Bagi orang yang ingin menekuni bisnis, sangat perlu mengenali terlebih dulu jenis bisnis seperti apa yang diminatinya. Jangan hanya memilih bisnis karena ikutan-ikutan yang sedang trend. Pilihlah yang benar-benar sesuai bidang kita atau cocok dengan jati diri kita.
Menekuni jenis bisnis ‘tertentu’ karena ikut-ikutan saja tentu berdampak fatal. Terlebih bila kita belum memiliki pengalaman memadai dalam jenis bisnis yang akan dijalankan tersebut. Misalnya membuka usaha resto ayam geprek hanya karena kepincut dengan resto geprek tetangga yang selalu laris manis diserbu pembeli.
Setiap pelaku bisnis penting untuk mempelajari kiat-kiat berbisnis agar bisnis yang dijalani lancar dan sesuai harapan. Dalam buku 5W1H Yoris Sebastian membeberkan rahasia sukses berbisnis.
Dalam buku yang diwarnai ilustrasi atau gambar menarik ini dibeberkan, bahwa rahasia sukses memulai bisnis pribadi sebenarnya ada dalam diri kita sendiri. Terkadang kita terjebak hanya mencari ide bisnis berdasarkan trend, padahal mereka yang sukses tidak seperti itu. Untuk mengenali diri sendiri, Yoris menggunakan rumus 5W1H, yakni:
1. Who Am I?
2. What Am I Offering?
3. Why Does It Matter?
4. Who Are We Talking To?
5. When Is The Right Time?
6. How To Attract Customer?
Yoris menjelaskan, hal terpenting dalam memulai bisnis bukan soal bisnis apa yang paling bagus, tapi yang terpenting adalah lebih sensitif mengenali diri kita sendiri. Wahyu Aditya misalnya, sejak SD ia suka menggambar, membuat karakter, dan ikut lomba. Saat SMP, ia juga sering ikut kompetisi. Pertama kali ikut lomba, ia langsung juara 1, dari situ ia mengaku jadi ketagihan menggambar.
Usai SMA, Wahyu mengambil sekolah animasi di Sydney dan lulus dari KvB Institute of Technology tahun 2000. Ia mendirikan sekolah animasi bernama Hello Motion Academy tahun 2004. Setelah sukses mendirikan sekolah animasi, ia membangun bisnis distro KDRI tahun 2008 (halaman 10).
Intinya, ketika ingin memulai berbisnis, kenali dulu jati atau siapa diri kita, apa yang kita sukai, apa yang membuat kita gembira dan semangat saat menjalaninya. Kalau suka menggambar seperti Wahyu Aditya, tekuni hal itu, jangan sekadar hobi tapi kalau perlu jadikan sebagai lahan bisnis menarik buat kita.
Buku genre bisnis ini dikemas dengan gaya bahasa ringan dan renyah, sehingga sangat cocok dibaca oleh kaum muda yang ingin memulai menekuni bisnis. Buku ini sangat inspratif dan layak dibaca.
Baca Juga
-
Bahagia di Usia 48 dan Masih Lajang: Rahasia di Balik Berdamai dengan Diri Sendiri
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
Artikel Terkait
Ulasan
-
"The Rock from the Sky" dan Pelajaran tentang Berani Menghadapi Perubahan
-
Maju: Jejak Pahit Si Kembang Gula, Film Anak Nggak Harus Kekanak-kanakan
-
Review Deep Water: Kendati Klise, Film Serangan Hiu Selalu Seru Ditonton!
-
Tokyo Schoolgirl Karya Osamu Dazai: Potret Kecemasan Remaja yang Mengusik
-
The Manipulated: Ketika Pria Lugu Melawan Konspirasi Kejam, Penuh Aksi dan Kritik Sosial
Terkini
-
Kontradiksi Simbolik: Merayakan Kemerdekaan dengan Cara yang Masih Feodal
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Harga Alat Medis Empat Kali Lipat, Bisakah Layanan Kesehatan Tetap Murah?
-
Bencana dari Hal Sepele: Bahaya Buang Puntung Rokok Sembarangan di Musim Kemarau
-
Fenomena AI Slop: Mengapa Poster UMKM Makin Seragam dan Bikin Kita Bosan?