Hutan Pinus Imogiri. (Suara.com/Vania)
Aku adalah akar pinus
Yang jauh terpendam
Dalam kenangan yang pengap dan dingin
Membisu, membungkam dari kamu
Menyerap, meresap dari kamu
Aku bukan batang pinusmu, tegak mengayomi
Kokoh berdikari, berdiri nan berani
Bukan, bukan aku itu
Bahkan jerami pun bukan aku
Aku adalah batang pinusku
Mungkin rapuh, tapi kerapuhanku hanya untukmu
Tidak besar, tapi cukup menopang mimpi kita masa depan
Komentar
Berikan komentar disini >
Baca Juga
-
Kunjungan Presiden RI ke Malaysia, Dapat Penghormatan Tinggi dari Kerajaan
-
Membangun Ketahanan Indonesia dari Ancaman Laut China Selatan
-
Malaysia Sepi Kembang Api saat Perayaan Tahun Baru, Demi Hormati Palestina
-
Indonesia Pastikan Tidak Ada WNI Korban Konflik Palestina-Israel
-
Situasi Terkini Konflik Hamas-Israel pasca Serangan Roket
Artikel Terkait
Sastra
Terkini
-
Tampil Cantik Tanpa Merusak Lingkungan, Ini 5 Brand Skincare Sustainable yang Patut Dilirik
-
Dilema Ketika Cinta Lama Datang Kembali di Novel Endless Love
-
Belanja, Pakai, lalu Retur: Sisi Gelap yang Menghancurkan 'Green Logistics'
-
Fatherless dan Krisis Tanggung Jawab yang Disembunyikan di Balik Kata Nafkah
-
Review Film Renoir: Ketika Kita Terlalu Remehkan Perasaan Anak