Mencintai seseorang memang membutuhkan sebuah totalitas yang besar. Tak hanya total dalam mencintai pasangan, namun juga total dalam berusaha serta merubah perilaku yang dimiliki. Hal itulah yang dialami oleh Woo Yeon (diperankan oleh Kim Young Kwang), seorang siswa sekolah menengah. Woo Yeon yang bertubuh tinggi, merupakan seorang jagoan di sekolahnya dan menghabiskan hari-harinya dengan berkelahi. Sanksi yang diberikan oleh pihak sekolah seolah sudah tak mempan baginya. Dirinya pun tak memiliki ketertarikan sedikitpun untuk belajar. Hingga pada suatu hari, Woo Yeon bertemu dengan Seung Hee (diperankan oleh Park Bo Young), seorang siswa pindahan, dan jatuh cinta padanya pada pandangan pertama.
Seung Hee yang tak ingin diganggu oleh siswa laki-laki lain di sekolah, mengaku menjadi pacar Woo Yeon, meskipun dirinya tak tertarik padanya. Namun demi bisa sekolah dengan tenang, Seung Hee berpura-pura kencan dengan Woo Yeon. Tentu saja Woo Yeon yang sudah kadung jatuh cinta menanggapinya dengan senang hati. Bahkan ketika Seung Hee meminta Woo Yeon untuk belajar dan berhenti berkelahi, hal tersebut dilakukannya dengan senang hati. Namun sayangnya, hubungan mereka berdua harus kandas, ketika Seung Hee secara tiba-tiba menyatakan akan pindah dan meninggalkan kota. Tentu saja hal tersebut menyebabkan Woo Yeon patah hati karena hubungan mereka berdua sudah mulai beralih menjadi sebuah hubungan yang nyata.
Satu tahun kemudian, Woo Yeon yang tak melanjutkan kuliah, bekerja di restoran ayam karena penyakit malas belajarnya kambuh lagi sepeninggal Seung Hee. Suatu hari, Woo Yeon mengetahui bahwa Seung Hee kini menjadi mahasiswa di Universitas Hankook di Seoul. Mendapati hal tersebut, semangat belajar Woo Yeon kembali tumbuh, dan bertekad untuk masuk ke universitas yang sama dengan sang pujaan hati. Dan impiannya pun terkabul. Woo Yeon berhasil masuk ke Universitas Hankook, dan bertemu dengan Seung Hee. Tapi sayangnya, Seung Hee telah memiliki pujaan hati yang baru di Seoul. Meski harus kembali patah hati, namun semangat Woo Yeon untuk mendapatkan Seung Hee tetaplah tinggi. Dirinya selalu ada bagi Seung Hee, hingga suatu ketika, hati Seung Hee yang tengah terluka akhirnya terluluh dengan kehadiran Woo Yeon dan mereka pun menjadi pasangan kekasih kembali.
Namun disinilah cobaan terbesar dalam kehidupan cinta mereka berdua harus dialami. Sebuah kesalahan yang dilakukan oleh Woo Yeon, harus membuat hubungan mereka kandas, dan membuatnya harus kehilangan sang kekasih kembali. Meskipun film ini menceritakan tentang kandasnya hubungan percintaan yang dialami oleh mereka berdua, namun dari film ini kita akan mendapatkan berbagai pelajaran berharga ketika menjalin sebuah hubungan.
Dan meski pada akhirnya harus patah hati, namun di film ini kita bisa menikmati berbagai momen dan adegan yang mengasyikkan saat menyaksikan Kim Young Kwang dan Park Bo Young beradu peran sebagai pasangan kekasih. Untuk yang ingin menonton film ini, silakan siapkan tisu untuk menyeka air mata yang jatuh, dan satu hal lagi, jangan baper ya kalau nonton!
Baca Juga
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
-
Tak Perlu Branding Berlebihan, Kualitas Herdman Terbukti Lebih Baik Ketimbang Kluivert
-
John Herdman, Timnas Indonesia, dan Formasi Laga Debutnya yang Amat Intimidatif
-
Otak-atik Skuad Timnas di FIFA Series Tanpa Gelandang Serang: Apa Siasat John Herdman?
-
John Herdman, FIFA Series 2026 dan Lini Tengah Skuat Final yang Tak Lagi Jadi Dapur Pacu Serangan
Artikel Terkait
Ulasan
-
Warisan Leluhur Negeri Tirai Bambu: 88 Kisah yang Bikin Kamu Lebih Bijak
-
Riyadus Shalihin: Teduhnya Oase Spiritual di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia
-
Pantai Panjang Bengkulu: Pasirnya Putih, Ombaknya Panjang, Bikin Betah Sampai Lupa Pulang!
-
Penikmat Film Alur Pelan Merapat! Still Shining Sajikan Romansa Slow Burn yang Menyentuh
-
Semangkuk Rendang di Negeri Paman Sam: Ketika Mimpi Harus Melawan Kemiskinan
Terkini
-
Suara yang Memanggil dari Dunia yang Tidak Pernah Ada
-
Nasib Apes Pemain Diaspora: Main di Belanda tapi "Dibekukan" Gara-Gara Paspor WNI?
-
Saat Opini Media Sosial Dianggap Lebih Valid dari Sains: Selamat Datang di Era Matinya Kepakaran
-
3 Tablet Rp1 Jutaan Rasa Premium di 2026: Murah, Kencang, dan Layar Tajam
-
Pengikut Tak Kasatmata