Sebagaimana telah dimaklumi bersama bahwa menulis merupakan sebuah sarana bagi sebagian orang untuk menyampaikan ide atau gagasannya. Dengan kata lain, menulis adalah sarana yang bagus untuk menebar kebaikan.
Menulis juga menjadi salah satu profesi yang menjanjikan materi atau pundi-pundi rupiah. Ya, bagi para penulis profesional, mereka bisa mendapatkan materi dari karya tulis tersebut. Misalnya ketika tulisan-tulisannya lolos dan diterbitkan oleh penerbit besar, atau ketika tulisan-tulisannya sering dimuat di media massa nasional, baik cetak maupun online.
Selama ini, kita mengenal jenis karya tulis fiksi dan nonfiksi. Karya tulis fiksi misalnya berupa novel atau cerpen. Sementara karya tulis nonfiksi bisa berupa opini atau esai. Setiap orang tentu bebas memilih jenis tulisan mana yang paling diminati.
Bagi mereka yang sudah memiliki jam terbang tinggi dalam dunia kepenulisan, biasanya memiliki minat menulis yang beragam. Misalnya, selain menulis artikel berupa opini, ia juga menulis cerpen, novel, cerita anak, puisi, dan lain sebagainya.
Seorang penulis, terutama yang masih pemula, harus terus berusaha untuk belajar tentang kiat atau teori kepenulisan. Selain itu, jangan merasa lelah untuk berlatih menulis. Perbanyak membaca beragam jenis buku, majalah, koran, atau bacaan lain, untuk memperkaya wawasan kita tentang beragam hal, topik, atau kejadian yang sedang hangat dibicarakan di tengah masyarakat.
BACA JUGA: 5 Rekomendasi Hotel di Banyuwangi untuk Staycation, View Alam Estetik dan Memesona
Salah satu buku panduan menulis artikel berupa opini yang layak dibaca dan pelajari oleh Anda yang ingin menekuni dunia kepenulisan misalnya buku karya Wayan Windia dan Jiwa Atmaja ini. Buku yang diberi judul “Teknik Menulis Artikel Opini” diterbitkan oleh Udayana University Press, Denpasar Bali.
Dalam buku ini diterangkan definisi atau pengertian opini, pangkal pikir tulisan opini, teknik menulis opini, dan lain sebagainya. Istilah opini yang digunakan dalam percakapan sehari-hari berasal dari kata opinion, yang berarti pendapat, pikiran, perasaan.
Dapat dikatakan, opini adalah sebuah tulisan dalam media cetak yang memasukkan pendapat penulis di dalamnya. Artinya, opini adalah artikel yang mengandung subjektivitas, bukan hanya fakta (hlm. 14).
Perlu dicatat bahwa “menulis”, haruslah diartikan sebagai suatu usaha untuk mengosongkan pikiran, terhadap sesuatu yang selalu “mengganggu” pikiran kita. Khususnya, keinginan untuk memberikan tanggapan atau pendapat dari suatu permasalahan yang ada dalam masyarakat. Kesempatan memberikan tanggapan atas sesuatu yang buruk, yang akan mengganggu kepentingan orang banyak, misalnya merupakan salah satu bentuk kepedulian yang menyenangkan jika dapat dilaksanakan, dan dapat menimbulkan kepuasan batin (hlm. 27).
Melihat manfaat menulis yang begitu besar, maka idealnya, menulis seharusnya menjadi kebiasaan setiap orang. Ya, karena dengan menulis kita bisa menuangkan segala apa yang kita rasakan, mengeluarkan unek-unek, atau menjadi sarana menyampaikan keilmuan kita kepada masyarakat luas.
Nah, bagi Anda yang ingin menekuni seputar dunia kepenulisan, khususnya tulisan artikel (opini), buku ini bisa dijadikan sebagai salah satu panduan tambahan bagi Anda. Selamat membaca!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Unpopular Opinion: Kita Butuh Cancel Culture yang Lebih Kejam untuk Figur Publik Bermasalah
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
Artikel Terkait
Ulasan
-
I Need Space: Belajar Mengelola Emosi Lewat Petualangan di Luar Angkasa
-
Mampukah Indonesia Bangkit? Mencari Jalan Keluar dari Krisis
-
Indonesia Tidak Lagi Dijajah Belanda, Lalu Mengapa Gerpolek Masih Relevan?
-
Tragedi Ohara: Ketika World Government One Piece Fobia pada Pengetahuan
-
Review Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Saat Skala Sekuel Dipaksa Lebih Besar
Terkini
-
Perkuat Jejaring Pers, Forum Wartawan Kebangsaan Bentuk Koordinator di DIY
-
Petani di Tengah Perubahan Iklim: Mengapa Kemitraan Inklusif Menjadi Penting?
-
Comeback dengan Lagu Stay, Yuqi i-dle Yakin Hari Esok Pasti Akan Lebih Baik
-
Digital Detox Bukan Cuma Tren: Kita Perlu Jeda dari Kebisingan Media Sosial
-
Ratusan Ton Karbon untuk Satu Film: Saatnya Industri Sinema Bergerak Lebih Hijau