Kau sendirian
Kau, ku ketemukan di kesendirian dan di kesepian
Berjalan meminggir di lorong-lorong kesunyian dan di keheningan
Seperti belati milik maha pati kau menusuk malam-malam yang hitam dan dingin tanpa penerangan
Kau menghajar kocar-kacir
Kau mencabik peluk sejuk
Kau melawan getir keterasingan
Angin berdesis
Hujan merincis
Kau menangis
Putus asa
Gagal kembali dalam hayal sesal
Terjatuh lalu berdiri
Tertatih letih
Mencoba bangkit dalam sakit
Terluka oleh cita tak berbalas suka
Harapan adalah kehampaan
Mimpi adalah andai-andai
Merasa adalah gerbang putus asa
Seandainya
Dalam gulita pekat malam
Aku mencari bayangan yang bersuara di dalam diam
Aku mencari pelita yang bercahaya di kegelapan
Ku rasakan desir udara yang terluka
Masuk ke dalam ruang rahasia
Pelan mengendap lalu senyap
Sepertinya aku terjebak juga terperangkap
Seandainya, cinta selalu bergandeng bahagia
Seandainya, suka selalu berbalas cita
Seandainya, tiada derita di ujung cerita
Seandainya, tiada duka di akhir kisah
Seandainya, tiada terlambat di penutup hayat
"Seandainya... Ah," aku memberi sesal kepada diriku yang lalu
Seandainya
Aku memanggil-Mu di ketinggian menara dengan pengeras suara
Aku mencari-Mu di dalam rumah-rumah ibadah yang itu rumahmu kata guru agama di sekolah
Aku menelusuri tentang-Mu di dalam kitab-kitab suci agama
Aku percaya tapi kecewa
Aku iman tapi awam
Aku takwa tapi penuh tanya
Engkau ada atau andai-andai saja?
Engkau nyata atau bayang-bayang semata?
Engkau tak terlihat tapi terasa lalu Engkau ini sebenarnya apa?
Puisi-Mu Tuhan
Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi
Jika kau mencariku dengan andai-andai analogi Aku pastikan itu adalah ilusi
Aku adalah hakekat yang misteri
Jadi jangan berpikir untuk dapat kau pahami
Aku bukan kamu tetapi kamu adalah Aku sebagai materi
Jangan mencariku di keramaian
Sebab itu adalah ujubmu bukan wujudKu
Aku ada dalam ketiadaan
Aku bersuara di kesunyian
Aku terdengar pada keheningan
Kau ingin mengenalKu sementara mengenal dirimu saja tidak mampu
Kenali dulu dirimu sendiri lalu belajarlah mengenaliKu
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Antara Doa dan Pintu yang Tertutup: Memahami Sajak Joko Pinurbo
-
4 Alasan Buku Kumpulan Puisi Perjamuan Khong Guan Wajib Kamu Baca!
-
Puisi Wiji Thukul Kembali Menggema: Peringatan dalam Pusaran Ketidakadilan
-
Rayakan Hari Puisi Sedunia Lewat 5 Buku Puisi Terbaik Karya Sastrawan Dunia
-
Berharap Nikah Lagi Dengan Desta, Masa Lalu Sedih Natasha Rizky di Bali Terungkap
Sastra
Terkini
-
Idul Fitri dan Renyahnya Peyek Kacang dalam Tradisi Silaturahmi
-
Film Waktu Maghrib 2: Teror Baru di Desa Giritirto
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja