Benarkah kesuksesan dipengaruhi oleh berbagai faktor, tidak hanya karena usaha dan kerja keras seseorang? Berdasarkan salah satu buku pengembangan diri yang ditulis oleh Malcolm Gladwell yang berjudul Outliers: The Story of Succes, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kesuksesan seseorang.
Walaupun faktor-faktor yang terdapat pada buku ini tidak bisa dijadikan rujukan utama, tetapi kita bisa mengambil pelajaran pentingnya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Apa saja faktor-faktor tersebut?
Berikut ini adalah beberapa faktor yang menentukan kesuksesan seseorang berdasarkan tulisan Malcolm Gladwell dalam bukunya.
1. Tanggal lahir menentukan nasib
Mungkin sebagian besar orang tidak percaya dengan statement ini. Maksud dari kalimat ini bukanlah merujuk pada gugusan bintang dan zodiak serta ramalan lainnya. Maksud sebenarnya adalah berhubungan dengan waktu atau kapan anak tersebut dilahirkan dengan kondisi fisik dan pertumbuhannya.
Misalkan, ada seorang anak yang berbakat di bidang olahraga dan lahir di awal tahun, serta tentu saja ada juga anak yang berbakat di bidang yang sama dan lahir di akhir tahun. Ketika ada perekrutan anggota, maka anak yang lahir di awal tahun secara teknis akan memiliki fisik dan pertumbuhan yang lebih daripada anak yang lahir di akhir tahun, sekalipun mereka lahir di tahun yang sama.
2. Aturan 10.000 jam
Ada sebuah aturan yang menyatakan bahwa seseorang harus mendedikasikan waktunya selama 10.000 jam untuk bisa mencapai kehalian tertentu. Dikatakan bahwa seorang amatir yang terus berlatih hingga 10.000 jam dapat menjadi seorang ahli di bidang yang sedang diseriusi tersebut. Hal ini menujukkan bahwa kerja keras dan dedikasi sangat berperan penting dalam mencapai sebuah kesuksesan.
3. Budaya di suatu wilayah
Dalam buku ini, penulis juga menunjukkan sebuah fakta yang cukup unik. Penulis mengatakan bahwa rata-rata tingkat kecerdasan matematika di Asia lebih tinggi daripada di Eropa. Hal ini disebabkan karena pengaruh budaya dan bahasa.
Asia terkenal dengan budaya bertaninya yang konvensional dan tradisional. Ketika sedang bertani, para petani di Asia lebih mengandalkan tenaga daripada alat dan mesin modern, berbeda dengan di Eropa. Sehingga hal ini menunjukkan bahwa orang-orang di Asia telah mengenal kerja keras sejak dulu. Hal ini dikatakan juga berhubungan dengan bahasa Asia yang cenderung lebih rumit dan perlu pemahaman lebih.
Itulah tiga faktor kesuksesan yang dijabarkan oleh Malcolm Gladwell dalam bukunya tersebut. Apakah kamu setuju? Pada dasarnya, yang dapat menentukan apakah kita sukses atau tidak adalah diri kita sendiri. Kita yang tahu potensi dan bakat, jadi kita sendiri yang bisa mengontrol serta mengembangkannya.
Baca Juga
-
5 Pilihan Bedak Remaja dengan Perlindungan UV, Bebas Aktivitas Seharian!
-
Shower Puff Sarang Bakteri? Intip Cara Memilih dan Rekomendasinya!
-
Cara Pilih Shade Tinted Moisturizer yang Pas, Jangan Asal Pilih!
-
Seberapa Penting Serum bagi Pria? 5 Pilihan Terbaik Bantu Lawan Jerawat!
-
The Bride Who Burned The Empire: Kisah Pemberontakan Seorang Putri
Artikel Terkait
-
Takut Buku Rusak? Lakukan 7 Cara Merawat Buku Ini
-
Ulasan Bukan Gaul Sembarang Gaul: Menjaga Pergaulan agar Tidak Kebablasan
-
4 Kebiasaan yang Dapat Membuat Semakin Pintar, Sudah Mencobanya?
-
Ulasan Novel Catastrophe: Permainan Takdir yang Tidak Bisa Dilawan
-
3 Poin Penting Buku Secrets of the Millionaire Mind
Ulasan
-
Review Buku The Power of Sun Tzu: Panduan Taktis Menghadapi Tekanan Hidup Modern
-
Soul Plate: Ketika Member Astro Berubah Jadi Malaikat Restoran, Efektifkah Promosinya?
-
Kisah Tragedi Berdarah di Apartemen Virgil dalam film, They Will Kill You
-
The Legend of Kitchen Soldier: Suguhkan Kisah Heroik Chef ala Tentara Korea
-
Ketika Luka Batin Dibahas dengan Hangat dalam Loving the Wounded Soul
Terkini
-
Dari Chat 5 Menit Menjadi FBI Kasur Lipat: Saat Cinta Menjadi Obsesi
-
Siapakah Lelaki Misterius yang Mendorong Brankar Jenazah Dini Hari Itu?
-
Pertemanan Tanaman Plastik: Tampak Hidup di Story, Mati di Kehidupan Nyata
-
Manga Horor Junji Ito, The Long Hair in the Attic Siap Diangkat Jadi Film Live Action
-
Connect Community: Bergerak dari Kampus, Berdampak bagi Remaja Desa