Pada tanggal 19 Februari terdapat sebuah peringatan yang mungkin tidak diketahui oleh sebagian besar orang. Hari ke-19 pada tanggalan bulan februari ini selalu diperingati sebagai Hari Tarik Tambang Sedunia. Tentunya permainan yang di Indonesia seringkali dilakukan saat menjelang peringatan Hari Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus tersebut cukup familiar dilakukan oleh beragam kalangan.
Namun, tahukah kamu ternyata salah satu olahraga yang cukup tertua di dunia ini memiliki beragam fakta menarik yang meliputinya sepanjang sejarah. Tentunnya olahraga yang mengandalkan kekuatan otot tangan dan koordinasi dalam tim tersebut memang selalu menyimpan beragam kisah dan fakta unik di dalamnya. Berikut ini beberapa fakta unik mengenai perlombaan atau olahraga Tarik tambang.
1. Berasal Dari Kebudayaan Asia dan Yunani
Melansir dari beberapa sumber, kegiatan tarik tambang sendiri diketahui sudah dilalukan sejak sekitar abad ke-8 Masehi di dataran Cina. Salah satu literasi yang membahas tentang asal muasal tarik tambang adalah The Notes of Feng yang menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan semasa Dinasti Tang yang digunakan untuk melatih kekuatan para tentara saat itu. Kegiatan ini kemudian diubah menjadi semacam perlombaan dalam sebuah festival yang dilakukan oleh banyak orang. Peserta saat itu diketahui bisa mencapai 300-500 orang dalam satu kelompok dan kedua kelompok tersebut saling tarik menarik tambang yang panjangnya bisa lebih dari 100 meter sembari diiringi tabuhan genderang.
Pada beberapa catatan sejarah lainnya kegiatan tarik tambang atau sejenisnya juga dilakukan di kawasan India pada sekitar abad ke-12. Namun, kurang diketahui fungsi kegaitan semacam duel tarik tambang tersebut di kawasan India. Literasi lain menyebutkan bahwa kegiatan perlombaan yang mirip dengan tarik tambang sudah terlebih dahulu dilakukan oleh bangsa Yunani pada 500 tahun sebelum masehi. Kegiatan ini bahkan dimasukkan ke dalam cabang Olimpiade saat itu.
2. Pernah Masuk dalam Kategori Perlombaan di Olimpiade
Tarik tambang ternyata juga pernah masuk sebagai cabang olahraga resmi di Olimpiade Modern. Melansir dari situs wikipedia.com, tarik tambang atau tug of war pernah menjadi bagian dalam olimpiade pada kurun waktu 1900-1920. Namun, kegiatan tersebut telah dicoret dari cabang olahraga di olimpiade sejak dimasukkan terjadi adanya permasalahan dan kontroversi yang menyelimutinya. Kegiatan tarik tambang kemudian diperlombakan dalam ajang World Games sejak tahun 1981. Bahkan, ada federasi yang mewadahi olahraga tersebut yang dikenal dengan nama The Tug of War International Federation (TWIF) dan mewadahi sekitar 72 negara.
3. Lekat dengan Sejarah Indonesia
Di Indonesia, kegiatan tarik tambang tentunya cukup populer di kalangan masyarakat di negeri ini. Jika dirunut dari sejarahnya, kegiatan ini diperkenalkan oleh kaum kolonialis Belanda pada saat Indonesia masih bernama Hindia-Belanda.
Awal mulanya, tali tambang saat itu digunakan para pekerja bumiputera untuk menarik berbagai benda seperti gelondongan kayu, batu atau bahkan beberapa hewan ternak. Seiring berjalannya waktu, kegiatan ini kemudian menjadi sebuah hiburan saat itu, di mana dua kubu yang beranggotakan 5-10 orang saling tarik menarik tambang.
Kegiatan tersebut kemudian hingga hari ini tetap dilakukan dan menjadi salah satu agenda rutin menjelang peringatan Kemerdekaan Indonesia setiap tanggal 17 Agustus. Banyak yang berpendapat bahwa perlombaan tersebut sebagai gambaran perjuangan rakyat Indonesia untuk bisa merdeka dan mempertahankan kemerdekaan tersebut dari tangan Belanda dan sekutunya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Media Asing Sebut Indonesia Menyimpang Usai Rekrut John Herdman, Mengapa?
-
Latih Timnas Indonesia, John Herdman Justru Bandingkan dengan Timnas Kanada
-
Statistik Laga John Herdman Ternyata Jauh Ungguli Shin Tae-yong, Kok Bisa?
-
PSSI Tunjuk John Herdman, Bayang-bayang Kegagalan Peter Withe Kembali Muncul
-
Target Timnas Indonesia di 2026: Ajang AFF Cup Masih Jadi Prioritas!
Artikel Terkait
Ulasan
-
Film Greenland 2: Migration, Resiliensi Pasca Hantaman Komet Clarke
-
Memahami Manusia Lewat Biologi di Buku Behave karya Robert Sapolsky
-
Ulasan Buku The Magic of Thinking Big: Motivasi yang Tak Lekang oleh Zaman
-
Ulasan Buku Zona Produktif Ibu Rumah Tangga: Berdaya Meski di Rumah Saja
-
Ulasan Buku I Do: Kiat Memutus Luka Batin Warisan Leluhur dalam Pernikahan
Terkini
-
4 Body Serum Anti-Aging Harga Rp40 Ribuan, Rahasia Kulit Kencang dan Cerah
-
Gema Langkah di Lorong yang Tak Pernah Ada
-
Kisah Transformasi Tas Anyaman Jali, Produk UMKM yang Tembus Pasar Paris dan Tokyo
-
Bina Marga Percepat Pemulihan Akses Jalan di Aceh Pascabencana
-
Jay Idzes dan Beban Ekspektasi: Menguji Kedewasaan Suporter Indonesia