Mungkin bagi sebagian orang tidak ada yang mengetahui bahwa pada tanggal 10 maret diperingati sebagai Hari Wig Sedunia atau International Wig Day. Melansir dari situs National Today, peringatan hari wig sedunia ini mulai dilakukan pada tahun 2016 silam. Peringatan ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap kemunculan wig sebagai salah satu tren fashion di dunia dan juga sebagai bentuk kampanye kesadaran dan bahaya kanker bagi masyarakat luas.
Wig merupakan rambut palsu yang dibentuk sedemikian rupa agar menyerupai rambut asli pada manusia. Di era modern ini, wig selain berfungsi sebagai penutup kepala bagi orang-orang yang memiliki masalah kebotakan atau penyakit lainnya, juga dipergunakan sebagai bagian dari budaya atau fashion tertentu. Namun, ternyata ada beberapa fakta menarik dan unik dari kehadiran rambut palsu atau wig tersebut. Berikut beberapa fakta menarik dan unik dari wig atau rambut palsu.
1. Wig Sudah Muncul Sejak Zaman Mesir Kuno
Kata “wig” diyakini muncul pertama kali di Inggris pada abad ke-15. Melansir dari beberapa sumber, kata “Wig” merupakan kependekan dari kata “Periwig” yang dimunculkan oleh seniman asal Britania Raya, yakni William Shakespeare. Namun, ternyata wig atau rambut palsu diketahui telah muncul sejak lama. Pada masa Mesir kuno, penggunaan rambut palsu tersebut umumnya dilakukan oleh para bangsawan atau masyarakat kelas atas ketika sedang melakukan acara tertentu. Selain itu, rambut palsu tersebut juga berguna sebagai pelindung kepala mereka dari sengatan sinar matahari ketika siang hari.
Wig kemudian berkembang beberapa abad setelahnya di daratan Eropa, penggunaan wig kala itu dilakukan sebagai bentuk penunjukkan kasta atau derajat seseorang. Bahkan, di beberapa kebudayaan di Asia penggunaan wig atau penutup kepala yang mirip seperti rambut palsu juga lazim digunakan oleh para pejabat kerajaan atau para bangasawan. Pada abad ke-16 dan ke-17 masehi, penggunaan wig kian populer tidak hanya digunakan oleh masyarakat kelas atas. Namun, wig ini dianggap sebagai bagian dari mode fashion tertentu di zaman tersebut. Akan tetapi, penggunaan wig tersebut memang masih lebih lekat dengan kalangan bangsawan ataupun pejabat pemerintahan.
BACA JUGA: Fuji Unggah Foto Kenakan Hijab, Inilah Potret Lainnya Ketika Tanpa Menggunakan Hijab
2. Terbuat dari Rambut Asli Hingga Bahan Sintetis
Sepanjang sejarahnya, rambut palsu atau wig mengalami perkembangan baik dari model maupun bahan pembuatnya. Di zaman era Mesir kuno hingga berapa abad di masa kebudayaan Eropa, rambut palsu lazim dibuat dari rambut asli manusia ataupun rambut hewan. Umumnya pada saat itu rambut dari manusia diperoleh baik dari mayat atau orang yang telah meninggala ataupun seseorang yang menjual rambutnya untuk dijadikan bahan baku dari wig. Beberapa hewan juga diketahui diambil rambutnya seperti kuda, domba ataupun dari hewan lain yang kemudian diolah menjadi rambut palsu.
Di era modern seperti sekarang, bahan rambut palsu umumnya sudah jarang yang terbuat dari rambut manusia ataupun hewan. Bahan utama dari rambut palsu modern umumnya terbuat dari serat fiber yang diolah sehingga memiliki bentuk dan tekstur mirip rambut palsu. Selain itu, rambut palsu dari bahan serat fiber ini dianggap lebih tahan lama baik dari segi ketahanan maupun pewarnaan.
3. Pernah Digunakan Sebagai Kelengkapan Militer
Dalam sejarahnya, ternyata wig pernah digunakan sebagai salah satu kelengkapan militer. Pada abad ke-17 hingga akhir abad ke-19 penggunaan wig di lingkup militer umumnya digunakan sebagai penunjuk posisi tinggi semacam perwira, komandan ataupun kapten. Pihak militer yang cukup sering menggunakan wig sebagai kelengkapan militer adalah tentara Inggris raya ataupun Prussia pada abad ke-18 hingga abad ke-19. Selain itu, rambut palsu tersebut juga dianggap sebagai pelindung bagian kepala seseorang dari tembakan proyektil peluru.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Dean Zandbergen Batal Jadi WNI, Duo Striker Brazil Justru Bisa Bela Timnas!
-
Direstui oleh John Herdman, Taisei Marukawa Segera Bela Timnas Indonesia
-
Indonesia Masuk Nominasi Grassroots dari AFC, Bukti Majunya Pembinaan Lokal
-
Jelang Piala Asia, Indonesia Lakoni 2 Laga Uji Coba Lawan Tim Timur Tengah
-
Perang Kian Memanas di Timur Tengah, Piala Asia 2027 Terancam Ditunda?
Artikel Terkait
-
Outfit Mewah Putri Andhi Pramono Kepala Bea Cukai Makassar, Harga Jepit Rambut Bikin UMR Jogja Menangis
-
Kepala Dewa Berambut Mohawk Akan Dipanggil DMPD Lobar : Tak Ada Aturan Soal Rambut
-
Aming Pamer Gaya Rambut Baru, Maia Estianty Sebut Macho
-
Mirip Titanic! Denise Chariesta Pakai Bikini dan Seksi Dicium JK, Warganet Zoom Belahan Lain
-
Nyentrik, Pak Kades di Lombok Barat Bergaya Seperti Anak Punk, Rambutnya Viral
Ulasan
-
Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei
-
Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru
-
The Lament of Autumn: Drama Republik dalam Vibes Love Hate yang Bikin Baper
-
Review Burning: Tentang Misteri yang Mungkin Hanya Ada di Kepala Kita
-
Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender
Terkini
-
Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!
-
5 HP Android dengan Kamera Bagus untuk Kamu yang Mau Mulai Ngonten
-
Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia
-
Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z
-
Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua