Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di Sidang PBB menyerukan persatuan umat manusia di tengah perbedaan bangsa, ras, dan agama. Di hadapan para pemimpin dunia, ia menegaskan bahwa seluruh umat manusia pada hakikatnya adalah satu keluarga besar dengan hak asasi yang sama.
Menurutnya, semangat Declaration of Independence yang pernah menginspirasi berbagai revolusi demokratis, termasuk perjuangan kemerdekaan Indonesia, tetap relevan untuk menjawab tantangan global saat ini.
Kepala Negara menegaskan bahwa makhluk Tuhan diciptakan setara serta dikaruniai hak untuk hidup, hak atas kebebasan, dan hak untuk mengejar kebahagiaan. Ia menyampaikan bahwa prinsip kesetaraan tersebut adalah kebenaran universal yang membuka jalan bagi terciptanya keadilan dan kemajuan di tingkat global.
“Kita berbeda dalam ras, agama, dan kebangsaan. Namun, hari ini kita tetap bersatu sebagai satu keluarga umat manusia,” ujar Prabowo di podium Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat sebagaimana dilaporkan Antara News pada Selasa (23/9/2025).
Tantangan Kemanusiaan di Tengah Kemajuan Sains
Dalam pidatonya, Presiden menyinggung bahwa pencapaian besar dalam ilmu pengetahuan dan teknologi tidak serta-merta menghapus ancaman terhadap kemanusiaan. Rasisme, kebencian, penindasan, dan ketidakadilan, kata Prabowo, masih terus menghantui masa depan dunia.
“Dalam era penuh kemenangan sains dan teknologi, kita tetap menghadapi bahaya, tantangan, dan ketidakpastian,” ucapnya.
Ia mengingatkan bahwa pengalaman panjang Indonesia sebagai bangsa yang pernah dijajah membuat rakyatnya sangat memahami arti keadilan dan solidaritas.
Presiden menyebut, Indonesia mengetahui betul bagaimana rasanya kehilangan hak, diperlakukan tidak setara, dan diabaikan dari kesempatan yang sama. Oleh karenanya, negara-negara anggota PBB turut diajak untuk menjaga cita-cita kemanusiaan dan tidak larut dalam pesimisme.
Baginya, multilateralisme dan penguatan institusi global adalah benteng terakhir menghadapi ketidakpastian zaman.
Selain mengutip semangat Declaration of Independence, Presiden Prabowo juga menyoroti krisis kemanusiaan di Palestina. Ia mengecam keras genosida militer Israel di Gaza yang telah merenggut puluhan ribu nyawa, terutama perempuan dan anak-anak.
Dalam forum tersebut, Prabowo kembali menegaskan solusi dua negara (two states solution) sebagai jalan damai yang adil dan berkelanjutan bagi rakyat Palestina. Menurutnya, kebijakan sepihak Israel tidak hanya mengganggu stabilitas kawasan, tetapi juga menciderai prinsip keadilan internasional.
Pidato ini mendapat respons positif dari berbagai pihak, termasuk Staf Khusus Menteri Agama RI bidang kerja sama dan hubungan luar negeri, Gugun Gumilar. Ia menilai langkah Presiden Prabowo sangat inspiratif dan tepat untuk meredam konflik yang berkepanjangan.
“Dunia Islam melawan ketidakadilan terhadap Palestina serta kebijakan Israel yang dianggap mengganggu stabilitas dunia internasional. Presiden Prabowo sudah tepat untuk menghentikan perang Israel-Palestina,” ujar Gugun.
Posisi tegas Presiden Prabowo dinilai juga akan memberi keuntungan politik bagi Indonesia. Sebagai negara demokrasi terbesar sekaligus bagian penting dari global south, Indonesia memiliki pengaruh signifikan dalam percaturan global.
Menteri Sekretariat Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut kehadiran Prabowo di Sidang Majelis Umum PBB ke-80 menjadi momentum penting untuk menegaskan peran aktif Indonesia di forum multilateral tertinggi dunia.
Apalagi, Prabowo mendapat kesempatan menyampaikan pidato pada urutan ketiga setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Baca Juga
-
Mengulik Desa Les: Saat Tradisi Gerakkan Ekonomi, Anak Muda Siap Warisi?
-
Review You and Everything Else: Saat Persahabatan Jadi Sumber Luka Dalam
-
A Love Other Than Yours Rilis Still Cuts Perdana, Ada Bau-Bau Sad Ending?
-
Bukan Sekadar Visual, Ini Alasan Drama Korea Jadi Terapi 'Healing' Paling Favorit
-
High School Queen Konfirmasi Pemeran Utama, Premis Segar Jadi Daya Tarik?
Artikel Terkait
-
Ribuan Anak Keracunan dan Makanan Berbelatung, FSGI Desak Moratorium Program Makan Bergizi Gratis
-
Sebelum Prabowo Subianto, 4 Presiden Ri Ini Juga Pernah Berpidato di Sidang Umum PBB
-
Two-State Solution Prabowo di PBB Dapat Dukungan DPR, Disebut Jalan Damai Bermartabat
-
Disorot Media Israel, Apa Arti Kata 'Shalom' yang Diucapkan Prabowo Subianto saat Pidato di PBB?
-
Prabowo Subianto di KTT PBB: Indonesia Hanya Akui Israel Jika Palestina Merdeka
News
-
Di Tangan Nyoman Nadiana, Tradisi Garam Desa Les Terus Hidup dan Lekat dengan Masyarakat
-
Kasus Pertanahan Capai 56.844, Mengapa Masyarakat Perlu Melek Soal Tanah?
-
Dari Kemiren untuk Kemiren: Kiprah Kang Edai Bersama Astra
-
Nyoman Nadiana: Sosok di Balik Kebangkitan Garam Tradisional Bali yang Tembus Pasar Modern
-
Desa Les Buleleng: Saat Tradisi Garam Kuno Berpadu dengan Inovasi Modern
Terkini
-
Bedah Makna Video Musik 'Masih Ada Cahaya': Saat Kegelapan Bertemu Harapan
-
Sering Diabaikan, 4 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Laptop Cepat Rusak!
-
Kontradiksi Era Digital: Mau Merdeka Finansial tapi Masih Pakai Paylater
-
Trailer Utama Film Made in Abyss Part 1 Ungkap Lagu Tema dan Karakter Baru
-
Denyut Tradisi Bali dalam Bait-Bait 'Saiban' Karya Oka Rusmini