Paskah bukan sekadar rutinitas hari raya tahunan bagi umat Kristiani, melainkan sebagai fondasi iman untuk merayakan kemenangan kehidupan atas maut. Berakar dari tradisi Ibrani, Paskah kini dimaknai sebagai peringatan kebangkitan Yesus Kristus pada hari ketiga setelah penyaliban-Nya.
Menariknya, di balik kesakralan ritualnya, terselip satu simbol unik yang selalu hadir di setiap meja perjamuan maupun dekorasi gereja. Bisa menebak? Yap, telur Paskah.
Mengapa benda yang begitu sederhana ini bisa menjadi representasi penting dari sebuah kebangkitan? Bagaimana awal mulanya? Yuk kita bahas "si bulat" yang ikonik ini sambil menyegarkan ingatan kita tentang apa itu Paskah.
Apa Itu Paskah?
Menurut alkitab.sabda.org, Paskah sebenarnya bermula dari sebuah peristiwa pembebasan yang luar biasa. Bangsa Ibrani merayakannya di bulan Nisan dari tanggal 14 sampai 21 sebagai pengingat akan perlindungan Tuhan ketika malaikat maut melewati rumah-rumah hendak membunuh semua yang sulung di tanah Mesir (baik binatang maupun manusia). Ini adalah sebuah peristiwa krusial yang dicatat dalam kitab Keluaran 12:1-51; 13:13-10; 23:14-19; dan Imamat 23:4-14.
Perayaan yang juga disebut dengan "Pesta Roti Tak Beragi" ini melibatkan penyembelihan domba yang menjadi simbol dari kesengsaraan Kristus di masa depan. Inilah yang kemudian mendasari mengapa Paskah bagi umat Kristiani dirayakan melalui Perjamuan Suci sebagai bentuk syukur atas keselamatan.
Makna Paskah saat ini direnungkan sebagai kemenangan Yesus Kristus atas kematian. Paskah adalah hari raya terbesar dan paling mendasar. Ini adalah momen perayaan iman untuk memperingati kebangkitan Yesus Kristus pada hari ketiga setelah Ia disalibkan.
Perjalanan Menuju Kemenangan
Paskah tidak datang secara tiba-tiba. Ada proses panjang selama 40 hari yang disebut sebagai Masa Pra-Paskah. Diawali dengan masa pertobatan pada Rabu Abu. Dahi umat Kristiani diberi tanda salib dari abu sebagai pengingat bahwa manusia berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu. Di masa ini, umat mulai melakukan puasa dan pantang.
Untuk mengenang perjamuan terakhir Yesus bersama murid-murid-Nya, diperingatilah hari Kamis Putih. Lalu keesokannya penghayatan Jumat Agung yang menjadi hari penuh haru untuk mengenang penyaliban dan wafat Yesus. Di hari berikutnya diperingati Sabtu Sunyi sebagai masa tenang dan penantian saat Yesus berada di dalam kubur. Tiga hari ini disebut sebagai Tri Hari Suci, yakni tiga hari berturut-turut yang menjadi puncak perayaan iman sebelum Minggu Paskah.
Di hari Minggunya, Minggu Paskah adalah puncak perayaan. Yesus bangkit dari kubur dan maut dikalahkan.
Lalu Mengapa Disimbolkan dengan Telur?
Mungkin kamu bertanya-tanya, apa hubungannya kebangkitan Yesus dengan telur ayam? Pendeta Christian Elbert Budiman dari GKI Wahid Hasyim memberikan penjelasan dari sisi sejarah dan simbolis.
1. Stok Telur yang Melimpah
Dulu, karena banyak orang berpuasa selama masa Pra-Paskah, stok telur di rumah-rumah jadi menumpuk. Pendeta Christian menjelaskan, "Karena banyak orang yang berpuasa di masa Pra-Paskah, salah satu makanan yang paling banyak, paling mudah didapatkan, dan akhirnya tertimbun oleh masyarakat pada waktu itu adalah telur. Jadi karena ada simpanan telur yang cukup banyak, orang-orang kemudian memakannya bersama-sama pada saat Paskah. Karena pada waktu itulah momen di mana puasa itu selesai."
