Matt Haig adalah seorang penderita depresi. Selama bertahun-tahun lamanya, ia berusaha melawan depresi yang dialaminya dan menemukan cara-cara tersendiri untuk kemudian berdamai dan menerima semuanya. Hal ini ditulis olehnya melalui buku berjudul Reasons to Stay Alive, agar orang-orang yang mengalami depresi bisa kembali bangkit dan tidak meratapi diri sendiri secara terus-menerus.
Di buku ini, Matt Haig mengungkapkan banyak hal-hal pribadi yang pernah dialaminya. Salah satunya adalah ketika ia hendak melakukan bunuh diri karena merasa tidak sanggup lagi dengan apa yang harus ia rasakan, meski pada kenyataannya ia bisa melalui semuanya sampai sekarang. Karena penulis adalah orang yang harus berdamai dengan dirinya dan menerima diri sendiri apa adanya, buku ini terasa sangat dekat dan ditulis berdasarkan banyak fakta. Tidak hanya menceritakan tentang bagaimana sulitnya melawan depresi itu sendiri, penulis juga menerangkan bagaimana seseorang harus menghadapi orang yang menderita depresi. Melalui buku ini, pembaca tidak hanya akan mengetahui apa yang dirasakan oleh sebagian penderita depresi, tapi juga mengetahui bagaimana cara kita menyikapi orang yang depresi. Apakah kita harus membantunya melawan depresi itu, membiarkannya berpikir dan berusaha berdamai dengan diri sendiri, atau mungkin perlu menemaninya agar ia tidak merasa sendirian. Semuanya dijelaskan dengan panjang lebar oleh penulis.
Tidak hanya itu, penulis juga memberikan beberapa daftar menarik dalam buku ini. Salah satunya adalah daftar orang-orang sukses yang mengalami depresi. Secara tidak langsung, penulis ingin menyampaikan bahwa seseorang yang menderita depresi pun bisa menjadi orang yang sukses. Sehingga tidak perlu berkecil hati bahwa siapa pun yang menderita depresi akan memiliki kehidupan yang biasa-biasa saja, karena pada kenyataannya ada banyak orang yang bisa sukses meski mengalami depresi. Selain itu, sesuai dengan judulnya yakni Alasan untuk Tetap Hidup, penulis juga memberikan daftar hal-hal yang bisa digunakan untuk seseorang bertahan di dunia ini. Meski terdengar sebagai alasan yang sederhana, tapi kenyataannya, hal-hal itu yang membuat penulis bertahan sampai sekarang.
Karena ditulis berdasarkan pengalaman pribadi, buku ini tentu akan meninggalkan kesan sendiri pada hati pembaca. Bagaimana melihat penulis yang sudah terlarut dalam depresi yang sangat dalam, tapi kemudian berusaha bangkit dan tidak dipeluk oleh depresi secara terus-menerus. Buku ini sangat mampu membangkitkan semangat pembaca agar tetap berusaha dan bertahan hidup, meski di beberapa titik dalam kehidupan seseorang akan merasa sangat putus asa dan ingin menyerah.
Video yang mungkin Anda suka
Baca Juga
-
Persiapan Konser "Selamat Ulang Tahun", Nadin Amizah Bagikan Hal Menarik di Instagramnya
-
Novel Shine, Membuka Sisi Gelap Dunia Kpop
-
Perjalanan Karier Ji Chang Wook, Aktor Korea Selatan yang Siap Gelar Fan Meeting di Jakarta
-
3 Rekomendasi Drama Korea dengan Cerita Ringan, Mana Favoritmu?
-
Kenalan dengan Hilman Hariwijaya, Sosok di Balik Cerita Lupus
Artikel Terkait
-
Tuhan Selalu Ada Bersama Kita dalam Buku "You Are Not Alone"
-
Bikin Hati Adem, Ini 3 Novel Jepang Berlatar Toko Buku dan Perpustakaan
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama
-
Novel The Good Part: Makna Perjuangan yang Menjadikan Hidup Lebih Sempurna
-
Buku The Psychological of Money: Perspektif Psikologis dalam Mengelola Uang
Ulasan
-
Review Film Exorcism Chronicles - The Beginning: Visual Ajaib tapi Cerita Kacau?
-
Review Anime Yuru Camp, Menjelajahi Keindahan Alam Jepang
-
Review Pulse: Series Medis Netflix yang Tegang, Seksi, dan Penuh Letupan
-
Tuhan Selalu Ada Bersama Kita dalam Buku "You Are Not Alone"
-
3 Rekomendasi Novel Penulis Indonesia tentang Pendakian Gunung, Sudah Baca?
Terkini
-
Timnas Indonesia Disokong Mentalitas 'Anti Banting', Siap Jaya di Piala Asia U-17?
-
Menang 0-1 Atas Korea Selatan, Jadi Modal Penting Bagi Timnas Indonesia U-17
-
Bangkit dari Kematian, 4 Karakter Anime Ini Jadi Sosok yang Tak Tertandingi
-
Women in STEM, Mengapa Tidak?
-
Start Manis di Piala Asia U-17, Bukti Indonesia Punya Bibit Bertalenta?