Ilustrasi Harapan. (Pixabay)
Diri yang tak kuat lagi.
Harapan seakan menjauh dari kehidupan.
Makin ku kejar, ia makin lincah bersembunyi.
Aku pun berpikir aneh dan sedikit tidak percaya diri.
Dalam pikirku tersimpan sejuta harapan.
Harapan yang terpendam sejak lama.
Ia terus membengkak dan seakan mulai berkarat.
Hingga ia pun memberontak dalam ruang gelap.
Aku masih pesimis dan tidak percaya diri.
Nalarku tak sesuai dengan ekspektasiku.
Hingga batinku pun mulai melemah.
Namun harapan ingin aku lampiaskan seluruhnya.
Aku seakan berandai-andai.
Menggantungkan harapanku akan jadi kenyataan.
Menuntut keberhasilan walau hanya dalam bayangan.
Aku ingin harapanku memberi jawaban yang telah kugantungkan dan kupasrahkan.
Nipa, 1 Agustus 2021
Komentar
Berikan komentar disini >
Baca Juga
-
Kuota Hangus: Kita Beli, tapi Nggak Pernah Punya
-
Upgrade Instan ala Naturalisasi: Jalan Pintas yang Kadang Nggak Sesingkat Itu
-
Bukan Kurang Doa, Tapi Memang Sistemnya yang Gak Rata: Curhat Kelas Proletar
-
Sound Horeg: Antara Kebisingan dan Hiburan
-
Dari Eco-Pesantren Hingga Teologi Hijau: Cara NU dan Muhammadiyah Mengubah Iman Jadi Aksi Lingkungan
Artikel Terkait
-
Dimensi Mimpi: Bocah Bertopi Gendut yang Menganggapku Gila
-
Merawat Luka, Menemukan Harap dalam Rangkaian Kata di Buku Sebatas Mimpi
-
Memaknai Lagu Teramini: Refleksi tentang Doa, Keputusasaan, dan Harapan
-
Ulasan Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu: Kisah Haru Mimpi dan Pengorbanan
-
Dari Teknisi ke Tumpukan Kelapa Busuk: Perjuangan Rosikin di Pinggir Rel Kramat Pulo Demi Mimpi Anak
Sastra
Terkini
-
Sinopsis House of Grace, Drama Thailand Terbaru Kiatipoom Banluechairit
-
Naga Purba ke Jepang: Diplomasi Hijau dan Misi Penyelamatan Komodo
-
Efek Domino Plastik yang Menyentuh Semua Sektor, Pertanian Juga Kena lho!
-
Dilema Sunyi Generasi UMR: Kerja Demi Hidup atau Hidup Demi Kerja?
-
Perpustakaan Tubuh yang Diam-Diam Membusuk