusan individu. Ini merupakan bisnis terorganisir yang punya modal besar dan teknologi yang mumpuni. Namun dengan kesadaran yang penuh, langkah pencegahan, serta keberanian untuk melapor kita semua dapat memperkecil resiko penipuan dan menjadi korban.
Sesuai yang dikatakan oleh Reski, “Scam sudah menjelma menjadi industri.” Maka untuk melawannya kita juga harus bergerak sebagai sebuah jaringan yang solid.
Penulis: Flovian Aiko
Baca Juga
-
Saatnya Mengaku: Kita Scrolling Bukan Mencari Hiburan, Tapi Lari dari Kenyataan
-
Paradoks Digital Nomad: Penyelamat Ekonomi atau Penjajahan Modern?
-
Suara Kerekan dari Sumur Tua di Belakang Rumah Ainun
-
Menyusuri Gelap Kota di Taksi Malam: Antara Realita dan Moral yang Rapuh
-
4 Serum Lokal Vitamin C untuk Cegah Kulit Kusam dan Lelah Akibat Polusi
Artikel Terkait
-
Awas Boncos! 5 Trik Penipuan Online Ini Bikin Dompet Anak Muda Ludes Sekejap
-
Reski Damayanti: Mengorkestrasi Aliansi dalam Perang Melawan Industri Scam
-
IM3 Gandeng Motorola Moto g86 POWER 5G Hadirkan HP 5G Murah dan Anti-Scam!
-
Waspada! Kenali Ciri-ciri Penipuan Produk Emas Logam Mulia Secara Online
-
Terungkap! Cara Kerja "Industri" Scam yang Rapi: Modus Terbaru Bikin Ngeri!
News
-
Tragedi Lansia di Pekanbaru: Ketika 'Mantan Keluarga' Rancang Skenario Maut Demi Harta
-
Di Tengah Ramainya Malioboro, Komunitas Andong Ini Terhubung Lewat Selapan
-
Hari Buruh Sedunia: Perjuangan Pekerja Melawan Jam Kerja yang Mencekik
-
Sisi Gelap Internet: Ketika Privasi Menjadi Ruang Nyaman bagi Para Predator
-
Rekor Baru! Sabastian Sawe Jadi Manusia Pertama Lari 42 Km di Bawah 2 Jam
Terkini
-
Saatnya Mengaku: Kita Scrolling Bukan Mencari Hiburan, Tapi Lari dari Kenyataan
-
Paradoks Digital Nomad: Penyelamat Ekonomi atau Penjajahan Modern?
-
Suara Kerekan dari Sumur Tua di Belakang Rumah Ainun
-
Menyusuri Gelap Kota di Taksi Malam: Antara Realita dan Moral yang Rapuh
-
4 Serum Lokal Vitamin C untuk Cegah Kulit Kusam dan Lelah Akibat Polusi