Dyah Budiarsih adalah salah satu sosok menonjol di Provinsi Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Banyumas. Sejak masa sekolah, dia gemar mengikuti rupa-rupa kegiatan, mulai dari bersifat akademis, kesenian, hingga bahasa. Dalam hal yang disebut terakhir, dia kerap menulis artikel, puisi, dan sebagainya di koran, majalah, maupun jurnal.
Segala macam aktivitas profesionalnya, baik ketika menjadi guru, kepala sekolah, maupun pengawas TK/ SD, senantiasa dia catat dan dokumentasikan dengan setia. Prinsip tulis yang akan kamu kerjakan, dan kerjakan yang kamu tuliskan, lalu dokumentasikan, dia laksanakan sungguh-sungguh.
Kesungguhan itu membuahkan banyak hasil, di antaranya ketika mengikuti Lomba Pengawas Berprestasi, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, sampai maju ke jenjang nasional, portofolio yang dia ajukan sangat lengkap. Semua terdokumentasikan dengan baik, urut, dan jelas.
Dalam hal presentasi, kepiawaiannya tak diragukan lagi. Maka tak pelak lagi, Juara I Lomba Pengawas Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2012, disandang olehnya, mengalahkan ratusan atau mungkin ribuan pengawas lain se-Indonesia.
Selain uang tunai, laptop, dan aneka hadiah lain, penghargaan yang diterima Dyah adalah diterbangkan ke Finlandia, negara dengan kualitas pendidikan formal terbaik sedunia.
Dyah berangkat ke negara di Eropa itu bukan seorang diri. Dia berangkat bersama orang-orang berprestasi dari Aceh, Kalimantan, Jawa Barat, Jawa Timur, terdiri dari guru SD, guru SMP, kepala SD, kepala SMP, pengawas, serta para profesor dari sejumlah universitas.
Kegiatan itu diberi judul Pertukaran Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Networking, dan Kerja Sama Internasional PTK SD. Pelaksanaannya 27 September sampai dengan 6 Oktober 2012.
Pada saat kunjungan tersebut, Finlandia tengah mengalami musim gugur. Suhu udara berkisar 6 sampai 12derajat Celcius. Dingin, tentu saja! Namun, tidak memgurangi semangat Dyah dan kawan-kawan untuk menjelajah macam-macam institusi pendidikan di Negeri Seribu Danau tersebut.
Di antara fakta menarik yang Dyah peroleh dalam kurun masa kunjungan tersebut adalah guru merupakan profesi bergengsi di Finlandia bahkan melampaui dokter.
Sebab itulah, fakultas keguruan lebih banyak menjadi incaran daripada fakultas kedokteran. Namun untuk masuk ke fakultas keguruan, syaratnya berat. Ada standar nilai minimal tertentu, ditambah macam-macam seleksi.
Ketika sudah diterima menjadi guru pun gemblengannya tidak main-main. Hanya mahasiswa bermental baja yang sanggup bertahan bahkan berkembang.
Buku ini merangkum hal-hal menarik dan inspiratif lainnya dari Finlandia. Sungguh satu buku yang amat layak baca, tak hanya buat guru dan tenaga pendidikan, namun juga bagi masyarakat umum, terutama orang tua.
Video yang mungkin Anda suka:
Baca Juga
-
Pelajaran Tekad dari Buku Cerita Anak 'Pippi Gadis Kecil dari Tepi Rel Kereta Api'
-
Cerita-Cerita yang Menghangatkan Hati dalam 'Kado untuk Ayah'
-
Suka Duka Hidup di Masa Pandemi Covid-19, Ulasan Novel 'Khofidah Bukan Covid'
-
Akulturasi Budaya Islam, Jawa, dan Hindu dalam Misteri Hilangnya Luwur Sunan
-
Pelajaran Cinta dan Iman di Negeri Tirai Bambu dalam "Lost in Ningxia"
Artikel Terkait
-
Cara Mendaftar Beasiswa Non-gelar Guru Agama
-
Guru SMAN 52 Edi Sarwono Diduga Intoleran Belum Dipecat, Pj Gubernur DKI: Masih Diperiksa Inspektorat
-
Menulis, Jurus Jitu Melawan Pikun
-
Usai Cabuli 7 Santri, Polisi Sebut Guru Ngaji di Mataram Pedofil
-
Upgrade Skill Menulis Kreatif Anda! Tips Ini Patut Anda Coba
Ulasan
-
Distraksi Patah Hati: Belajar Melepaskan dan Terluka Sewajarnya
-
Bukan Hanya Romance: Bagaimana Trilogi 'Before' Memotret Realisme Hubungan
-
Spirit Fingers: Menemukan Warna Diri di Tengah Ramainya Perbandingan
-
Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!
-
Through the Darkness: Mengurai Criminal Profiling dan Psikologi Kejahatan
Terkini
-
Ingin Beli Galaxy S26 FE Lebih Hemat? Ini Cara Dapat Potongan Rp500 Ribu
-
Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan
-
Indonesia Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026: Ujian Kedewasaan Tribun Sepak Bola
-
Hubungan Sempurna di Medsos Cuma Ilusi? Ini Bukti Gen Z Mulai Sadar!
-
Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan