Mojoku Hilang! (juga dikenal dengan judul internasional Finding Mojo) merupakan film romantika-komedi Malaysia tahun 2026 yang disutradarai oleh Min Lim (Lim Siu Min). Film ini dibintangi oleh aktor Indonesia Adipati Dolken sebagai Adi dan aktris Malaysia Mimi Lana sebagai Ayu, dengan dukungan aktor senior seperti Wan Hanafi Su, Namron, Ahmad Tarmimi Siregar, Aziz M. Osman, serta sejumlah pemeran pendukung lainnya. Durasi film mencapai sekitar 137 menit.
Film ini telah tayang perdana di Malaysia pada 20–23 Juli 2026, diikuti Singapura pada 31 Juli 2026, dan secara resmi memasuki bioskop Indonesia pada 28 Agustus 2026 dengan klasifikasi 13+. Hingga akhir Agustus 2026, film masih beredar di sejumlah bioskop di Indonesia, termasuk jaringan CGV, dengan subtitle bahasa Indonesia. Informasi ini merupakan yang paling mutakhir berdasarkan rilis resmi dan pemberitaan media hiburan.
Ketika Tugas Kantor Berubah Jadi Urusan Asmara
Sinopsis film berpusat pada Adi, seorang karyawan ambisius di perusahaan peternakan besar Moo Magic Farms di Kuala Lumpur. Ia berhasil menjadikan seekor sapi bernama Mojo—yang memiliki ciri khas pola berbentuk berlian di dahinya—sebagai maskot viral dan sensasi media sosial. Perusahaan tersebut tengah gencar mengakuisisi lahan pertanian pedesaan untuk ekspansi taman tema. Ketika Mojo diculik atau disembunyikan oleh warga sebuah kampung di Perlis sebagai bentuk perlawanan terhadap upaya pengambilalihan tanah, Adi ditugaskan untuk mengambil kembali sapi tersebut sekaligus membujuk warga agar menjual lahan mereka.
Adi menyamar sebagai penduduk kampung dengan nama Adam dan mulai berbaur dengan komunitas lokal. Di sana ia bertemu Ayu, seorang perempuan tegas dan berprinsip yang menjadi salah satu penentang utama rencana perusahaan. Seiring waktu, misi profesional Adi berbenturan dengan rasa kepemilikan terhadap komunitas kampung serta perasaan yang tumbuh terhadap Ayu. Film ini menggabungkan elemen komedi ringan, romansa yang berkembang secara natural, serta kritik sosial terhadap ekspansi kapital terhadap budaya dan lahan pedesaan. Latar Perlis yang indah—dengan sawah hijau dan suasana kampung yang autentik—menjadi salah satu kekuatan visual film.
Ulasan Film Mojoku Hilang!
Dari segi penyutradaraan, Min Lim memilih pendekatan yang hangat dan tidak memaksakan twist yang berlebihan. Film ini lebih menekankan keindahan kehidupan kampung, hubungan antarmanusia, serta nilai pelestarian warisan. Sinematografi yang memanjakan mata berhasil menangkap suasana pedesaan Perlis dengan baik, sementara penggunaan dialek lokal menambah nuansa keaslian. Akting Adipati Dolken mendapat pujian karena keluwesannya berbahasa Melayu dan kemampuannya menyampaikan konflik batin karakter secara understated. Mimi Lana juga menampilkan penampilan natural sebagai Ayu yang kuat namun tetap hangat. Para aktor senior memberikan warna komedi dan kehangatan yang memperkaya atmosfer kampung.
Meski demikian, kritikku tentang alur cerita terasa cukup panjang dan prediktabel, dengan subplot yang terkadang kurang terintegrasi secara rapat. Premis sapi viral yang hilang kadang terasa sebagai perangkat naratif yang kemudian bergeser fokus ke konflik lahan dan romansa. Akan tetapi, keseluruhan film tetap terasa tulus dan menghibur sebagai tontonan keluarga ringan.
Salah satu adegan paling kocak terjadi ketika Adi mencoba memperjuangkan kepentingan warga kampung di hadapan seorang pejabat pemerintah. Hampir diusir, ia melihat ruangan pejabat penuh dengan merchandise Mojo. Dengan spontan, Adi mengambil boneka Mojo berbulu, mengancamnya dengan gunting sambil menatap tajam, dan meminta agar keluhannya didengar. Pejabat yang panik segera memohon agar Mojo tidak disakiti dan akhirnya bersedia mendengarkan. Adegan ini berhasil menggabungkan unsur absurd dengan kritik cerdas terhadap bagaimana citra komersial Mojo telah menjadi begitu kuat di benak masyarakat.
Sementara itu, adegan paling romantis dalam perkembangan hubungan Adi dan Ayu yang bersifat slow-burn. Momen-momen mereka bekerja bersama di peternakan, berbagi makan, atau sekadar mengobrol di tengah suasana kampung yang tenang terasa alami dan menyentuh. Chemistry antara Adipati Dolken dan Mimi Lana terlihat hangat tanpa berlebihan, membangun ketertarikan secara bertahap melalui pengalaman bersama dan pemahaman satu sama lain. Subplot romantis pendukung, seperti antara tokoh Bibah dan Daud, juga menambah lapisan kehangatan dan kelucuan yang seimbang.
Secara keseluruhan, Mojoku Hilang! menawarkan tontonan yang menyegarkan di tengah dominasi film aksi dan horor. Film ini berhasil menghadirkan kisah tentang penemuan kembali nilai-nilai kemanusiaan, komunitas, dan kasih sayang melalui premis yang unik. Buat kamu yang mencari hiburan ringan dengan pesan yang relevan tentang pelestarian lahan dan budaya, film ini layak ditonton selama masih tayang di bioskop Indonesia. Jadi kamu tertarik buat nonton gak Sobat Yoursay?
Rating pribadi: 7.3/10.
Baca Juga
-
Review Film It's My Time: Seni Menghargai Masa Tua dengan Cara yang Indah
-
Review Serial The Gentlemen Season 2: Pengkhianatan Berdarah Keluarga Glass
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
Review Film Runner: Kisah Pengorbanan Mengharukan dalam Balutan Laga Modern
-
Review Dark Matter Season 1: Menjelajah Multiverse Demi Menyelamatkan Cinta Sejati
Artikel Terkait
-
Peneliti Ubah Kotoran Sapi Menjadi Bahan Baku Lilin: Bagaimana Caranya?
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
Review Film Agensi Rumah Tangga: Saat Isu Kerasnya PHK Dibalut Komedi Segar
-
Review Dark Matter Season 1: Menjelajah Multiverse Demi Menyelamatkan Cinta Sejati
-
Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan
News
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam