Bagi kamu para pecinta genre aksi thriller, film Run Hide Fight bisa dijadikan referensi tontonan di akhir pekan ini. Penayangannya di bioskop Indonesia sendiri baru dimulai sejak kemarin, (18/2). Perilisan aslinya di Venice sudah ada pada September 2020 lalu melalui The Daily Wire.
Film Run Hide Fight memiliki total durasi yang mencapai 109 menit. Namun, sebelum memutuskan untuk menonton filmnya di akhir pekan ini, kamu bisa membaca sinopsisnya terlebih dahulu.
Sinopsis Run Hide Fight
Kisah dalam film Run Hide Fight diawali dengan siswa sekolah menengah, Zoe Hull (Isabel May), sedang berjuang mencari tahu kematian ibunya. Hal ini menyebabkan hubungannya dengan sang ayah menjadi canggung.
Suatu hari dalam perjalanan menuju sekolah, Zoe mendapati teman sekelasnya, Chris Jelick (Britton Sear) menaruh perangkat aneh di ladang. Begitu ketahuan, ia hanya mengatakan sedang bermain-main saja.
Chris ternyata merupakan anak buah Tristan Voy (Eli Brown) yang tiba-tiba menyerang sekolah dengan tembakan bersama dua lainnya, Anna Jelick (Catherine Davis) dan Kip Quade (Cyrus Arnold). Mereka mulai membunuh para siswa tanpa ampun.
Lewis Washington (Olly Sholotan), sahabat Zoe, memiliki akses menuju halaman Facebook sekolah dan diperintahkan untuk melakukan siaran langsung perbuatan Tristan.
Sementara itu, Zoe merangkak melalui langit-langit kamar mandi dan berhasil melarikan diri. Ia juga memperingatkan serta membantu banyak siswa lain.
Kepala sekolah dan para penjaga menemui Tristan untuk menyelidiki lebih lanjut. Nyatanya, anak itu mengaku hanya ingin memperoleh popularitas. Penembakan yang dilakukan adalah sebuah taktik agar dirinya mendapatkan perhatian.
Kemudian, Tristan membunuh kepala sekolah dan membiarkan penjaga yang tak bersenjata untuk kabur. Namun, ia sebelumnya berkomentar bahwa penjaga itu tidak memiliki kesiapan untuk aksi penembakan yang dilakukannya.
Pihak kepolisian sudah menerima laporan penembakan tersebut, namun masih sulit untuk koordinasi. Pasalnya, petugas yang sudah datang justru tewas akibat ledakan. Seorang petugas lain pergi ke rumah Tristan dan mengatakan bahwa anak itu sudah membunuh ibunya.
Beberapa media melakukan siaran langsung aksi Tristan dan ia sangat senang akan hal itu. Ia juga segera mengeluarkan para siswa dari ruangan kelas, dimana mereka sedang berlindung.
Sementara itu, Kip bertemu dengan Zoe, namun ia justru tertangkap dan mengaku bahwa alasannya mengikuti aksi tersebut karena ingin balas dendam karena dirinya pernah dirundung. Zoe kemudian berkata Kip membunuh siswa yang bukan pelaku.
Dikarenakan sudah tak lagi memiliki kesempatan, Zoe memanfaatkan Kip untuk menipu Tristan agar mau menyerahkan diri. Tristan sendiri masih sibuk dengan para media yang meliput kejahatannya tersebut.
Lantas, bagaimana nasib Zoe, Lewis, dan siswa lain selanjutnya? Apakah Kip mau bekerja sama untuk menangkap Tristan? Semuanya bisa kamu temukan pada film Run Hide Fight yang bisa ditonton di bioskop-bioskop terdekat.
Sumber: rottentomatoes, imdb, wikipedia
Baca Juga
-
Beri Cinta Lebih dariku by Sena
-
Punya Pengaruh Buruk, Ini 5 Cara Meminimalisir Screen Time pada Balita
-
Rasa Rindu di Balik Sepiring Indomie Goreng yang Sederhana
-
Tolak Bahasa Melayu, Warga Malaysia Ini Larang Indonesia Menonton Upin-Ipin
-
5 Alasan Buruk yang Bikin Seseorang Memutuskan untuk Menikah, Bisa Berdampak Negatif
Artikel Terkait
Ulasan
-
Membantu Tanpa Membedakan: Membaca Kehidupan dari Sisi yang Jarang Disapa
-
Baru Tayang 4 Episode, Drama The Scarecrow Sudah Menebar Banyak Tanda Tanya
-
Kisah Kelam Tragedi 1965 di Mata Seorang Mantan Kader PKI: Review Novel 'Kubah' Ahmad Tohari
-
Review Film The Devil Wears Prada 2: Balas Dendam Emily di Panggung Fashion
-
Review Serial Stranger Things: Tales from '85, Spin-off Animasi Terkeren!
Terkini
-
Self-Service di Rumah Makan: Benarkah Pelanggan Kini Semakin Dimudahkan?
-
Setelah 4 Tahun, Sword Art Online Bagikan Update Film Anime Original Baru
-
4 Rekomendasi Toner dengan Hyalu-Cica, Rahasia Kulit Tenang dan Terhidrasi
-
Bukan Sekadar Belasan Ribu, Ini Masalah Struktural di Balik Penjualan LKS
-
Ketika Kesempatan Tidak Pernah Setara: Pendidikan Inklusif atau Ilusi?