Bertemu dengan seseorang yang mempunyai sisi menarik di mata kita memang seringkali mampu mengubah sudut pandang atau pola berpikir yang kita pakai selama ini. Bahkan, pertemuan dengan seseorang pun bisa pula merubah tabiat seseorang dari yang semula tertutup menjadi lebih terbuka dan banyak senyum.
Hal ini dialami oleh I (bisa diartikan sebagai “saya” karena memang sudut pandang film ini berkisah dari sang tokoh utama ini, atau bisa juga disebut sebagai I) yang diperankan oleh Takumi Kitamura, seorang siswa sekolah menengah atas yang memiliki kepribadian cenderung tertutup, yang bertemu dengan Sakura Yamauchi (diperankan oleh Minami Hamabe), teman sekelasnya. Tanpa sengaja, ketika tengah mengantri di sebuah rumah sakit, I menemukan buku harian Sakura yang terjatuh. Semenjak perkenalan itu, I yang merupakan siswa introvert dan pendiam, sedikit demi sedikit mulai terbuka dan menjalin pertemanan dengan Sakura yang memiliki kepribadian cerewet dan ceria.
I dan Sakura yang semakin dekat, menjadi sahabat dan sering menghabiskan waktu untuk berkegiatan bersama. Bahkan, I menjadi tempat bagi Sakura yang menderita penyakit pankreas untuk sekadar berkeluh kesah. Meski harus bolak balik masuk ke rumah sakit, Sakura tetaplah menjadi sosok yang ceria dan berjanji akan bertemu dengan I ketika selesai menjalani operasi. Namun sayangnya, janji tersebut tak pernah menjadi nyata karena sebuah insiden harus merenggut nyawa Sakura.
Waktu pun cepat bergulir. 12 tahun kemudian, seperti harapan yang dulu disampaikan oleh Sakura, I (yang kini dipernakan oleh Shun Oguri) menjadi seorang guru SMA di tempatnya belajar dulu. Berbagai kenangan dan kilas balik persahabatannya dengan Sakura dan mengingat setiap detail yang mereka jalani berdua. Ketika I berbicara dengan muridnya, kenangannya kembali terusik dengan hal-hal janggal yang dulu dilakukan oleh Sakura. Hingga pada akhirnya, rasa penasaran itu menuntunnya ke suatu tempat, dan menemukan sebuah peninggalan dari Sakura yang menghubungkan I, Sakura dan Kyoko (Keiki Kitagawa) sahabat Sakura yang sebentar lagi akan menikah. Dan perjalanan yang penuh sentimentil pun pada akhirnya dimulai. Ingin tahu, kira-kira apa yang ditemukan oleh I dan apa hubungannya dengan Kyoko? Temukan jawabannya di film Let Me Eat your Pancreas ini ya teman-tema. Meskipun berjudul sedikit “seram”, namun film yang diangkat dari manga dengan judul yang sama ini sama sekali ndak ada seram-seramnya kok. Mungkin bagian yang paling seram bagi Sebagian orang adalah, kenangan indah dari I dan Sakura yang kembali dimunculkan ketika I sudah beranjak dewasa. Selamat menonton!
Baca Juga
-
April Mop: Selain Bukan Budaya, Juga Tak Cocok dengan Rakyat Indonesia yang Nanggung Literasinya
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
-
Tak Perlu Branding Berlebihan, Kualitas Herdman Terbukti Lebih Baik Ketimbang Kluivert
-
John Herdman, Timnas Indonesia, dan Formasi Laga Debutnya yang Amat Intimidatif
-
Otak-atik Skuad Timnas di FIFA Series Tanpa Gelandang Serang: Apa Siasat John Herdman?
Artikel Terkait
Ulasan
-
Rama, Sinta, dan Walmiki: Saat Rakyat Kecil Gugat "Penulis" Takdir Mereka
-
Ulasan Novel Sociopath, Menyingkap Tabir Kegelapan di Balik Sisi Kemanusiaan
-
Ulasan Novel Restart, Perjalanan Menuju Penerimaan Diri Sejati
-
Merawat Luka, Menemukan Harap dalam Rangkaian Kata di Buku Sebatas Mimpi
-
Membaca Lirik Sedia Aku Sebelum Hujan: Ada Makna Spiritual di Balik Hits Idgitaf yang Viral?
Terkini
-
PSSI Buka Suara soal Kasus 'Paspor Gate', Naturalisasi Pemain Tetap Sah?
-
OOTD Lebih Maskulin dengan 4 Inspirasi Padu Padan Outerwear ala Wi Ha Joon
-
Comeback Solo Paling Dinanti: T.O.P Bikin Galau Brutal Lewat Lagu 'Desperado'
-
Mood Swing Jelang "Tamu Bulanan" Bikin Capek? Ini Rahasia Biar Tetap Kalem
-
Yumi's Cell Diadaptasi Jadi Musikal, Siap Tayang Akhir Juni Hingga Agustus