Bicara tentang amal ibadah, tentu beragam jenisnya. Mulai yang wajib hingga yang sunah. Semua amal ibadah adalah baik untuk diamalkan. Terlebih shalat lima waktu yang merupakan ibadah wajib bagi umat Islam yang berakal dan sudah baligh.
Shalat adalah ibadah terbaik. Sebagaimana diungkapkan oleh Haidar Bagir dalam buku berjudul Buat Apa Shalat?! (Mizan, 2021), meski semua ibadah kepada Allah adalah baik, shalat adalah ibadah yang terbaik. Demikian dinyatakan oleh Al-Quran, hadis, dan ungkapan para ulama dan sufi. Rasulullah Saw. bersabda, “Sebaik-baiknya amal adalah shalat pada waktunya.” Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib menyatakan, “Sesungguhnya, amal perbuatan yang paling disukai Allah adalah shalat.”
Imam Ja’far Al-Shadiq menyatakan: “Ketahuilah bahwa sesungguhnya shalat itu merupakan anugerah Allah untuk manusia, sebagai penghalang dan pemisah (dari keburukan). Oleh karena itu, sesiapa yang ingin mengetahui sejauh mana manfaat shalatnya, hendaklah ia memperhatikan apakah shalatnya mampu menjadi penghalang dan pemisah dirinya dari perbuatan keji dan mungkar. Shalat yang diterima (oleh Allah) adalah hanya sejauh yang mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar” (halaman 50-51).
Dalam menjalani kehidupan yang penuh lika-liku ini, terkadang kita akan berhadapan dengan persoalan pelik yang membuat hati menjadi tidak tenang, gundah, gelisah, dan perasaan-perasaan sejenisnya. Sebenarnya, setiap persoalan datang bersama kemudahan-kemudahannya.
Tuga kita adalah berusaha mencari kemudahan itu, seraya tidak mengabaikan perintah-Nya. Saat persoalan sedang rumit dipecahkan, mendekatlah pada Allah, sedekat-sedekatnya, misalnya melakukan iktikaf di masjid, mendirikan shalat berjamaah dan memperbanyak shalat sunah lainnya.
“Jika menghadapi problem filosofis yang tak dapat kupecahkan... biasanya aku akan pergi ke masjid untuk beriktikaf di dalamnya. Maka, kalau tidak di masjid itu aku mendapatkan pemecahannya, ia biasanya akan datang dalam mimpiku,” ungkapan ini keluar dari Ibn Sina, seorang filosof dan ahli ilmu kedokteran Islam. Agar orang tak salah paham, begitu hebatnya keahlian kedokteran Ibn Sina sehingga ensiklopedia kedokteran yang ditulisnya, berjudul Al-Qanun fi Al-Thibb, dipakai di universitas-universitas Eropa hingga abad ke-18, bahkan ke-19 (halaman 78).
Melalui buku Buat Apa Shalat?! karya Haidar Bagir ini, umat Islam dapat menambah wawasan yang cukup luas dan berharga tentang seputar makna shalat dan hikmahnya. Buku yang sangat layak untuk dibaca. Semoga bermanfaat.
Baca Juga
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
-
Dilema Perayaan Kemerdekaan dan Iuran Besar yang Memberatkan Warga
-
Bahagia di Usia 48 dan Masih Lajang: Rahasia di Balik Berdamai dengan Diri Sendiri
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
Artikel Terkait
Ulasan
-
Ulasan The Devil Judge: Ketika Pengadilan Jadi Tontonan Publik
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Film Na Willa dan Masa Ketika Masalah Terbesar Hanya Tak Bisa Bermain
Terkini
-
Sinopsis Coyote vs. Acme, Debut dengan Skor Tinggi dan Tuai Pujian Kritikus
-
Jelang HUT RI: Flare Latihan TNI AU Nyasar ke Mobil Warga, Ini Respon TNI
-
Pramuka Masa Kini, Masih Relevankah Morse ketika Semua Ada di Google?
-
Jangan Habiskan Long Weekend di Rumah Saja, 8 Film Indonesia Ini Siap Temani Liburanmu!
-
Marco Bezzecchi Sempat Overthinking, Bukti Cedera Tak Hanya Serang Fisik