Membaca suatu karya sastra yang mengangkat tema mengenai suatu masyarakat di wilayah tertentu bisa membuat kita lebih paham mengenai kondisi, budaya, dan sejarah dari masyarakat tersebut. Jika kalian suka karya sastra yang bertema seperti itu, maka Novel "Orang-Orang Oetimu" karya Felix K. Nesi bisa menjadi salah satu rekomendasi bacaan bagi kalian.
Felix K. Nesi merupakan penulis kelahiran Nesam-Insana, Nusa Tenggara Timur. Sedangkan naskah novel Orang-Orang Oetimu merupakan pemenang I sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2018. Novel ini berseting di Oetimu yang merupakan suatu wilayah kecil di pelosok Nusa Tenggara Timur, tahun 1990-an.
Novel ini berlatar belakang sejarah dan menggambarkan bagaimana kondisi masyarakat setempat pada saat Timor Timur hendak mendirikan negara sendiri dan lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Negara tersebut saat ini kita kenal sebagai Timor Leste. Tentara, gereja dan negara memiliki peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat di dalam novel ini.
Dalam novel ini tidak ada tokoh sentral. Kita akan diajak untuk berkelana, melompat dari sudut pandang dari satu tokoh ke tokoh yang lain. Hal ini membuat pembaca bingung pada bab-bab awal. Namun saat memasuki akhir, kita akan mengetahui bahwa berbagai kisah tersebut terhubung satu sama lain.
Novel ini juga berisi nilai budaya dari masyarakat Oetimu seperti membuat Sopi, minuman keras khas Nusa Tenggara. Membaca novel ini akan membuat kita memahami bagaimana kondisi sosial dan politik masyarakat di Nusa Tenggara Timur pada umumnya dan masyarakat Oetimu pada khususnya. Disajikan dalam alur maju mundur membuat novel ini sangat asyik untuk dibaca. Novel ini memiliki ketebalan 220 halaman.
Yang menarik dari novel ini juga adalah desain cover yang sangat menarik. Meskipun ada pepatah "Jangan menilai buku dari covernya" tapi mau kita akui atau tidak, cover memiliki peran yang penting. Bahkan cover bisa menentukan apakah buku tersebut akan laku atau kurang laku di pasaran, dan cover novel Orang-Orang Oetimu sama menariknya dengan isi novel tersebut.
Baca Juga
-
Ulasan Buku Gie dan Surat-Surat yang Tersembunyi
-
Ulasan Buku Guns, Germs, & Steel, Mencari Tahu Faktor Bangsa yang Maju
-
Ulasan Buku Sejarah Australia, Berdirinya Negara Melalui Commonwealth Of Australia.
-
Ulasan Buku Memburu Muhammad, Memetik Hikmah dari Kisah-kisah Islami
-
Ulasan Buku Serdadu Afrika di Hindia Belanda 1831-1945
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Juvenile Justice: Sebuah Pengungkapan Kasus Brutal pada Remaja
-
Ulasan Uncle Samsik: Potret Korea Selatan di Ambang Krisis Politik 1960
-
Satu Makan Siang dan Kenangan Cinta Pertama di Buku Makan Siang Okta
-
Sekolah Bukan Pabrik Nilai, Melainkan Tempat Menumbuhkan Potensi
-
Pintar tapi Tidak Bermoral? Inilah Alasan Mengapa Kecerdasan Bukan Jaminan Kebaikan
Terkini
-
Tim Favorit Justru Paling Tertekan di Piala Dunia 2026, Benarkah?
-
Sinopsis Film Sihir Tanah Kubur: Teror Mistis Menggugat Iman dan Keluarga
-
Di Balik Ban Kapten, Ada Sisi Psikologi yang Menentukan Nasib Sebuah Tim
-
Elite Force Tayang 22 Juli, Serial Netflix Angkat Operasi Antiteror GIGN
-
Satu Program, Seribu Panggung: Jejak Narasi MBG dalam Pidato Prabowo