Sejarah mencatat, pasca terjadinya perang Korea, hubungan antara dua negara memang tidaklah kondusif. Perbedaan ideologi yang dianut oleh kedua negara, membuat Korea Utara dan juga Korea Selatan tak bisa bersatu, bahkan hingga saat ini.
Meskipun demikian, upaya-upaya unifikasi sejatinya telah dilakukan oleh berbagai pihak, di berbagai bidang. Seperti contoh, bidang olahraga, selama ini menjadi salah satu alat paling ampuh untuk bisa menjadi jembatan bagi perdamaian dua Korea Ini. Dan salah satu kisah yang paling inspiratif atas bergabungnya dua Korea ini, diangkat menjadi film bertema olahraga berjudul As One.
Film ini sendiri sejatinya sudah rilis pada tahun 2012 lalu. Namun, karena pesan-pesan universal yang terkandung di dalamnya, maka film ini menjadi tak masalah untuk disaksikan kapan pun, baik saat ini ataupun di masa mendatang.
Dibintangi oleh Ha Ji Won, film ini menceritakan tentang penggabungan dua Korea dalam satu bendera ketika kejuaraan tenis meja dunia tahun 1991 lalu. Hyun Jung Hwa (diperankan oleh Ha Ji Won), adalah atlet tenis meja andalan Korea Selatan. Berbagai kejuaraan tingkat regional hingga dunia berhasil dimenangkannya.
Namun sayangnya, dirinya Jung Hwa selalu gagal ketika bertemu dengan atlet tenis meja asal Tiongkok yang menjadi saingannya. Menjelang kejuaraan dunia tenis meja di Chiba tahun 1991, Jung Hwa berlatih keras karena nantinya, dia dan rekan-rekan satu timnya dipastikan akan berhadapan dengan para atlet tenis meja Tiongkok yang selama ini menjadi batu sandungan baginya.
Satu bulan sebelum kejuaraan dunia tersebut dimulai, Jung Hwa mendengar kabar bahwa akan ada tim bentukan beranggotakan para atlet dari Korea Selatan dan Korea Utara. Mengingat hubungan yang kurang harmonis antara kedua negara dan juga mindset yang tertanam tentang Korea Utara, para pemain Korea Selatan dan para pelatihnya sepakat untuk menentang gagasan tersebut. Namun demikian, meskipun ditentang oleh mereka, tim tenis Persatuan Korea tetap dibentuk.
Singkat cerita, para pemain dari Korea Selatan dan Korea Utara akhirnya bertemu di sebuah kamp pelatihan di Chiba, Jepang. Dengan berbagai perbedaan yang ada, mereka dipaksa untuk menjadi sebuah tim dan membangun chemistry satu sama lain. Tentu saja bukan sebuah hal yang mudah.
Para pemain Korea Selatan yang ekspresif, harus berinteraksi dengan para pemain dari Korea Utara yang dingin dan misterius. Hingga tak jarang, bentrokan antara kedua kubu pun beberapa kali terjadi.
Dua pemain terbaik dari kedua negara, Jung Hwa dan Lee Boon Hae (diperankan oleh Bae Doo Na), saling bersaing dan perang urat syaraf.
Namun demikian, karena mereka adalah pemain terbaik dari masing-masing negara, maka pada akhirnya mereka disatukan menjadi partner dan harus bertanding bersama, dan menjadi bagian dari sejarah, untuk pertama kalinya Persatuan Korea terjalin di bidang olahraga.
Bagaimana kisah lengkapnya? Saksikan di film As One ya! Filmnya bagus kok. Terlebih lagi, dalam film ini kita tak hanya disuguhi tentang persaingan para anggota tim dari dua negara. Namun, juga kita akan disuguhi drama-drama yang membuat kita akan terharu juga. Bagaimana? Tertarik untuk menonton film ini?
Tag
Baca Juga
-
Kesakralan Bulan Juni dan Pandangan Sederhana Saya Terkait Kesempurnaan Ide Pancasila
-
Visi Tinggi Presiden Prabowo dan Krisis Literasi Nasional yang Menjadi Karang Penghalang Besar
-
'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah
-
Surga Jalur WNI Itu Memang Nyata, Kali Ini Lewat Sapi-Sapi Kurban Presiden
-
Pasar Padukuhan Eyang Putri, Sentra Kuliner yang Seolah Melawan Arus Modernitas Kabupaten Tuban
Artikel Terkait
-
So Sweet! Ji Sung Pamer Hadiah dari Lee Bo Young dan Anak Mereka
-
Aktor Yun Ji On Mengaku Kesulitan Perankan Ryunggu di Drama 'Tomorrow'
-
Rilis 'By My Side', 3 OST Taeyeon Ini Juga Sukses Memikat Hati Penggemar
-
Top 5 Sport: Indonesia Taklukkan Prancis 5-0 di Penyisihan Piala Uber 2022
-
Dampak Peristiwa Tamparan di Oscar, Film Will Smith Berjudul "Emancipation" Ditunda
Ulasan
-
Review We Are All Trying Here: Merasa Tertinggal Bukan Berarti Terlambat
-
Penebusan Dosa Masa Lalu dalam Novel The Kite Runner Karya Khaled Hosseini
-
Film Nobody Loves Kay dan Sisi Gelap yang Jarang Dibahas dari Dunia Esports
-
Kemunafikan Berkedok Agama di Film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa
-
Mengejar Mimpi atau Menuruti Takdir? Dilema Molly dalam Novel Adore You
Terkini
-
Harga Rp12 Jutaan, Xiaomi 17T Pro Masih Layak Disebut Flagship Killer?
-
Unik dan Modis! 4 Rekomendasi Tabi Shoes Brand Lokal yang Wajib Dilirik
-
Anti-Boring! 4 OOTD Modern Edgy Classic ala Sooin MEOVV yang Mudah Disontek
-
Manifesto Lingkungan Hidup Emang Keren tapi Kalah Sakti dari Ketegasan Emak
-
Hemat dan Ramah Lingkungan, Biasakan 'Repair First' sebelum Membeli Baru