Ilustrasi waktu (pixabay).
Sesal tumbuh tak terhitung
Hinggapi kepala setiap saat
Pada sadar yang menyembul
Berkalang khawatir akan hari esok
Menghitung jumlah waktu
Berlalu percuma tanpa apa-apa
Detik-detik tak lagi berarti
Entah sudah berapa banyak
Komentar
Berikan komentar disini >
Artikel Terkait
Sastra
Terkini
-
Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?
-
Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F
-
Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital
-
Membaca, Menunda, Lupa: Ketika Balasan Chat Hanya Berakhir di Kepala
-
Kesenjangan Harga dan Gaji: Mengapa Makanan di Mal Makin Tak Terjangkau?