Menurut saya, buku Lakukan dengan Hati karya Dedy Dahlan ini sangat bagus dijadikan sebagai salah satu buku pegangan untuk meningkatkan semangat dalam hidup kita. Sebagaimana kita ketahui bahwa menjalani hari-hari tanpa semangat tentu akan menyebabkan kita sulit menikmati hidup.
Oleh karenanya, sangatlah penting untuk memikirkan dan merenungi profesi apa yang akan kita kerjakan. Pilihlah jenis profesi yang sesuai dengan keinginan atau bakat kita. Pilih yang cocok dengan hati kita. Hal ini sangatlah penting karena ketika kita menyukai profesi kita, maka kita akan dapat menjalaninya dengan semangat, keceriaan, dan penuh tanggung jawab.
Dedy Dahlan dalam buku ini melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang menggelitik dan mampu membuat kita merenungi kembali apa yang sudah kita kerjakan selama ini. Berikut pertanyaan-pertanyaan sekaligus keterangannya yang diselingi banyolan atau humor:
Bagaimana Anda bekerja dan beraktivitas? Sambil bercanda, tertawa, dan dalam antusiasme passion? Atau dengan perasaan bete, galau, dan bibir bawah yang manyun?
Apa pun yang Anda alami atau rasakan dalam aktivitas Anda sekarang, semua berawal di masa lalu, pada saat Anda dulu “memilih” bidang aktivitas, pekerjaan, atau bisnis yang sekarang Anda jalani!
Jadi pertanyaannya, apa dulu Anda sudah “benar-benar” memilih?
Sangat banyak orang yang ada di pekerjaan dan kariernya sekarang ‘murni’ karena ‘kebetulan’. Kebetulan ada yang nawarin, kebetulan punya skill cocok dengan jobdes-nya, kebetulan yang mewawancarai dulu wanita cantik nan seksi dengan rok mini, atau kebetulan-kebetulan lainnya.
Dan, satu momen keputusan yang tampak remeh pada masa lalu itu ternyata malah menentukan sisa hidupnya selamanya. Sebagian merasa ‘puas’ dengan pilihannya. Sebagian besar lainnya ‘kecewa’ dengan arah hidupnya, dan terus bermimpi bisa ‘mengubah’nya, menggantinya dengan karier lain yang lebih bisa ‘dinikmatinya’.
Memang benar bila profesi yang kita jalani sesuai dengan bakat minat kita, maka kita akan menjalaninya dengan penuh semangat. Energi yang kita keluarkan seolah tak pernah habis untuk menjalani hal-hal yang kita sukai.
“Tidak ada jalan menuju kebahagiaan. kebahagiaan adalah jalannya” kata-kata bijak ini menjadi kutipan favorit Dedy Dahlan, penulis buku Lakukan dengan Hati. Kalau kita mau bahagia, kita akan menemukannya di sepanjang proses perjalanan, bukan di akhir perjalanan kita. Seperti itulah, maka passion itu ‘bukan’ tujuan, passion adalah ‘jalan’ (halaman 13).
Buat para pembaca atau siapa saja yang tengah merasa galau karena tak kunjung mendapat pekerjaan, atau tengah bermasalah di tempat kerjanya, saya sarankan membaca buku ini. Selamat membaca.
Baca Juga
-
Dilema Perayaan Kemerdekaan dan Iuran Besar yang Memberatkan Warga
-
Bahagia di Usia 48 dan Masih Lajang: Rahasia di Balik Berdamai dengan Diri Sendiri
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
Artikel Terkait
-
5 Kebiasaan Kecil yang Diremehkan, Ternyata Hanya Membuang-buang Waktu!
-
Dear Pencari Kerja, Ini 5 Cara Riset Perusahaan Sebelum Melamar Pekerjaan
-
5 Etika saat Berkunjung ke Perpustakaan, agar Tidak Mengganggu Orang Lain!
-
4 Manfaat Riset Perusahaan Sebelum Melamar Pekerjaan, Jadi Lebih Siap!
-
Ulasan Buku Bete After Merit, Mengatasi Masalah setelah Nikah
Ulasan
-
Rembulan Tenggelam di Wajahmu: Perjalanan Menemukan Makna TakdirdanKehidupan
-
Ulasan Novel Olenka, Obsesi dan Kehampaan Jiwa yang Terasing
-
Bedah Makna Video Musik 'Masih Ada Cahaya': Saat Kegelapan Bertemu Harapan
-
Denyut Tradisi Bali dalam Bait-Bait 'Saiban' Karya Oka Rusmini
-
10 Momen Kece yang Wajib Kamu Tahu sebelum Nonton Spider-Man: Brand New Day
Terkini
-
Lingkungan Rusak Bukan karena Tak Tahu, tetapi karena Tak Dibiasakan
-
5 Body Toner Niacinamide di Bawah Rp50 Ribu, Ampuh Cerahkan Kulit Kusam!
-
Rilis Trailer Perdana, Robert Pattinson Mainkan Dua Peran di Primetime
-
Sering Diabaikan, 4 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Laptop Cepat Rusak!
-
Kontradiksi Era Digital: Mau Merdeka Finansial tapi Masih Pakai Paylater