Ilustrasi Wanita Ikhlas. (pixabay.com/JacksonDavid)
Dengan ikhlas aku melewati waktu
Mei berganti Mei pada tahun yang lain
Berganti musim hingga kemarau lagi
Kian tinggi pepohonan di halaman rumahmu
Bayangmu selalu menghampiri pikiran
Aku sendiri menyambut pagi merekah
Sampai malam berlalu aku masih di sini
Mencari kabarmu aku tak enggan
Seorang diri merindu sekian waktu
Tak pedulikan kisahmu yang baru
Berganti satu miliki yang lain
Ikhlasku di sini tak akan berubah
Artikel Terkait
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Antara Doa dan Pintu yang Tertutup: Memahami Sajak Joko Pinurbo
-
Ikhlas Itu Formalitas, Menerima Itu Penderitaan
-
Mencari Lailatul Qadar: Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
-
4 Alasan Buku Kumpulan Puisi Perjamuan Khong Guan Wajib Kamu Baca!
Sastra
Terkini
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
A Minecraft Movie: Masuk Dunia Game di Hari Lebaran, Wuih Seru!
-
Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik, Ini Harapan Besar Erick Thohir
-
Lapau Rang Sangka: Surga Sarapan Minang di Jalan Cipta Karya Pekanbaru
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!