Sudah menjadi sebuah rahasia umum jika kehidupan yang kita jalani tidaklah mudah. Meskipun kita telah berhati-hati dalam bersikap, terkadang kita masih saja menjadi sasaran bagi orang lain untuk sekadar dijatuhkan. Bahkan tak jarang, kita dimanfaatkan oleh orang lain untuk kepentingan mereka atau untuk menutupi apa yang mereka lakukan. Sama halnya dengan kehidupan yang dialami oleh Kwon Yoo (diperankan oleh Ji Chang Wook) dalam film berjudul Fabricated City ini.
Dalam film yang dirilis pada tahun 2017 lalu tersebut, diceritakan bahwa Kwon Yoo merupakan seorang pemuda pengangguran di dunia nyata. Namun jangan salah, meskipun dirinya adalah pengangguran, namun sejatinya Kwon Yoo merupakan seorang leader alias pemimpin terbaik di dunia game virtual. Dan kehidupan yang dijalaninya pun tak jauh-jauh dari rutinitas pada gamers yang terkesan menganggur di dunia nyata namun bergitu aktif di dunian maya.
Namun sebuah permasalahan besar menimpa Kwon Yoo ketika pada duatu hari, dirinya dijebak pada sebuah pembunuhan. Meskipun tak melakukan pembunuhan tersebut, namun semua bukti yang ada di lapangan mengarah bahwa Kwon Yoo merupakan pelakunya. Termasuk sidik jari yang ditemukan oleh para petugas forensik yang identik dengan dirinya. Tak hanya sampai di situ, Kwon Yoo yang di framing sebagai seorang pembunuh tentu saja membuat kehidupan nyaman yang dijalaninya selama ini langsung berubah menjadi sebuah kehidupan yang penuh dengan kewaspadaan.
Merasa menjadi korban fitnah, Kwon Yoo pada akhirnya bekerja sama dengan Yeo Wool (diperankan oleh Shim Eun Kyung) dan juga orang-orang yang menjadi timnya dalam game yang mereka mainkan. Meskipun pada awalnya tak saling mengenal satu sama lain, namun kisah Yeo Wool yang menjadi korban framing, membuat mereka tak terima dan bekerja sama untuk menuntaskan kasus tersebut dengan mengkolaborasikan keahlian yang mereka miliki.
Pertarungan yang memadukan skill di dunia maya dan dunia nyata pun berlangsung demi bisa mengembalikan nama baik Kwon Yoo. Dibantu dengan Ye Wool yang merupakan peretas handal dan teman-temannya dengan berbagai keahlian, Kwon Yoo berusaha untuk menyingkap misteri yang sebenarnya. Hingga pada akhirnya, sebuah kebenaran terbongkar, dan pelaku sebenarnya terungkap. Ingin tahu, siapa pelaku sebenarnya? Jawabannya ada di film Fabricated City yang berdurasi 126 menit ini ya teman-teman!
Bagi teman-teman yang menyukai film aksi nan penuh dengan ketegangan berbalut misteri, film ini cocok untuk dinikmati. Namun, karena ada beberapa adegan kekerasan, maka harap bijak ya dalam menontonnya!
Baca Juga
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
Artikel Terkait
-
3 Remake Film Korea versi Indonesia akan Tayang Tahun Ini, Wajib Nonton!
-
Demi Kenyamanan, Ini 6 Etika Menonton Film di Bioskop
-
Ketahui, 4 Alasan Penting Punya Harapan dalam Hidup
-
Battle of Jangsari: Pertaruhan Nyawa Tentara Pelajar di Perang Pengalihan
-
Dirilis Tahun Ini, Berikut 4 Tokoh Utama Film Naga Naga Naga
Ulasan
-
Review Film Soulmate: Pahami Bahwa Belahan Jiwa Tak Selalu Kekasih Romantis
-
Ulasan Your Lie in April: Tentang Belajar Hidup sebelum Semuanya Terlambat
-
Ulasan Flex x Cop 2: Aksi Detektif Sultan yang Makin Seru dan Menarik
-
Ulasan Series Sugar Daddy: Cinta yang Tumbuh dari Hubungan Tak Biasa
-
Please Dont Date Him: Membongkar Red Flag Pasangan Lewat Kulkas Pintar
Terkini
-
Bye Jerawat Meradang! 4 Hybrid Sunscreen Heartleaf Kontrol Produksi Sebum
-
Heboh Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby: Ketika Selisih Usia Jadi Cermin Standar Ganda Kita
-
Stigma Tubuh Perempuan dan Warisan Tabu dalam Bahasa Sehari-hari
-
FIFA ASEAN Cup: Pertaruhan Hidup-Mati Bagi John Herdman di Timnas Indonesia
-
Ketika Estetika Membuat Barang Kehilangan Umur Pakainya