Sabda tokoh Sri Krishna kepada Arjuna dikenal dalam tradisi sastra kuno India sebagai Bhagavad Gita, yakni sebuah karya sastra yang terdiri atas delapan belas bab yang semuanya adalah percakapan Krishna dengan Arjuna, dua tokoh terkenal dalam kisah Mahabharata. Percakapan tersebut memuat banyak nasihat yang bermanfaat, mulai dari menguasai rasa takut kita, berdamai dengan kecemasan kita, hingga nasihat untuk bekerja sewajarnya.
Sastra ini memaklumi kita yang sering dilanda rasa insecure saat melihat pencapaian orang lain, karena rasa kecemasan dan ketidakpercayaan diri adalah hal yang manusiawi, dan sri Krishna paham betul apa yang dirasakan oleh Arjuna saat dilanda berbagai kecemasan. Delapan belas percakapan dari tokoh Krishna ini mengajarkan kita banyak hal yang kita sering lewatkan saat mengejar hal yang selalu lari dari kita. Seringkali saat kita ambisius dan senggol kanan-senggol kiri buat mencapai tujuan kita, kita melupakan banyak hal yakni menikmati hidup dan rasa cinta kasih dengan sesama.
Pesan-pesan yang menarik di dalam karya sastra ini salah satunya adalah buat kita kerja sewajarnya, jangan hanya karena mengejar deadline atau kenaikan tingkat kita harus merelakan waktu kita dengan orang-orang yang kita sayangi. Selain itu, lewat buku ini kita juga dikenalkan cara berdamai dengan hiruk pikuk pekerjaan, yakni dengan menyempatkan waktu untuk menenangkan diri, menghela nafas panjang, dan menghentikan sejenak pikiran soal pekerjaan yang selama ini membebani kita.
Buat yang khawatir soal bahasa yang berat, tidak perlu takut karena Bhagavad Gita telah diterjemahkan dan dinarasikan ulang oleh berbagai penulis dengan bahasa sehari-hari yang gampang untuk dimengerti dan konteksnya disesuaikan dengan kondisi zaman sekarang supaya lebih relate. Kamu bisa coba mulai dari baca “Bhagavad Gita Bagi Orang Modern” karya Anand Krishna yang menceritakan ulang Bhagavad Gita menggunakan bahasa beliau yang santai dan enak dibaca. Beliau sebagai pencerita ulang percakapan di kitab yang tergolong kuno ini berhasil membawa kitab ini ke zaman modern, dan tidak terpaku pada konteks situasi dan kondisi zaman dulu yang sudah usang.
So, buat kamu yang belum baca Bhagavad Gita, bisa jadi referensi ketika kamu dilanda banyak kecemasan hidup.
Baca Juga
-
Tips Ngabuburit dari Buya Yahya: Menunggu Berbuka tanpa Kehilangan Pahala Puasa
-
Mengenal Orang Tua Alyssa Daguise: Calon Besan Ahmad Dhani Ternyata Bukan Sosok Sembarangan
-
Profil Hestia Faruk: Tante Thariq yang Dahulu Sempat Dikenalkan ke Fuji
-
Menentukan Monster Sesungguhnya dalam Serial Kingdom: Manusia atau Zombie?
-
5 Langkah Awal Memulai Karier sebagai Desainer Grafis, Mulailah dari Freelance!
Artikel Terkait
-
Tuhan Selalu Ada Bersama Kita dalam Buku "You Are Not Alone"
-
Bikin Hati Adem, Ini 3 Novel Jepang Berlatar Toko Buku dan Perpustakaan
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama
-
Novel The Good Part: Makna Perjuangan yang Menjadikan Hidup Lebih Sempurna
-
Buku The Psychological of Money: Perspektif Psikologis dalam Mengelola Uang
Ulasan
-
Review Anime My Stepmoms Daughter Is My Ex: Ketika Mantan Jadi Saudara Tiri
-
Novel Four Aunties and A Wedding: Pesta Pernikahan Berubah Menjadi Mencekam
-
Review Film Broken Rage: Ketika Takeshi Kitano Menolak Bertele-tele
-
Review Film Exorcism Chronicles - The Beginning: Visual Ajaib tapi Cerita Kacau?
-
Review Anime Yuru Camp, Menjelajahi Keindahan Alam Jepang
Terkini
-
Kembali Naik Peringkat, Timnas Indonesia Berpotensi Tempel Ketat Vietnam di Ranking FIFA
-
Hidup Itu Absurd, Jadi Nikmati Saja Kekacauannya
-
Lawan Yaman, Evandra Florasta Beri Sinyal Timnas Indonesia akan Makin Gacor
-
Pengabdi Setan Origins: Batara, Darminah, dan Asal Mula Teror
-
Timnas Indonesia Disokong Mentalitas 'Anti Banting', Siap Jaya di Piala Asia U-17?