Scroll untuk membaca artikel
Munirah | Taufan Rizka
Ilustrasi terbelenggu. (Foto: AFP)

Sang pujangga menikmati kala senja tak muda lagi

Namun jiwa mudanya masih terpancar dari raganya

Seolah jiwa sastranya yang tak bisa terbelenggu

Berhias seluruh karya-karya goresan tinta

Tinta yang mengobarkan api perlawanan

Perlawanan akan sang diktator bengis nan angkuh

Idealisme menjadi pujangga adalah jalan hidupnya

Walau banyak yang membungkam jalan idealismenya

Berbagai jabatan yang menggiurkan tak membuatnya tergoda

Yang ada hanyalah goresan tinta perlawanan

Bergerak senyap dalam kesendirian tuk berkarya

Tanpa mencari ketenaran semata

Kini ia menikmati masa tuanya dengan tenang

Di gubuk yang sangat sederhana dengan hiasan berbagai tanaman

Anak istri bahagia dan kagum atas karyanya

Namanya kan terkenang sepanjang masa tanpa pudar

Taufan Rizka