Lalu lalang suara mesin melewatimu.
Kadang mati dan terjatuh dengan goyanan bebatuan.
Lubang-lubang setapak bersahaja yang dapat menyenggol siapa saja.
Liku-liku kesesalan pun mengiringi setiap detik.
Engkau nampak tak terawat dan diabaikan.
Para penguasa merasa bodoh amat mengurusmu.
Pemerintah setempat sangat asyik beronani dengan sendirinya.
Merampok dana penyuplai sebagai perawatanmu.
Para pengambil kebijakan terlihat pusing seakan memikirkanmu.
Namun, nyatanya mereka sangat pandai bersembunyi di balik kebusukannya.
Itulah bentuk kelicikan mereka yang digaungkan sendiri.
Wahai, jalan penyambung kebutuhan manusia.
Jalan sebagai penghubung kota ke kota lain.
Pelindung kaki-kaki manusia untuk melangkah melewatimu.
Namun, kini engkau tak diperhatikan lagi para pemangku kebijakan.
Membiarkanmu menampakkan kejelekan di mata masyarakat.
Padahal, engkau tentu tak menginginkan itu.
Hanya orang-orang bejatlah yang tak tahu diri memperlakukanmu.
Baca Juga
-
Laki-Laki Tidak Boleh Nangis? Siapa Sih yang Buat Aturan Aneh Itu?
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
Artikel Terkait
-
Setahun Tak Berfungsi, Eskalator Sky Bridge Stasiun Bojonggede Dikasih Karangan Bunga
-
Komnas HAM Sambut Putusan MK, Prajurit Pelaku Pidana Umum Harus Diadili di Peradilan Umum
-
Penumpang Transjabodetabek Melonjak, Pramono Siap Guyur Anggaran Bangun Halte di Bekasi
-
Setahun Usai Rusak Diterjang Bencana, Jembatan Teupin Mane Segera Berfungsi
-
DPR Akan Dibubarkan 26 Oktober 2026, KPU Malaysia Segera Gelar Pemilu
Sastra
Terkini
-
Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru
-
Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa
-
Ramai saat Demo, Sunyi setelahnya: Mengapa Gerakan Rakyat Terjebak Musiman?
-
Aksi Boikot Raffi Ahmad: Menyoal Efektivitas Cancel Culture di Media Sosial
-
Awas Bahaya Logistik Gratisan: Kasus Teh Berbusa Demo HI Jadi Pelajaran