2. Simbol Kubur yang Terbuka
Secara filosofis, telur menggambarkan proses kebangkitan itu sendiri. Cangkang telur yang keras diibaratkan sebagai pintu kubur yang tertutup rapat.
“Ada yang memaknai cangkang telur itu sebagai momen ketika Yesus yang dulu masuk ke dalam kubur, dan kemudian kubur terbuka, dan ya seperti telur yang cangkangnya terbuka itu melambangkan kelahiran yang baru,” paparnya.
3. Simbol Kehidupan Baru
Kaitan antara telur dan kebangkitan Yesus pada hari ketiga juga menjadi poin penting yang patut kita hayati. Pendeta Christian menjelaskan bahwa ini menjadi simbol kehidupan baru.
“Atau telur sendiri memang kita maknai kan sebagai simbol sebuah kelahiran yang pada awalnya memang gak kelihatan (masih tertutup di cangkang). Namun pada waktunya, yang kalau kita hayati di Paskah hari ketiga setelah kematian-Nya, kemudian terbuka dan kehidupan itu pun datang. Bukan cuma untuk diri, tapi untuk kita semua," tutup Pdt. Christian.
Jadi, saat kamu menghias atau memakan telur Paskah nanti, ingat kalau itu bukan sekadar tradisi seru-seruan. Telur adalah pengingat bahwa akan ada kehidupan baru yang indah setelah masa-masa sulit.
Selamat merayakan Paskah!
Baca Juga
-
Narasi Kejujuran Musisi Perempuan yang Menguatkan Lewat Karya Musik
-
Mengenal Mere-Exposure Effect: Saat Algoritma Diam-Diam Membentuk Selera Musikmu
-
Banjir Air Mata: Kisah Haru di Kolom Komentar Ada Titik-titik di Ujung Doa
-
Social Battery Habis Saat Lebaran? Ini Tips Survive Ala Introvert
-
Gen Z dan Milenial Tinggalkan Gengsi Baju Baru Saat Lebaran, Utamakan Kondisi Dompet
Artikel Terkait
-
30 Ucapan Selamat Hari Paskah 2026 dalam Bahasa Inggris yang Benar dan Penuh Makna
-
Ritual Laut Semana Santa Warnai Jumat Agung di Larantuka
-
Peringatan Jumat Agung, Katedral Jakarta Hadirkan Jalan Salib Lux in Nihilo
-
Vigili Paskah Itu Apa? Ini Makna, Rangkaian Ibadah, dan Alasan Digelar Malam Hari
-
30 Link Twibbon Hari Paskah 2026 yang Menarik dan Siap Pakai Gratis
News
-
Nasib Pejuang Pelayanan Publik: Tanpa Privilege WFH, Tetap Siaga Demi Warga
-
Dunia Maya Rasa Dunia Nyata: Tetap Sopan dan Jaga Etika itu Wajib!
-
Edho Zell Bercanda soal Kematian, Langsung Diperingatkan: Nggak Lucu Ah
-
Satu Klik Menentukan Nasib: Cara Menguji Link Biar Data Digitalmu Tetap Aman
-
Belajar Memaknai Kamis Putih lewat Lagu Membasuh dari Hindia
Terkini
-
Jangan Asal Seduh! Jurus Biar Biji Kopi Nggak Cepat Basi dan Tetap Segar
-
Rumah Rasa Terapi: Tips Pilih Warna Cat Dinding Biar Mental Tetap Aman
-
ARIRANG Makin Spesial: BTS Rilis Vinyl dengan Lagu Kejutan yang Bikin Baper
-
Membaca Lirik Sedia Aku Sebelum Hujan: Ada Makna Spiritual di Balik Hits Idgitaf yang Viral?
-
7 Rekomendasi Dress Hijab Merek Lokal untuk Kondangan: Tampilannya Mewah!