Taufan Rizka
Taufan Rizka
Ilustrasi kota. (pixabay.com)

Meninggalkan keluarga terkasih di kampung demi merantau di kota. Meninggalkan mereka dalam suasana penuh haru dengan berat hati yang mencengkeram seluruh raga. Namun demi merangkai sebuah masa depan yang indah aku pun harus meninggalkan mereka dan selalu kuhantarkan pesan kala aku berada di tanah rantau. Mengubah nasib diri sendiri demi pribadi yang bermartabat.

Berhari-hari aku melintasi desa demi desa dalam perjalanan yang cukup melelahkan. Kian lama sekali rasanya menempuh jarak demi menuju kota. Merantau di kota yang telah kuimpikan sejak lama. Akhirnya bisa terlaksana mimpiku tuk merantau di kota.

Segala persiapan telah aku rangkul. Segala keahlian yang telah kuraih sejak bangku sekolah kejuruan telah kugenggam erat-erat. Dengan segala doa yang senantiasa kuucapkan kepada Sang Illahi demi keselamatan di perjalanan.

Melintasi hutan-hutan pinus terhampar dengan anggun dan memberikan kesan yang manis. Melintasi bukit-bukit yang membentang dari ujung hingga ke ujung cakrawala. Melintasi aliran sungai yang bersih dengan tenang mengalir dari hulu ke hilir. 

Rasa gembira kian terpancar saat aku mendapatkan pekerjaan di kota. Penuh peluh keringat dan kerja yang sangat giat demi membahagiakan keluarga terkasih. Belajar banyak pengalaman yang sangat berharga selama merantau di kota.

Hari demi hari akhirnya terlampaui juga di kota. Aku pertama kali berpijak di tanah perantauan. Sangat bersyukur hati ini melihat megahnya suasana kota. Penuh gedung-gedung pencakar langit. Aku pun mencari tempat hidup yang layak untuk menunjang seluruh kehidupanku.

Saat berpijak di tanah rantau aku pun menghantarkan pesan kepada keluarga terkasih di kampung. Alangkah bersyukur dan bahagianya mereka saat aku berpijak di tanah rantau. Tanah rantau menjadi tujuan hidupku dengan janji yang terpatri agar selalu bekerja dengan gigih dan sepenuh hati.

Komentar