Menurut pengamatan saya, kemiskinan termasuk ke dalam persoalan serius di negeri ini. Kemiskinan dapat menjadi penyebab seseorang nekat melakukan beragam cara untuk mendapatkan uang atau harta benda.
Kemiskinan mestinya menjadi perhatian pemerintah dan juga masyarakat luas. Khususnya mereka, orang-orang yang berkelebihan harta, agar berusaha membantu orang-orang yang dihimpit kemelearatan.
Perihal kemiskinan, ada satu kisah mengharu-biru yang saya baca dalam buku kumpulan cerpen berjudul “Sebait Kisah dari Bengkulu”. Buku ini ditulis oleh para penulis yang beragam, seperti Milda Ini, Vanie Muslimah, Juniat Susanti, dkk.
Salah satu cerpen yang akan saya ulas di sini berjudul ‘Ubei Tajem’ karya Arina Ilmah. Cerpen ini mengisahkan tentang kehidupan keluarga miskin. Sebuah keluarga yang terdiri dari bapak, ibu, dan dua anaknya, Aan dan Tika, yang masih kecil. Kondisi ibu saat itu sedang mengandung tujuh bulan, sementara si bapak berprofesi sebagai pencari sampah dengan menggunakan gerobak kayu.
Bisa dibayangkan, menghidupi dua anak dan istri yang dalam kondisi mengandung, tentu sangat berat. Terlebih suaminya hanyalah seorang pencari sampah dengan penghasilan tak seberapa. Bisa pulang membawa beras dan lauk saja sudah sangat bersyukur. Untung saja, sang istri adalah sosok yang sabar dan menerima kondisi suaminya yang miskin. Berikut ini penggalan sebagian kisahnya:
Kurebahkan badan ini tepat di sebelah istriku yang tengah mengandung. Kutatap wajah cantik istriku yang begitu sabar menemani hari-hariku yang penuh dengan kesederhanaan ini. Kesederhanaan atau kemiskinankah ini?
Anak pertamaku yang seharusnya sudah masuk SD tahun lalu, karena tidak ada uang untuk membayar biaya masuk yang cukup mahal sehingga harus ditunda tahun depan, sampai aku punya rezeki yang cukup.
Kubayangkan istriku yang kini memasuki usia 7 bulan kandungannya dan paling tidak 2 bulan lagi, tentu membutuhkan biaya untuk persalinan. Ah, semakin rumit rasanya hidup ini.
Persoalan yang harus dihadapi oleh sang suami semakin rumit ketika gerobak sampah yang sudah reyot tersebut rusak parah. Dia sudah berusaha mencari pertolongan kepada orang-orang, meminta kayu bekas untuk memperbaiki gerobaknya. Tapi orang-orang enggan membantu, kecuali bila ia sanggup membeli kayu tersebut.
Akhirnya, sebuah ide buruk tebersit di benaknya. Ide untuk mencuri singkong milik tetangganya. Singkong tersebut rencananya untuk dimanfaatkan sebagai makanan untuk istri dan anaknya yang tengah kelaparan. Sayangnya, aksi nekatnya itu ketahuan dan dia pun babak belur dihajar massa.
Kisah tragis perihal kehidupan keluarga miskin dalam cerpen ‘Ubei Tajem’ karya Arina Ilmah menyisakan perenungan bagi pembaca, bahwa kemiskinan adalah persoalan serius yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
Baca Juga
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Unpopular Opinion: Kita Butuh Cancel Culture yang Lebih Kejam untuk Figur Publik Bermasalah
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
Artikel Terkait
-
3 Manfaat Luar Biasa dari Membaca Buku, Salah Satunya dapat Berpikir Kritis
-
Tanpa Transit, Kini Batik Air Hadirkan Rute Penerbangan dari Jakarta Langsug ke Ambon dan Bengkulu
-
Pasutri Lumpuh dan Miskin di Bontang Barat Akhirnya Dibantu Pemkot: Tim Sudah Turun ke Lapangan
-
Pasutri Lumpuh dan Miskin di Bontang Barat, Ketua DPRD Singgung Pemkot yang Luput Perhatikan Warganya
-
Pasutri di Bontang Barat Ini Lumpuh dan Miskin, Sehari-hari Dirawat dengan Keterbatasan
Ulasan
-
Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!
-
Memetik Pelajaran Kehidupan dari Buku Harapan Semu untuk Sebuah Masalah
-
Review Serial Ted Lasso Season 2: Kehangatan Komedi yang Menyentuh Jiwa
-
Review Venom: The Last Dance, Penutup Trilogi Antihero yang Sangat Kocak!
-
Hendrix and Rocket: Being Brave, Ketika Keberanian Dimulai dari Rasa Takut
Terkini
-
One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya
-
Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2
-
Anti-Breakout! 4 Hybrid Sunscreen Mugwort Redakan Kemerahan dan Iritasi
-
Macklemore Bikin Tur 'Free Palestine', Tiket dari 3 Kota Langsung Ludes
-
Kirain Murah, Ternyata Cuma Pemancing: Prank Harga di Etalase Marketplace