Seorang orator ulung dengan gagahnya menghantarkan sebuah pesan. Pesan ajakan kepada semua orang. Apakah pesan tersebut dia contohkan pada dirinya sendiri? Entahlah. Hanyalah sang orator ulung yang tahu segala perilaku dalam kehidupannya.
Sebuah pesan yang teramat panjang seakan tak ada ujungnya sama sekali. Yang terhantar begitu lantangnya terukir dengan nada-nada yang begitu menghanyutkan. Hanyalah sebuah pekikan yang menggetarkan arena podium. Demi raihan banyak apresiasi dan tepukan tangan.
Hanya retorika semu yang terkandung di balik pesan yang disampaikan. Hanyalah ide-ide tak berujung yang hanya tersurat tapi tak tersirat. Yang membuat para hadirin terbuai akan pesan yang dihantarkan oleh sang orator.
Nyaris tak ada rasa yang berisi pada pesan tersebut. Rangkaian kata-kata yang muluk-muluk terasa menggebu-gebu yang terlontar dari podium. Seakan podium dibuatnya luluh oleh orator yang ulung. Namun apakah kata-kata yang terucap bisa menjadi wujud nyata.
Tak faedah rupanya bila kata-kata begitu menancap ke kalbu yang tak berwujud berarti. Percuma bila melantunkan pesan sedemikian panjangnya yang tak berujung. Sia-sia saja bila tak ada bentuk rupa dalam kenyataan.
Pesan hanyalah sebuah pesan. Banyak pesan yang terlontar untuk memberi ajakan kepada orang lain. Namun pesan harus terkandung tauladan perilaku yang nyata kepada orang yang diberi pesan. Tak beda jauh dari pepesan kosong semata bila pesan yang terhantar tanpa sebuah tauladan perilaku yang nyata.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Belanja Branded Makin Hemat! Cek Diskon Eksklusif BRI di Seibu Edisi 1-3 Mei
-
Menteri PPPA Minta Maaf soal Usul Gerbong Wanita Dipindah: Saya Sadar Kurang Tepat
-
Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia
-
Belanja Produk Lokal di Sarinah Lebih Hemat! Nikmati Diskon BRI Plus Kopi Gratis
-
Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya
Sastra
Terkini
-
Tumpukan di Balik Senyum Desa Tambakromo
-
Sekolah Gratis Tapi Tak Setara: Hidden Cost yang Menyaring Status Siswa
-
Ilusi Sekolah Gratis: Biaya Tersembunyi yang Membungkam Mimpi Anak Bangsa
-
Sedekah yang Berubah Jadi Tagihan: Tradisi atau Tekanan Sosial?
-
Review The Price of Confession: Saat Ketenangan Terlihat Lebih Mencurigakan