Baca 10 detik
- Menteri Keuangan Purbaya menolak mentah-mentah usulan DPR untuk mengadakan tax amnesty (pengampunan pajak) jilid berikutnya.
- Menurut Purbaya, tax amnesty yang berulang akan memberi insentif buruk bagi wajib pajak untuk tidak patuh karena mereka akan selalu menunggu pengampunan selanjutnya.
- Pemerintah lebih memilih fokus pada pengelolaan pajak yang sehat, pengawasan ketat, dan penegakan hukum yang tegas daripada memberikan pengampunan berulang.
Wacana pengampunan pajak atau tax amnesty kembali mencuat setelah DPR mengusulkan agar kebijakan tersebut dimasukkan dalam program legislasi prioritas. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa langsung memberi respons tegas.
Ia menolak mentah-mentah gagasan tersebut karena dinilai justru bisa merusak sistem perpajakan dan kepatuhan wajib pajak di Indonesia.
Menurut Purbaya di kompleks Istana Kepresidenan pada Jumat malam (19/9/2025), kebijakan tax amnesty sebaiknya tidak dilakukan berulang kali. Jika dilakukan terus-menerus, masyarakat akan berpikir bahwa mereka bisa menunda kewajiban membayar pajak dengan alasan akan selalu ada pengampunan di kemudian hari.
“Kalau dua tahun ada tax amnesty, itu akan memberi insentif kepada orang-orang untuk kibul-kibul. Mereka akan pikir, dua tahun lagi ada tax amnesty lagi. Jadi itu bukan sinyal yang bagus,” tegasnya, dikutip dari Suara.com pada Sabtu (20/9/2025).
Pernyataan keras Purbaya ini muncul di tengah langkah Badan Legislasi (Baleg) DPR RI yang tetap memasukkan RUU Pengampunan Pajak ke dalam daftar Prolegnas Prioritas 2025.
Bahkan, Komisi XI DPR juga memperkuat usulan tersebut. Artinya, meskipun menuai kritik dari pemerintah, pembahasan mengenai tax amnesty masih terus bergulir di parlemen.
Sebagai seorang ekonom, Purbaya menekankan bahwa pemerintah seharusnya fokus pada pengelolaan pajak yang sehat, transparan, dan konsisten. Menurutnya, penerimaan negara sebaiknya dikelola dengan cara yang benar melalui pengawasan yang ketat dan penegakan hukum yang tegas bagi wajib pajak yang nakal.
“Yang pas adalah jalankan program-program pajak yang betul, collect yang betul, kalau nggak ada yang salah dihukum. Tapi kita jangan meres gitu,” ujarnya lagi.
Tak hanya itu, Purbaya juga mengingatkan bahwa pajak merupakan instrumen vital untuk membiayai kepentingan publik, bukan sekadar instrumen politik yang memberi ruang pengampunan berulang kepada pihak-pihak yang tidak patuh.
“Kalau udah punya duit, ya dibelanjain,” pungkasnya, menegaskan bahwa penerimaan pajak harus dipastikan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik.
Dengan sikap tegasnya, Purbaya menolak ide pengampunan pajak jilid berikutnya karena dinilai lebih banyak mudarat ketimbang manfaatnya. Sementara DPR masih mendorong agar RUU ini dibahas, perdebatan mengenai efektivitas tax amnesty tampaknya akan terus berlanjut.
Pada akhirnya, kebijakan fiskal yang sehat dan adil diyakini menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus mendorong kepatuhan pajak di Indonesia.
Baca Juga
-
Nobar Piala Dunia Jadi Momen Bonding Keluarga yang Tak Tergantikan
-
Mau Tampil Classy? Ini 4 OOTD Earthy Chic ala Yoona SNSD yang Menawan
-
Prioritaskan Piala Dunia, Ini Pengaruhnya pada Produktivitas Kerja
-
4 OOTD Edgy Streetwear ala Jihyo TWICE yang Siap Bikin Kamu Makin Pede!
-
Tayang 2 Juli, TOHO Gandeng Netflix Garap Versi Baru The Human Vapor
Artikel Terkait
-
DPR Usul Ada Tax Amnesty Lagi, Menkeu Purbaya Tolak Mentah-mentah: Insentif Orang Ngibul!
-
Sidak Unik! Purbaya Telepon Kring Pajak, Uji Layanan Coretax Langsung
-
Pendidikan Mentereng Lita Gading, Pantas Berani Sentil Anggota DPR Lulusan Paket C
-
Terpopuler: Hakim Vonis Mati Sambo Dicoret DPR, Profil Istri Menkeu Jadi Sorotan
-
Menkeu Purbaya Ultimatum ke Pengelolaan Program Makan Gratis: Nggak Jalan, Kita Ambil Duitnya!
News
-
Menjaga Nostalgia, Merangkul Semua: Upaya Orutaku Club Agar Tetap Inklusif
-
Pelajar SMP Indonesia Juara ESD Symposium di Malaysia, Kalahkan Peserta SMA dari Berbagai Negara
-
Transformasi Manajemen Masjid: Dosen UNY Latih Takmir di Klaten Bangun Ekosistem yang Solutif
-
Kisah di Balik Angka 8%: Saat Suara Driver Ojol Akhirnya Didengar Istana
-
Nonton Pee Nak 5: Siap-siap Ketawa di Antara Jump Scare yang Bikin Jantungan!
Terkini
-
Teriak Demokrasi, tapi yang Beda Pendapat Dicap Buzzer: Sehat?
-
Punya Kulit Kering & Berjerawat? 4 Moisturizer Ini Aman Tanpa Bikin Pori Tersumbat
-
Bintang yang Mustahil Digapai
-
Jadi Ladang Korupsi, Program MBG Sudah Sepatutnya Dihentikan?
-
Dibalik Maraknya Kasus Deepfake di Kampus: AI Bukan Lagi Sekadar Alat Bantu