Ilustrasi perang. (Shutterstock)
Perang demi perang seakan mengoyak nurani
Saling membunuh satu sama lain demi haus kekuasaan
Nyawa tak berdosa menjadi taruhannya
Entah berapa banyak korban yang tak terhitung lagi
Komentar
Berikan komentar disini >
Baca Juga
Artikel Terkait
Sastra
Terkini
-
Gara-gara Bastian Steel, Kita Sadar Gombalan Bocah 2010-an Itu Sangat Genius
-
Sains di Balik Jatuh Cinta: Kenapa Otak Kita Mendadak Jadi "Gila"?
-
Habis 5 Jam di Cafe Catarina: Tempat Reuni yang Bikin Lupa Waktu Sekaligus Ramah Kantong!
-
Bahagia Tak Perlu Menunggu: Pelajaran dari Seni Membahagiakan Diri Sendiri
-
Review Leadership Mastery: Apakah Buku Ini Layak Jadi Kitab Wajib Para Pemimpin Masa Kini?