Era sekarang, traveling menjadi hobi bagi banyak orang, khususnya anak muda. Mereka rela mengeluarkan uang banyak demi menuntaskan kegemarannya berpetualang ke berbagai tempat wisata yang ada di negeri ini, bahkan hingga ke mancanegara.
Sebagian orang mungkin sampai bela-belain menabung, menyisihkan uangnya setiap bulan atau setiap saat, dengan harapan uang tabungan tersebut nanti dapat digunakan untuk melakukan traveling. Kalau perlu, beberapa tempat wisata yang menjadi incaran mereka telah jauh-jauh hari diagendakan dan pada waktunya nanti, ketika uang tabungan sudah terkumpul, mereka pun bisa mewujudkan dan menuntaskan hobi travelingnya.
Trinity dan Yasmin dalam bukunya yang berjudul 69 Cara Traveling Gratis (2018) menguraikan 69 cara traveling gratis. Salah satu cara yang ditawarkan misalnya berusaha mendapatkan beasiswa. Beasiswa adalah sebuah bantuan keuangan untuk kelangsungan pendidikan seseorang. Pemberi beasiswa biasanya sebuah lembaga, yayasan, atau instansi pemerintah. Kalau kamu berhasil mendapat beasiswa dan berkuliah di sebuah kota atau negara, kamu bisa manfaatin waktu pada sela kuliah buat jalan-jalan ke daerah/negara tersebut, bahkan ke negara lain.
Selanjutnya, menjadi seorang blogger juga dapat mengantarkan kita bisa melakukan traveling gratis, minimal berbiaya murah. Orang-orang yang berprofesi sebagai blogger memang cukup sering dapat undangan untuk traveling gratis. Biasanya undangan datang dari hotel, maskapai penerbangan, tourism board, juga dari pemilik brand. Blogger jarang dibayar dengan uang: umumnya ia “dibayar” dengan kesempatan traveling gratis, barter sama tulisan di blog-nya (69 Cara Traveling Gratis, halaman 22).
Menjadi seorang selebgram juga bisa mengantarkan kita menikmati traveling gratis. Ya, menjadi selebgram memungkinkan kita diajak kerja sama oleh pihak lain dengan sistem paid partnership. Menggunakan akun Instagram, kamu bisa jadi agen promosi sebuah produk atau jasa, salah satunya dibayar buat jalan-jalan (69 Cara Traveling Gratis, halaman 42).
Profesi lainnya yang bisa mengantarkan kita traveling secara cuma-cuma ialah motivator. Seperti profesi lainnya, motivator papan atas tidak hanya sering jalan-jalan gratis, tetapi tingkat ketenarannya bahkan bisa menyamai seorang superstar (69 Cara Traveling Gratis, halaman 64).
Masih banyak profesi lain yang dibeberkan dalam buku 69 Cara Traveling Gratis yang dapat menjadi wasilah seseorang berpetualang atau traveling secara gratis.
Selamat membaca dan memilih profesi yang tepat. Pesan saya, jangan pilih profesi yang tak sesuai minat atau hobi kita. Selain itu, hindari profesi yang bertolak belakang dengan norma dan aturan agama.
Baca Juga
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Unpopular Opinion: Kita Butuh Cancel Culture yang Lebih Kejam untuk Figur Publik Bermasalah
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Film Verity: Misteri Rumah Terpencil yang Penuh Manipulasi
-
Lupin Part 2: Trik Cerdik Membongkar Kejahatan Korupsi Hubert Pellegrini
-
Buku Billy and the Hole, sebuah Lubang Misterius dan Pelajaran Batasan Diri
-
Menjadi Guru yang Berakhlak dalam Buku Adab di Atas Ilmu 5
-
Ulasan Buku Yamihara: Teror Psikologis di Balik Interaksi Manusia
Terkini
-
Hak Guru Terlambat Dibayar, Sampai Kapan Pendidikan Harus Menunggu?
-
Krisis Iklim vs Warisan Harta: Nikmat di Generasi Lalu, Sengsara di Kita
-
Dari Buku Diary Sampai Notes HP: Cara Kita Bicara Pada Diri Sendiri
-
Emosional! BabyMonster Doakan Kebahagiaan sang Mantan di Lagu Baru, Deserve
-
Campur Bahasa Gen Z: Bukti Kecerdasan Otak atau Kemunduran Linguistik?