M. Reza Sulaiman | nadia khasani
JEMBATAN KABANARAN gunakan ornament gunungan sebagai ikon unik. (binamarga.pu.go.id)
nadia khasani

Meski nama Jembatan Kabanaran masih menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat sekitar Bantul, jembatan ini awalnya dikenal dengan nama Jembatan Pandansimo karena letaknya di kawasan pesisir Pandansimo. Banyak masyarakat dari berbagai daerah tetap antusias untuk mengunjungi, bahkan berhenti sejenak untuk menikmati keindahan Jembatan Kabanaran. Pemandangan Sungai Progo hingga Pantai Pandansimo menjadi daya tarik terbesar bagi warga.

Pada 19 November 2025, nama Jembatan Kabanaran diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X. Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, mengusulkan perubahan nama dari Jembatan Pandansimo menjadi Jembatan Kabanaran karena alasan kewilayahan dan kesejarahan.

Nama Banaran sendiri memiliki kaitan erat dengan cikal bakal berdirinya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Dahulu, wilayah ini menjadi tempat Pangeran Mangkubumi melakukan mesanggrahan atau membentuk pasukan, bahkan diklaim mendahului berdirinya Keraton Ambar Ketawang dan Keraton Yogyakarta. Meski demikian, dalam praktik konstruksi awal serta liputan media massa, nama Pandansimo masih sering digunakan secara konsisten oleh masyarakat umum.

Peresmian Jembatan Kabanaran oleh Presiden Prabowo

PERESMIAN OLEH PRESIDEN PRABOWO (setneg.go.id)

Meningkatkan konektivitas khususnya di wilayah pesisir Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi alasan utama jembatan ini dibangun. Artinya memudahkan banyak sektor masyarakat daerah Bantul dan Kulonprogo khususnya di daerah Ngremang dan Samas. Dulunya, masyarakat harus menempuh jarak yang sangat jauh ke Jembatan Srandakan, satu-satunya jembatan yang bisa diakses oleh masyarakat. Hal ini sangat tidak efisien karena jarak dan waktu memperlambat pertumbuhan ekonomi dan aksesibilitas sektor pariwisata di kawasan selatan.

Jembatan Pandansimo dengan panjang 1.900 meter ini merupakan jembatan terpanjang di Yogyakarta dan terpanjang ketiga di Pulau Jawa. Dengan perpaduan nuansa antara alam seperti sawah, sungai dan pantai membawa suasana tenang dan damai. Selain itu, desain pada setiap elemen seperti gapura ditengah sebagai ornament gunungan yang dihiasi dengan motif batik khas Yogyakarta  menambah kesan kearifan lokal budaya jawa.

Pada hari libur, banyak masyarakat yang memanfaatkan jalan kecil yang disediakan di pinggir jembatan untuk berolahraga seperti berlari atau berjalan santai sambil menikmati nuansa sejuk di area jembatan. Bahkan banyak masyarakat luar daerah yang menjadikan jembatan ini sebagai tempat wisata baru, pasalnya banyak para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memanfaatkan banyaknya para pengunjung untuk bisa berjualan di jalan lintas selatan (JLS) atau di sekitar jembatan.

Sisi positif dibangunnya jembatan ini juga bisa membuka lapangan pekerjaan termasuk UMKM untuk menambah penghasilan. Selain bisa menikmati suasana jembatan yang asri dan tenang, banyak pengunjung yang mampir untuk sekadar berwisata atau menikmati sunset di pantai lintas daerah. Hal ini juga membantu meningkatkan jumlah wisatawan dan membantu perekonomian nelayan di daerah pesisir selatan.

Dari saat di bukanya Jembatan Kabanaran hingga per-hari ini masih banyak oknum masyarakat yang berhenti di pinggir jembatan untuk sekadar berhenti untuk berfoto bahkan berjualan di sisi jalan yang bisa menggangu aktivitas pengguna jalan. Kebiasaan inilah yang menjadi alasan negatif adanya tempat persinggahan di dua sisi ruas jembatan. Banyak pengunjung penasaran yang ingin mengabadikan momen hingga menikmati sunset di sisi jembatan. Walaupun sudah adanya peringatan dari kepolisian setempat, kebiasaan ini tetap masih terulang. Adanya peringatan, sebagai antisipasi terhadap kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

Kita semua boleh menikmati keindahan Jembatan Kabanaran dari sisi manapun itu, tetapi sebagai Masyarakat yang bijak kita juga harus peduli akan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan yang berlaku. Yuk, abadikan momen indahmu di jembatan ikonik kota Yogyakarta dan kamu bisa menikmati sunset di beberapa Pantai indah di daerah pesisir selatan.

#KelasUII

Baca Juga