Pulau Sumbawa dikenal memiliki kekayaan alam yang luar biasa, mulai dari pantai, perbukitan, hingga ekosistem pesisir yang masih alami. Salah satu destinasi wisata alam yang mulai dikenal dan memiliki nilai ekologis tinggi adalah Hutan Mangrove Nanga Sira yang terletak di Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Hutan mangrove ini tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan keanekaragaman hayati penting, termasuk spesies mangrove yang tergolong langka dan terancam punah.
Mengenal Hutan Mangrove Nanga Sira di Desa Penyaring
Hutan Mangrove Nanga Sira berada di wilayah pesisir Desa Penyaring dan berfungsi sebagai pelindung alami garis pantai. Kawasan ini telah dikembangkan sebagai destinasi ekowisata berbasis lingkungan, di mana pengunjung dapat menikmati suasana hutan melalui jalur tracking kayu yang dibangun secara ramah lingkungan. Jalur ini memungkinkan wisatawan menyusuri hutan mangrove tanpa merusak akar-akar bakau yang sensitif.
Selama perjalanan, pengunjung dapat melihat langsung struktur unik mangrove serta merasakan suasana alam yang sejuk dan tenang.
Spesies Mangrove Langka di Nanga Sira
Keunikan utama Hutan Mangrove Nanga Sira di Desa Penyaring adalah ditemukannya spesies mangrove langka dunia, yaitu Ceriops decandra. Spesies ini termasuk dalam kategori mangrove yang sangat jarang ditemukan dan berstatus terancam punah.
Keberadaan Ceriops decandra yang tumbuh subur di kawasan ini menunjukkan bahwa ekosistem mangrove Desa Penyaring masih terjaga dengan baik. Hal ini menjadikan Nanga Sira tidak hanya penting sebagai objek wisata, melainkan juga sebagai kawasan konservasi yang bernilai tinggi.
Habitat Satwa dan Fungsi Ekologis
Selain vegetasi mangrove, kawasan Nanga Sira di Desa Penyaring menjadi habitat berbagai jenis fauna, seperti burung pesisir, ikan, kepiting, dan monyet ekor panjang. Ekosistem mangrove ini memiliki peran penting, antara lain:
- menahan abrasi dan erosi pantai;
- melindungi wilayah pesisir dari gelombang besar;
- menjadi tempat berkembang biak biota laut;
- menyerap karbon dan menjaga keseimbangan iklim.
Fungsi-fungsi tersebut menjadikan hutan mangrove sebagai penopang utama kehidupan masyarakat pesisir Desa Penyaring.
Wisata Edukasi Berbasis Masyarakat
Pengelolaan Wisata Mangrove Nanga Sira melibatkan masyarakat Desa Penyaring secara langsung. Hal ini memberikan nilai tambah berupa wisata edukasi, di mana pengunjung dapat belajar tentang pentingnya mangrove bagi lingkungan dan kehidupan manusia.
Konsep ini mendorong kesadaran akan pelestarian alam sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat desa melalui pariwisata berkelanjutan.
Penutup
Hutan Mangrove Nanga Sira di Desa Penyaring merupakan destinasi wisata alam yang menggabungkan keindahan, edukasi, dan konservasi. Dengan keberadaan spesies mangrove langka, fungsi ekologis yang vital, serta peran aktif masyarakat lokal, kawasan ini layak menjadi salah satu ikon ekowisata unggulan di Kabupaten Sumbawa. Mengunjungi Nanga Sira berarti tidak hanya menikmati alam, tetapi juga ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir untuk generasi mendatang.
Baca Juga
Artikel Terkait
News
Terkini
-
Debut Film Horor, Michelle Ziudith AlamiSakit Misterius hingga Lima Hari
-
3 Rekomendasi HP RAM Besar yang Tidak Cepat Panas, Cocok untuk Main Game
-
Doa yang Terhimpit Kucing Jalanan
-
4 HP Fast Charging Rp 1 Jutaan, Isi Daya Baterai Tak Butuh Waktu Lama
-
4 Serum dengan Vitamin E sebagai Hero Ingredient untuk Skin Barrier Sehat