Kang Abik atau lebih dikenal sebagai Habiburrahman El Shirazy, merupakan penulis novel bergenre religi kelahiran Semarang, 30 September 1976. Karya-karyanya banyak mendapat penghargaan baik dalam dan luar negeri, bahkan seringkali karyanya menjadi objek kajian penelitian skripsi di bidang keilmuan, utamanya pada kajian teologi dan filsafat.
Tak hanya bobot yang mantap, tiap alur, diksi, setting, dan karakternya pun tersusun apik hingga menyuguhkan kisah yang nendang. Pasti sudah kenal dengan film Ketika Cinta Bertasbih, dan Ayat-ayat Cinta, 'kan? Itu adalah sebagian film yang diadaptasi dari novel beliau.
Berikut 5 Novel Karya Kang Abik selain Ayat-Ayat Cinta:
1. Api Tauhid
Ini adalah novel terbaik di segi keilmuan yang ditulis oleh beliau. Mengisahkan tentang Fahmi, pemuda soleh yang tengah dilanda patah hati. Demi melipur lara di dada, ia mengulas kembali jejak sejarah Syekh Badiuzzaman Said Nursi.
Seorang tokoh muslim yang luar biasa hingga dijuluki 'Keajaiban Zaman'. Dipastikan pembaca akan langsung jatuh hati pada sosok Badiuzzaman setelah membaca novel ini!
2. Bumi Cinta
Novel ini adalah naskah dengan kisah yang kompleks. Dari segi cerita maupun keilmuan, dua-duanya begitu memikat. Novel ini mengisahkan perjuangan keteguhan iman tokoh Ayyas, mahasiswa pasca sarjana yang tengah melakukan penelitian di Rusia.
Ayyas kerap kali menjadi korban fitnah para zionis dan terlibat dalam aksi dengan kriminal tingkat atas, tak cukup dengan itu, ia pun harus bertahan dari godaan gadis-gadis Rusia yang jelita tapi juga agresif menggoda. Membaca novel ini seperti berada di sebuah film aksi yang heroik!
3. Pudarnya Pesona Cleopatra
Nah, untuk pembaca yang tidak terlalu suka membaca buku yang tebal, novel ini adalah opsi terbaik. Novel ini terdiri atas 110 halaman saja. Tapi jangan diremehkan, setipis ini sudah bisa membuat pembaca ikut terbawa suasana hingga menitikkan air mata
. Sedikit kutipan Kahlil Gibran di novel ini, “Cinta tidak menyadari kedalamannya sampai ada saat perpisahan.”
4. Bidadari Bermata Bening
Novel terbitan Republika tahun 2017 ini menceritakan tentang sosok Ayna yang kuat namun juga lembut. Yang teguh berjuang demi cita dan tetap setia dalam cinta.
Begitu pula kesantunan dan kesederhanaan Gus Afif yang tetap sabar menantikan Ayna. Dalam novel ini, pembaca akan disuguhi kisah yang sarat akan muatan lokal, nuansa pesantren, dan kritik sosial.
5. Kembara Rindu
Berlatarkan Lampung Barat, novel dwilogi ini menceritakan tentang perjuangan dan pengabdian sosok Ridho pada kampung halamannya. Kesabaran, ketekunan, dan santunnya akhlak Udo Ridho akan membuat pembaca terenyuh.
Novel ini banyak mengambil fenomena sosial di sekitar kita, tentang hutang dan waris, juga perihal egoisme manusia yang merugikan orang lain. Dan kabar baiknya, tampaknya novel Kembara Rindu 2 akan terbit dekat-dekat ini. Antara tahun ini atau tahun depan. Wah, siapa nih yang lagi nungguin juga?
Nah, itu dia novel-novel karya Kang Abik sekian Ayat-ayat Cinta. Yang mana favoritmu?
Baca Juga
-
Gus Dur dalam Lensa Greg Barton: Potret Utuh Presiden Keempat Indonesia
-
Menemukan Kebahagiaan dari dalam Diri di Buku The Simple Way to Happiness
-
Buku Pintar Kompas 2011: Potret Dinamika Indonesia dalam Satu Tahun
-
Bukan Asal, Menulis itu Ada Seninya! Membaca Buku Dunia Kata
-
Mengenali Sisi Maritim Indonesia di Buku Sejarah Laut Sulawesi Abad XIX
Artikel Terkait
Ulasan
-
Ulasan Novel Halte Alam Baka, Pertemuan di Batas Dua Dunia yang Mengharukan
-
Ulasan Flat Girls: Menenun Luka, Kelas Sosial, dan Cinta Remaja yang Rapuh
-
Novel Haru-Biru, Dua Kisah Menyentuh tentang Cinta dan Pengorbanan
-
Ulasan Novel Katri, di Balik Senyum Tenang yang Menyimpan Seribu Rahasia
-
Review The Motorcycle Diaries: Awal Mula Lahirnya Sang Che Guevara
Terkini
-
MAPPA Umumkan Tiga Adaptasi Anime Baru, dari Komedi Gelap hingga Romansa
-
Prediksi Tunisia vs Jepang: Elang Kartago Krisis, Samurai Biru Mendominasi?
-
Rapi dan Effortless! Intip 4 Inspo OOTD Smart Casual ala Nam Joo Hyuk
-
Fokus Pemulihan Kesehatan, Moka ILLIT Kembali Hiatus dari Kegiatan Grup
-
Fakta Menarik Trofi Emas Piala Dunia: Pernah Dicuri, Bukan Milik Sang Juara